| 13 Views

Tidak Usah Stres, Rezeki Sudah Dijamin oleh Allah SWT

Foto ilustrasi/ist

Oleh: Siti Aisyah

Di hadapan sekitar 16 jemaah, Aktivis Muslimah, Ustadzah Mega Marlina menegaskan tidak usah stres, setiap manusia yang hidup di dunia, Allah SWT sudah menjamin rezekinya. 

”Tidak usah stres dengan masalah rezeki, rezeki sudah dijamin oleh Allah,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Shalihah Rutin, Konsep Rezeki dalam Islam, Sabtu (29/11/2025) di Cipayung Depok.

Pasalnya, menurut Mega, Allah satu-satunya pemberi rezeki (ar-Razzaq). Sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah SWT surah adz-dzariyat ayat 58 yang artinya, “Sungguh, Allah Dialah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” 

Begitu juga dalam surah Saba’ ayat 24 yang artinya, “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang menganugerahkan rezeki kepadamu dari langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.”....

Ia pun memberi contoh bagaimana Allah SWT memberi rezeki kepada janin dalam kandungan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Faraid, halaman 94, terbitan Makhtab Ar-Rusyd tahqiq, Salim bin ‘Ied Al-Hilali. ”Renungkanlah, janin di dalam perut yang gelap dan tidak bisa melihat, dia mendapat makanan berupa darah, dan 1 jalan ialah pusar. Keluar dari perut ibunya, salurannya dipotong, Allah membuka untuknya 2 jalan rezeki ( 2 puting susu ibunya). Ketika disapih, Allah SWT membuka 4 jalan rezeki, yaitu 2 makanan (hewan dan tumbuhan) dan 2 minuman (air dan susu),” bebernya.

“Ketika meninggal, terputuslah 4 jalan rezeki ini, kalau dia beriman dan beramal shaleh, Allah membukakan baginya 8 jalan rezeki, yaitu pintu-pintu surga yang berjumlah 8, dia boleh masuk surga darimana saja yang ia kelendaki,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurutnya carilah rezeki yang halal, karena rezeki itu asalnya halal dari Allah SWT. 

“Dijemput dengan syariat, bisa dapat amalnya bernilai pahala, hartanya jadi harta halal. Bisa tidak, amalnya bernilai pahala, dijemput tidak sesuai syariat, bisa dapat amalnya bernilai dosa, hartanya jadi harta haram. Bisa tidak, amalnya bernilai dosa. Tanpa usaha, bisa dapat bisa tidak, tidak bernilai pahala atau dosa,” pungkasnya.


Share this article via

1 Shares

0 Comment