| 7 Views

Adanya Day Care, Benarkah Menjadi Fungsi Mengembalikan Peran Ibu?

Oleh: Jenayra

Akhir-akhir ini terdapat berita mengejutkan, yakni penganiayaan di tempat penitipan anak (day care) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Rizky Adrian, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, mengungkap hasil penggerebekan di day care Little Aresha, yakni banyaknya perilaku tak manusiawi yang dilakukan oleh para pengasuh kepada anak-anak. Korbannya telah mencapai 103 anak yang dianiaya dengan mengikat kaki dan tangan anak-anak tersebut. Puluhan di antaranya telah mengalami kekerasan fisik. Ratusan anak yang dititipkan berada dalam usia yang sangat rentan, dimulai dari bayi berusia 0 hingga balita. Berdasarkan data yang didapat, jumlah anak yang mengalami penganiayaan yakni lebih dari separuh anak yang dititipkan.

Sistem yang dipakai oleh negara saat ini adalah sistem kapitalis, yang mana para wanita seolah disetarakan dengan pria. Wanita selalu ikut bekerja untuk menghasilkan uang, padahal bekerja adalah tugas pria. Bagi para wanita, memiliki anak, tetapi ia juga memiliki tugas untuk mencari nafkah. Menurutnya, cara terbaik untuk tetap bisa mencari uang tanpa disibukkan dengan anak adalah dengan menitipkannya ke day care.

Walaupun day care terlihat lebih mudah dan sangat membantu untuk para ibu, tetapi day care membuat peranan para ibu seolah menghilang. Dampak buruk dari day care adalah anak tak mendapat kasih sayang seorang ibu secara utuh, kebutuhan individu seorang anak pun jadi tak terpenuhi, dan day care tidak dapat memberikan stimulasi secara optimal kepada anak. Kasih sayang yang diberikan oleh pengasuh tak akan setara dengan kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu yang melahirkannya.

Sebelum dikaruniai seorang anak, seharusnya para ibu telah memiliki persiapan yang matang serta peneguhan yang kuat dari dalam dirinya bahwa anak adalah sebuah rezeki dan juga amanah yang Allah titipkan kepada para orang tua, yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban. Karena anak merupakan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin umat di dunia ini.

Keteguhan yang kuat dari dalam diri seorang ibu yang seperti itu akan membuat para ibu selalu berupaya merawat dan mendidik anak dengan cara terbaiknya. Ibu akan selalu mencari cara agar anaknya menjadi generasi terbaik karena ibu menyadari bahwa dirinya adalah madrasatul ula bagi anak-anaknya. Hal yang dilakukan oleh seorang ibu ini tak akan mungkin dapat dilakukan oleh para pengasuh di day care.

Islam telah menetapkan aturan terkait ibu ini, contohnya hukum tentang nafkah ibu dan anak, kehamilan, penyusuan, pengasuhan, serta perwalian. Hukum ini diadakan untuk menyempurnakan fungsi ibu dan memastikan ibu mampu menjalankan perannya dengan baik sebagai ummu ajyal. Hukum terkait ibu seperti ini hanya dapat dilaksanakan saat Daulah Khilafah tegak. Tak hanya hukum terkait ibu saja, hukum-hukum Islam yang lain pun akan diterapkan. Negara kapitalis seperti saat ini tak akan mampu menerapkan hukum Islam di dalamnya. Semoga Daulah Khilafah segera ditegakkan agar semua teradili dan yang diterapkan di dalam negara ini adalah hukum-hukum Islam.

Wallahu a'lam bishawab.


Share this article via

0 Shares

0 Comment