| 73 Views
Takut Nikah, Lost Generation Di Depan Mata
Oleh: Ummu Kasyfi
Ramai diperbincangkan di media sosial terkait ketakutan sebagian besar kaum gen Z akan sebuah pernikahan. Zaman dulu, bujang lapuk, dan perawan tua merupakan istilah yang menakutkan bagi kaum muda. Tapi kaum muda sekarang lebih memilih untuk tidak menikah.
Mereka merasa pernikahan merupakan sebuah beban hidup. Harus membiayai anak dan istri di tengah kesulitan ekonomi negeri ini. Lonjakan harga kebutuhan, biaya hunian dan ketatnya persaingan kerja serta narasi "marriage is scary" menjadi alasan anak muda takut untuk menikah.
Ketakutan miskin dan sifat hedonis yang dimiliki kaum muda tumbuh karena pemahaman dari pendidikan sekuler dan pengaruh media yang masif menjadikan kaum muda memandang pernikahan bukan sebagai bentuk ibadah ladang menuju kebaikan melainkan sebuah beban.
Ketakutan sedemikian rupa sebenarnya tidak perlu dialami kalangan muda jikalau negeri ini mau bebenah diri. Pemerintah serius menyediakan lapangan kerja, mengelola negeri ini menggunakan sistem ekonomi Islam yang meniscayakan kesejahteraan rakyat, mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat sehingga rakyat tidak terbebani biaya hidup yang berat.
Pemerintah juga harus beralih dari pendidikan sekuler menuju pendidikan yang berbasis akidah Islam. Pendidikan yang menciptakan masyarakat khususnya kaum muda memiliki karakter dan kepribadian Islam. Bukan sikap hedonis dan materialisme yang memandang kebahagian bisa diraih dengan terpenuhinya kebutuhan materialis semata.
Pemerintah juga harus memberikan pemahaman bahwa pernikahan merupakan bentuk ibadah sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW adalah: "Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya." (HR. Al-Baihaqi). Selain itu pernikahan adalah sebagai upaya untuk menyelamatkan negeri ini dari lost generation.
Wallahu'alam