| 299 Views
Tes Kehamilan Para Siswi di Sekolah Bukanlah Solusi Memberantas Seks Bebas di Kalangan Remaja.
Oleh : Siti Rodiah
Sebuah video viral beredar di jagat maya dengan menunjukkan tes kehamilan terhadap siswi SMA di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pihak sekolah mengklaim jika kebijakan itu bertujuan untuk mencegah kenakalan remaja, khususnya pergaulan bebas.
Diberitakan dari (detikJabar.com, 22/1/2025), Puluhan Siswi di SMA Sulthan Baruna, Desa Padaluyu, Kecamatan Cikadu, Cianjur jalani tes kehamilan. Adanya siswi yang hamil usai libur semester menjadi alasan pihak sekolah melakukan tes tersebut. Kepala SMA Sulthan Baruna Sarman mengungkapkan, pada tiga tahun lalu salah seorang siswa berhenti sekolah akibat hamil. Setelah peristiwa tersebut, pihaknya berinisiatif untuk kembali melakukan tes kehamilan setiap kegiatan belajar di semester baru.
Menurut dia, tes urine tersebut dilakukan secara tertutup oleh para guru perempuan. Dia menyebut dalam pelaksanaan tes kehamilan beberapa hari lalu, total ada 53 siswi dari kelas X hingga XII yang menjalani tes. Dan seluruh nya negatif atau tidak hamil. Dia juga mengakui jika program yang dijalaninya akan menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat. Namun dirinya berdalih program tersebut sebatas untuk mencegah siswi dan siswanya terjerumus dalam pergaulan bebas.
Salah satu pihak yang kontra terhadap kebijakan tersebut datang dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Pihak KPAI menilai bahwa kebijakan tes kehamilan puluhan siswi di SMA Baruna, Cianjur tersebut diskriminatif atau menjadikan perempuan sebagai objek seksual. Menurut dia, jika tujuan pihak sekolah untuk mengantisipasi pergaulan bebas, maka seharusnya dilakukan edukasi dan literasi secara menyeluruh, sehingga tidak mempengaruhi psikologi para siswi perempuan tersebut.
Pihak KPAI kembali menyebutkan bahwa dampak kehamilan pada siswi juga ada peran laki-laki didalamnya sebagai penyebabnya. Sehingga tidak bisa hanya perempuan saja yang di tes. Oleh karena itu, langkah tes kehamilan ataupun ekstremnya tes keperawanan dinilai tidak tepat.
Sungguh miris, pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa di kalangan para remaja, terutama siswa siswi yang masih duduk di bangku sekolah. Bahkan sebagian berasumsi kalau tidak ikut trend pergaulan bebas dianggap tidak keren, kuno atau ketinggalan zaman. Jadi menurut mereka tes kehamilan di sekolah tersebut dirasa penting untuk mencegah pergaulan bebas di tengah maraknya kebebasan pergaulan yang saat ini sedang melanda para remaja.
Pemeriksaan ini menunjukkan adanya sesat pikir yang di alami sebagian besar masyarakat kita dalam menghadapi rusaknya pergaulan remaja hari ini. Tes kehamilan jelas bukan upaya pencegahan, apalagi tidak selalu terjadi kehamilan meski melakukan seks bebas. Karena alat kontrasepsi atau obat untuk mencegah kehamilan di jual bebas dipasaran, sehingga para remaja begitu mudah untuk mendapatkan nya. Namun kenapa hanya remaja perempuan saja yang diperiksa, bukankah para remaja laki-laki juga sama rusaknya?
Langkah ini jelas tidak mampu mencegah kehamilan remaja. Terlebih ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap rusaknya pergaulan remaja hari ini. Salah satunya adalah adanya ide kebebasan bertingkah laku yang lahir dari sistem kapitalisme sekulerisme. Sistem kapitalisme sekulerisme menjadikan kehidupan para remaja serba bebas, hanya mengikuti hawa nafsunya semata, mengutamakan kesenangan jasmani dan tidak memperdulikan halal dan haram. Maka tidak mengherankan jika pergaulan bebas semakin menggurita mencengkeram kehidupan para remaja kita.
Disisi lain peran media begitu masif merusak para remaja dengan konten-konten tidak bermutu nya. Konten yang berbau seksualitas begitu menjamur dan begitu mudah diakses oleh para remaja sehingga semakin mempermudah mereka dalam melakukan aktivitas pergaulan bebas yang menjurus kepada seks bebas. Oleh karena itu membutuhkan upaya menyeluruh yang menyentuh akar masalah, yaitu dengan mencampakkan sistem kehidupan sekuler kapitalisme yang terbukti kerusakannya.
Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk aturan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Contohnya laki-laki dan perempuan dilarang berkhalwat, berikhtilath, saling menundukkan pandangan, kewajiban menutup aurat bagi wanita dengan menggunakan kerudung dan jilbab ketika di kehidupan umum dan lain sebagainya. Dengan begitu pintu-pintu yang mengundang perilaku perzinahan akan tertutup rapat. Sehingga hal ini akan menjaga kemuliaan manusia dan menjaga kehidupan agar berjalan sesuai dengan yang Allah syari'at kan.
Allah SWT berfirman;
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. ( QS. Al-Isra' : 32)
Rasulullah SAW bersabda;
“Seorang laki-laki tidak boleh ber-khalwat dengan seorang wanita kecuali wanita itu disertai mahram-nya.” (HR Muslim).
Kemudian sistem sanksi yang diterapkan negara kepada para pelaku perzinahan juga akan memberikan efek yang menjerakan dan sebagai penebus dosa bagi para pelaku. Contohnya bagi pezina ghairu muhsan akan dicambuk 100 kali, bagi yang muhsan dirajam sampai mati.
Sistem Pendidikan Islam yang berasas akidah Islam yang diterapkan oleh negara juga akan melahirkan generasi yang berkualitas, berkepribadian Islam dan paham tata pergaulan Islam. Pemahaman yang dimiliki akan menjaga generasi tetap dalam ketaatan dan mencegah dari berbuat haram termasuk gaul bebas. Generasi juga akan terjaga dari pemikiran sesat seperti pergaulan bebas, dan hak asasi manusia yang merupakan ide dan budaya kaum kafir barat.
Dengan penerapan sistem islam secara keseluruhan (kaffah), generasi akan terjaga pergaulannya dan tercegah dari pergaulan bebas dan kerusakan akhlak lainnya. Keimanan yang kuat dari setiap individu akan menjaga generasi selalu dalam ketaatan dan jauh dari kemaksiatan. Kontrol masyarakat dan penerapan sistem sanksi Islam yang tegas juga akan menjaga keselamatan generasi dari pemikiran rusak dan perbuatan maksiat. Kehadiran negara yang seperti ini akan mencegah rusaknya generasi.
Wallahu a'lam bisshowwab