| 315 Views

Sistem Kapitalisme Dan Pencemaran Lingkungan Hidup

Oleh : Zhufaira

Pencemaran lingkungan adalah kenyataan buruk yang dialami masarakat khususnya warga setempat yang merasakan dampaknya.Akibat diterapkan nya sistem sekuler kapitalis kini nampak pencemaran lingkungan kembali terulang secara terus menerus wabilkhusus di negri kita tercinta.

Pencemaran lingkungan yang kembali terulang

Kini dugaan sungai ciwulan yang sempat menghebohkan warga dengan temuan ribuan ikan mati, dan memunculkan gejala baru yang lebih menghawatirkan. sejumlah warga kampung adat naga, desa nagasari, kecamatan Salawu, kabupaten Tasikmalaya.Dilaporkan mulai mengalami gangguan kesehatan berupa gatal gatal setelah menggunakan air sungai tersebut untuk keperluan sehari-hari.warga biasa menggunakan air tersebut untuk mandi dan mencuci pakaian disungai tersenut. TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID 

Kepala Puskesmas Salawu Wilianto AMd KG SKM MAP mengungkapkan bahwa tim kesehatan telah menerima laporan dari warga mengenai keluhan tersebut. Menurutnya, gejala gatal-gatal mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir, terutama oleh warga yang mandi atau mencuci menggunakan air dari Sungai Ciwulan.

Wilianto, Selasa 17 Juni 2025. mengungkapkan bahwa "Kami sudah mengambil tiga sampel air untuk diuji di laboratorium. Sampel tersebut berasal dari bak penampungan milik warga, aliran Sungai Ciwulan, serta titik lokasi tempat ribuan ikan mati dua pekan lalu,” Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, termasuk dari wilayah hilir yang diduga menjadi sumber pembuangan limbah, yaitu kawasan industri pengolahan kulit di Cigangsa, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut,” kata Wilianto. 

Industri Bebas Ala Kapitalisme
Tak heran maraknya industrialisasi yang tak disertai dengan pengolahan limbah yang tepat mengakibatkan sungai sungai tercemari.

Lebih mirisnya lagi pengelolaan air limbah domestik makin meningkat kan pencemaran air.demikin pula, mudahnya konsesi hutan dan diforestasi telah menghilangkan potensi cadangan air dari hutan. Sesungauhnya semuanya itu merupakan dampak dari kebijakan kapitalistik yang diterapkan oleh penguas negeri ini sejak lama. artinya kerusakan alam yang terjadi saat ini sebenarnya bukan semata individu individu rakyat yang kurang menjaga lingkungan akan tetapi akar masalahnya adalah penerapan sistem kehidupan yang salah. bagimana tidak sistem kehidupan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi sebanyak banyaknya dengan memanfaatkan alam, bahkan siapa saja yang memiliki modal besar, ia yang berhak untuk mengeksploitasi sumber daya alam semuanya sendiri. inilah potret buram sistem sekuler kapitalis. Jelas sistem  ini hanya memikirkan kepentingan pribadi tanpa peduli nasib sekitarnya.

Namun akan berbeda ceritanya, nasibnya, keadaannya jika segala sesuatu nya menggunakan aturan Islam. 

penyelsayan persoalan kerusakan lingkungan tidak bersifat individual, tapi tp harus dilakukan secara sistematis. oleh Karana itu dibutuhkan adanya sistem yang kondusif yang diberlakukan oleh satu institusi yang mampu membuat kebijakan pengelolaan secara seimbang. instistusi inilah yang pada akhirnya akan menerapkan aturan sistem Sempurna, sekaligus memberlakukan sanksi yang tegas bagi siapa pun yang melakukan pelangaran terhadap aturan tersebut.

Dan tentunya dari dulu hingga kini Islam lahir sebagai sumber solusi untuk setiap problem yang tenggah dihadapi manusia termasuk masalah lingkungan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kita untuk merujuk pada syariat dalam memutuskan setiap masalah. konsep umum dalam Al Qur'an mengenai keseimbangan ekologi adalah pedoman yang harus diperhatikan oleh setiap muslim sehingga kelestarian dan keutuhan ekosistem dapat terjaga .

Lagi pradigma yang tegak dalam pengelolaan lingkungan harus sesuai dengan sunnatullah penciptaan lingkungan sebagai habitat seluruh mahluysehingga penting merujuk pada Islam dalam pengolahannya . diantaranya pertama mengembalikan kepemilikan sumber daya alam  yang terkategori milik umum kepada rakyat dan negara yang akan mengelola nya untuk kemaslahatan rakyat. hutan, air sungai, danau, laut adalah milik rakyat secara keseluruhan .

kedua negara akan mengembalikan fungsi ekologis dan hidrologis hutan, sungai dan ,danau. fugsi hutan sebagai pengatur iklim global sehingga pemanfaatan SDA oleh manusia tidak sampai merusak dan harus dilestarikan.

Ketiga pengawasan terhadapnizin operasional industri industri dalam hal ini negara harus tegas memberi saksi bahkan jika harus menutup industri swasta yang melakukan pelangaran merusak lingkungan. semisal penyedotan air tanah secara berlebihan, tinggi nya tingkat pencemaran limbah industri terhadap sumber sumber air, tinggi nya emisi gas pabrik dan sebaginya. "Hanya dengan sistem Islam lah jaminan manusia kembali sejahtera dan alam pun kembali terjaga"


Share this article via

56 Shares

0 Comment