| 50 Views
Problem Atau Keluh Kesah Nelayan Sergai Hanya Negara Islam Menjadi Solusinya
Oleh : Dewi yuliani
Tak kunjung selesai lagi - lagi terdapat peroblem baru dari Indonesia kususnya nelayan di Serdang Bedagai (Sergai), Deli Serdang, dan sekitarnya menghadapi berbagai tantangan, termasuk keberadaan kapal trawl asing yang mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional, serta potensi bencana rob yang mengancam pemukiman nelayan. Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui berbagai program, termasuk bantuan alat tangkap dan kapal, serta mendorong penerapan penangkapan ikan berkelanjutan.
Betapa mirisnya Kapal-kapal itu hanya beroperasi di luar batas zona tangkapan, tetapi juga masuk hingga setengah mil dari bibir pantai. Masalah besarnya adalah para aktivitas mereka berlangsung tampa pengawasan dari aparat yang berwenang. Sangat menyedihkan nasip dari para nelayan. Tantangan yang dihadapi Nelayan adalah persaingan dengan Kapal Trawl. Nelayan tradisional di Sergai mengeluhkan keberadaan ratusan kapal trawl asing yang beroperasi di wilayah tangkap mereka, bahkan hingga masuk ke perairan dekat pantai, yang merusak alat tangkap dan mengurangi hasil tangkapan mereka.
Kondisi yang mereka alami begitu banyak bukan hanya terdapat masalah persaingan dan bencana, nelayan juga menghadapi tantangan dari kondisi alam dan ekonomi, seperti cuaca buruk dan biaya operasional yang tinggi.
Pemerintah daerah, melalui Dinas Perikanan, memberikan bantuan berupa kapal, alat tangkap, dan sarana penangkapan ikan untuk membantu nelayan. Nelayan adalah bagian dari masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dan jaminan melaut. Ini karena melaut adalah jalur mata pencarian mereka. Pada titik ini, kita mendesak untuk kritis terhadap adanya sistem yang mampu menjadi payung besar pemberlakuan kebijakan yang mengayomi masyarakat, khususnya nelayan dan masyarakat pesisir.
Namun sangat di sayangkan disistem kapitalisme saat ini begitu sulit untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan.
Nelayan tradisional di Sergai mengeluhkan keberadaan kapal trawl yang beroperasi di perairan mereka, terutama di daerah seperti Tanjung Beringin dan Perbaungan. Keberadaan kapal-kapal ini menyebabkan penurunan pendapatan nelayan hingga 70 persen dan kerusakan alat tangkap.
Meskipun Sergai memiliki potensi perikanan yang besar, nilai produksi perikanan tangkap laut pada tahun 2018 mencapai Rp 410.001.332.000, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat nelayan di Sergai, seperti daerah pesisir lainnya, dicirikan dengan keterbelakangan sosial budaya dan kualitas sumber daya manusia yang rendah.
Berbeda halnya didalam sistem islam semua diatur secara adil dalam mengurus urusan rakyatnya termasuk para nelayan yang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhannya.
Dalam Islam, kesejahteraan rakyat diatur melalui ekonomi syariah yang berfokus pada keadilan, pemerataan, dan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Kesejahteraan ini tidak hanya bersifat material, tetapi juga mencakup kesejahteraan spiritual dan sosial, serta menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dan etika dalam pengelolaan ekonomi.
Sistem Islam adalah sistem yang terbaik bagi umatnya. Allah telah membuat untuk seluruh umat manusia. Dengan sistem Islam segala pwrmasalahnya akan terselesaikan. Sebagai negeri muslim terbesar di dunia, seharusnya kita memperhatikan sabda Rasulullah saw., “sebenarnya imam atau khalifah itu adalah laksana sebagai perisai, yang di mana orang-orang akan melekat di belakangnya serta mendukung dan melindungi dari musuh - musuhnya dengan kekuasaannya.” (HR Bukhari, Muslim, An-Nasa'I, Abu Dawud, Ahmad)
Sungguh, penting bagi penguasa untuk memberikan perlindungan kepada nelayan kecil kususnya nelayan disergai. Mereka membutuhkan edukasi mengenai wawasan politik kelautan. Selain itu, mereka juga membutuhkan edukasi mengenai metode penangkapan ikan. Secara teknis, mereka membutuhkan jaminan kecanggihan kapal dan alat tangkap, kecukupan BBM selama melaut, sistem rantai dingin untuk membawa ikan tangkapan ke daratan, alternatif budi daya pembesaran benih ikan di laut, pasar tanpa tengkulak dan rentenir, serta stabilitas harga produk ikan segar di pasaran. Selain itu, juga adanya sektor pangan rakyat. Rakyat memerlukan jaminan pangan bergizi yang salah satunya bersumber dari sektor perikanan.
Dalam Sistem Islam, Penguasa akan menjamin penjagaan wilayah-kawasan tangkapan ikan dari kerusakan lingkungan, juga penangkapan ikan dan penggunaan alat penangkapan ilegal oleh kapal-kapal asing agar tidak terjadi penangkapan ikan yang berlebihan. Di sisi lain, kita harus menegaskan bahwa kawasan laut dan pesisir bukan hanya dapat dinikmati melalui sektor pariwisata. Nilai strategis kawasan laut dan pesisir ternyata jauh lebih besar dari sekadar menjadi tempat wisata.
Sudah tiba saatnya kaum muslim mencampakkan sistem sekuler yang rusak dan merusak; kembali mengambil sistem sahih yang datang dari Allah Swt. agar terwujud masyarakat yang aman, termasuk terlindunginya bagi para nelayan dari segala tindak kejahatan.
Waallahua'lam bissawab.