| 20 Views

Transportasi dibatasi, Pembelajaran Daring Bukan Solusi

Oleh: Keynarasa el-Shihabiy

Kegiatan belajar dan mengajar kembali usai libur Lebaran tahun 2026. Para remaja dan orang dewasa kembali disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing setiap harinya. Memulai hari dengan berkutat pada pembelajaran dan tugas-tugas kantor yang diberikan. Di sisi lain, aktivitas mulai berjalan normal, alat transportasi pun kembali bekerja.

Peran alat transportasi bukan hanya menjadi alat bantu saja di zaman modern ini. Alat transportasi seperti motor dan mobil telah menjadi alat yang sangat dibutuhkan untuk bepergian ke mana pun. Tetapi sejak munculnya tekanan global akibat konflik geopolitik yang sangat berdampak pada harga minyak dunia yang melonjak, pemakaian alat transportasi terpaksa harus dibatasi.

Di sisi lain, dengan dibatasinya alat transportasi, pemerintahan juga memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran daring mulai April 2026. Hal itu diberlakukan sebagai bagian dari upaya strategi nasional untuk penghematan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menegaskan bahwasanya kebijakan efisiensi perlu dirumuskan secara responsif dan berbasis data di setiap sektornya. “Langkah efisien harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi, serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujar Pratikno yang dikutip dari Kantor Berita Antara (23/03/2026).

Pemerintah pula saat ini sedang mengkaji dan menyusun strategi utama penghematan BBM dengan menyesuaikan pembelajaran daring dan luring tergantung karakteristik mata pelajaran tersebut. Pratikno menekankan pula bahwasanya mata pelajaran yang bersifat praktikum tetap diberlakukan secara tatap muka agar kualitas proses belajar tetap sesuai harapan dan para siswa tetap terarahkan dengan baik. Sedangkan penerapan pembelajaran daring hanya akan diberlakukan ketika mata pelajaran dianggap fleksibel dan mudah disampaikan secara jarak jauh tanpa harus mengarahkan para pelajar untuk mencapai kualitas di atas rata-rata.

Di sisi lain, pemerintah sedang mengkaji pola skema pembiayaan alternatif untuk akses internet bagi seluruh siswa di Indonesia agar pembelajaran daring tersebut tidak terkendala dan tetap berjalan dengan lancar. Lantas bagaimana dengan visi misi Presiden Prabowo dengan program makanan bergizi gratis bagi seluruh siswa di Indonesia? Jika mereka tetap diharuskan pergi ke sekolah untuk mengambil jatah MBG, maka upaya pengurangan mobilitas alat transportasi akan sama saja. Bahkan negara akan mengeluarkan biaya dua kali lipat di setiap sekolah. Jika wacana ini diberlakukan maka pemerintah telah mengambil jalan yang gegabah.

Mengapa? Karena seharusnya negara mencari jalan alternatif lain agar pendidikan tidak dikorbankan meskipun tengah terjadi tekanan global akibat geopolitik yang sedang genting, terutama terhadap bahan bakar minyak. Bisa dikatakan, pendidikan adalah jantung dari terciptanya generasi muda yang cemerlang dan berkualitas. Dengan menjadikan pendidikan terbaik maka terciptalah generasi yang berkualitas.

Jalan yang ditempuh oleh negara dengan keputusan pembelajaran daring seharusnya dikaji kembali karena di zaman yang semakin modern ini anak muda lebih memilih untuk mengerjakan tugas sekolah dengan langkah yang mudah dan instan daripada harus berpikir keras untuk nilainya sendiri. AI telah menjadi teman karib untuk membantu segala kesulitan dalam bidang apa pun termasuk pendidikan. Padahal seseorang bisa dilihat berkualitas bukan hanya dari pendidikannya saja, tetapi juga dari cara ia berpola pikir yang matang dalam menyelesaikan segala problematika bahkan sekecil apa pun itu.

Keputusan pemerintah atas wacana pembelajaran daring bukanlah jalan keluar dari tekanan geopolitik yang sedang terjadi, karena walaupun Indonesia tidak mendapatkan impor bahan bakar minyak dari luar negeri, Indonesia memiliki kekayaan yang bisa dibilang hampir setara dengan negeri-negeri lain. Namun negeri-negeri lain terlihat berkembang dan maju karena pengelolaannya yang baik. Sedangkan Indonesia, banyak dari pertambangan dalam negeri yang tidak dikelola dengan baik, bahkan beberapa pertambangan di Indonesia ada yang dikelola oleh negara asing.

Jika Indonesia memiliki kekayaan alam yang mencukupi dan bisa dikelola dengan baik maka pemerintah tidak akan pernah mengorbankan pendidikan hanya untuk penghematan SDA saja. Ini adalah salah satu buah hasil dari penerapan sistem kapitalisme.

Lalu bagaimana dalam pandangan Islam? Dalam Islam pendidikan menjadi kebutuhan pokok utama yang harus diberikan secara baik oleh negara, karena terbentuknya pola pikir dan pola sikap seseorang adalah dengan disajikannya pendidikan yang terbaik oleh negara. Dengan keadaan genting karena tekanan geopolitik saat ini, negara wajib mencari sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan umat tersebut.

Karena pada faktanya pula, dengan diterapkannya metode pembelajaran daring hanya mengantarkan rakyat kepada terampasnya hak pendidikan yang seharusnya diterima dengan baik. Pembelajaran daring pula hanya membuat rakyat semakin merasa bosan untuk menuntut ilmu. Mereka juga akan merasa dicukupkan dengan teknologi-teknologi canggih yang bisa membantu segala aspek tanpa harus bekerja lebih keras lagi.

Maka dari itu, sistem kapitalistik yang diterapkan hanya membuat rakyat semakin sengsara dalam keterpurukan sistem negara ini. Dari sistem ini pula rakyat dijauhkan dari agama dalam kehidupan. Maka tak heran lagi banyak kalangan orang pintar di luar sana namun tidak paham agama. Sistem ini hanya menerapkan ilmu-ilmu duniawi tanpa dilandasi agama, bahkan mengancam tegas bahwasanya agama tidak boleh ikut campur dalam urusan kehidupan sehari-hari.

Padahal jika ditelaah lebih dalam, sistem kapitalisme dirancang dan disusun oleh manusia yang memiliki keterbatasan dalam berpikir. Akan tetapi sistem Islam jelas berasal dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan seluruh alam, dan sabda-sabda Rasul sebagai utusan Allah. Dalam sistem Islam pula pendidikan akan tetap diutamakan walaupun sedang terjadi keadaan genting sekalipun, karena dalam Islam pendidikan terbaiklah yang mampu membentuk umat menjadi khairu ummah.

Maka dari sinilah dapat kita simpulkan bahwasanya hanya sistem Islam lah yang mampu mensejahterakan umat serta mendidik umat sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis.

Wallahu a’lam bishowab.


Share this article via

1 Shares

0 Comment