| 37 Views

Sacred Jail Of Palestina

Oleh: dr. Erlian Fitri
                    
Penjara Suci (sacred jail) itulah palestina, dengan tingginya keimanan dan ketaqwaan mereka terhadap bumi Syam tercinta, lantas apa pilihan mereka?  diam atau tetap bersuara? Jawabannya tentu, mereka tetap menyuarakannya kepada dunia,  dikala pers sebagai World Eye (mata dunia) secara sengaja dibungkam dengan paksa. Lewat akun sosmed yang mereka punya dengan jaringan seadanya, berharap dunia mengecam segala kebiadaban dan kedzaliman yang  tak kunjung  bertepi, ibarat drama kolosal yang pada akhirnya akan menemukan titik cerah di akhir cerita , gaza malah semakin terpuruk, terkikis habis, pelan tapi pasti. Bisa kita lihat dari segi asupan makanan, banyaknya gizi buruk sudah tak terhitung jumlahnya mereka bukannya  kelaparan tapi memang dibuat lapar atau dilaparkan, sudah menjadi rahasia umum, banyaknya boikot bala bantuan  yang akses masuknya dipersulit untuk memasuki Gaza, minimnya kesehatan dan obat-obatan, sarana air bersih, tenda yang tidak layak untuk tempat bernaung , dan masih banyak lainnya.
                      
No food, no water , no medicine itulah yang sering digaungkan oleh saudara kita di Palestina melakui akun media sosial mereka. Bagaimana tidak Organisasi Kesehatan (WHO)  saja sudah memberikan peringatan keras, kondisi kesehatan di Gaza dalam kondisi katastrofik (dalam kondisi parah mengarah kepada kecacatan sampai dengan kematian).Tenaga medis kewalahan obat-obatan dengan kapasitas minimalis , belum lagi ancaman penyakit baru terus bermunculan. Malnutrisi memburuk dengan angka yang fantastis. Sejak awal tahun 2025, 148 orang termasuk 49 anak, meninggal karena malnutrisi akut, angka bulanan tertinggi yang pernah tercatat. Miris? Pasti karena iinilah bukti nyata upaya genosida sejak Oktober 2023 sampai saat ini.
                 
Kondisi ini digambarkan oleh UNRWA (United Nations Relief and Work Agency for Palestine Refugees in the near East), badan PBB khusus palestina sebagai neraka di bumi (hell on earth) tidak ada tempat yang aman karena setiap waktu ada ancaman serangan Zionis Israel.
                 
Yang lebih menyakitkan lagi, diamnya para penguasa muslim disekitar mereka yang seolah tidak berdaya, akan tetapi saat kedatangan Trump ke berbagai wilayah di dunia arab malah disambut dengan red karpet,penghormatan dan parade militer,  tentunya kunjungan ini bukan hanya sebagai kunjungan persahabatan tapi penuh dengan agenda ekonomi, dengan memakai mantel pedagang, yang pastinya sarat akan keuntungan disisi mereka dan kerugian di negeri-negeri kaum muslimin. Disaat palestina membutuhkan uluran tangan pemimpin-pemimpin muslim, yang tampak justru pengkhianatan demi pengkhianatan.Jika Amerika, Inggris, Prancis dan German adalah pemasok utama persenjataan Israel untuk membantai warga Gaza, maka negara-negara Timur tengah adalah pemasok bahan bakarnya. Berbagai macam truk kontainer berisi bala bantuan tidak bisa menembus garis perbatasan wilayah Mesir dengan dalih mulai dari permasalahan pengemasan dan pengawasan ketat, serta jam kerja yang pendek. Meski PBB sudah memberikan kemerdekaan bagi Palestina tapi ini tidak memiliki dampapk apapun bagi penjajahan Zionis Israel.

Solusi Hakiki Pembebasan Palestina

Palestina adalah contoh nyata dampak  kegagalan sistem Kapitalisme global bersama Amerika beserta sekutunya, Oleh karena itu bagi kaum Muslim ini bisa menjadi titik tolak untuk berjuang bersama ke pada mengembalikan kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah. Sebagaimana sejarah juga membuktikan dibawah naungan peradaban Islam justru tercapai adanya kedamaian antara kaum Muslim dan Yahudi dengan sangat baik oleh kekuasaan Khilafah Islamiyah selama lebih dari seribu tahun lamanya.

Genosida di Palestina darurat diselesaikan. Namun terbukti tidak ada satu kekuatanpun yang efektif untuk menyudahi kekejaman ini.

Khilafah Islamiyah, adalah bentuk kedaruratan yang harus segera ditegakkan, bukan hanya untuk Palestina tapi untuk seluruh Muslim dunia yang sekarang sedang terdzalimi, untuk memutus kejahatan sistem Kapitalisme global yang meracuni seluruh dunia.


Share this article via

43 Shares

0 Comment