| 7 Views
Remaja dan Dunia Digital
Oleh: Ummu Farraz
Aktivis Muslimah
Tatanan sekuler kapitalistik telah mendominasi kehidupan manusia di era digital. Platform digital menjadi ruang utama pembentukan kesadaran terutama generasi muda. Generasi muda, melalui media sosial muncul sebagai aktor politik baru yang memelopori gerakan perubahan.
Selain itu, headline media dipenuhi berita persoalan yang menimpa generasi muda. Risiko interaksi dengan platform digital, terutama medsos telah memunculkan problem serius, mulai dari pinjol hingga isu kesehatan mental. Hal tersebut mendesak untuk disikapi mengingat generasi muda harapan bagi perubahan menuju kehidupan Islam. Lantas, bagaimana menyelamatkan potensi besar generasi kita sebagai agen perubahan?
Sebelum bicara penyelamatan generasi, sejatinya kita harus tahu apa yang menjadi sumber masalahnya. Hilangnya jati diri Muslim pada diri generasi bukan tanpa sebab, melainkan karena serangan 3F dari Barat (Fun, Food dan Fashion) yang biasa kita kenal dengan sebutan ghazul fikri. Serangan ini semakin massif tatkala dunia digital meluas tanpa batas, tanpa filter dan sasaran utamanya mengena generasi muda kita.
Banyak dari generasi kehilangan jati diri, bahkan menjadikan dunia digital sebagai pengasuh utama yang menjadi referensi generasi dalam menilai suatu kebenaran. Bisa dikatakan, generasi kita yang krisis identitas telah berhasil menjadi sasaran empuk yang terbaratkan melalui dunia digital secara massif.
Lantas, apa yang harus dilakukan? Yang harus kita lakukan yakni: Pertama, melakukan pendekatan dan merangkul pemuda yang sudah terlanjur tercemar pola pikir Barat alias terbaratkan. Kedua, orang tua bekerja sama dengan lembaga pendidikan melakukan bimbingan dan menanamkan nilai-nilai keislaman agar terjadi perubahan standar pemikiran pemuda, yang awalnya merujuk ke Barat menjadi kepada Islam. Ketiga, upaya yang serius dari negara untuk melakukan regulasi guna mencegah masuknya pemahaman yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Dengan langkah terpadu ini, potensi besar generasi muda dapat dikembalikan sebagai kekuatan perubahan yang berlandaskan Islam.