| 230 Views
Perundungan Marak di Sistem Kapitalisme
Oleh : Dida
Di zaman sekarang ini, di mana teknologi sudah sangat canggih sehingga tindakan perundungan (bullying) sangat mudah terjadi dengan cukup menggunakan media sosial untuk menjatuhkan korban dengan cara menyebarkan foto atau video yang bersifat negatif tentang korban, sehingga membuat korban mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi, cemas, tidak percaya diri, sulit untuk tidur nyenyak, ingin menyakiti dirinya sendiri, bahkan sampai ingin bunuh diri.
Perilaku perundungan atau bullying di dunia maya sangat amat memprihatinkan. Pelakunya makin tak terbatas tiap orang yang biasa pakai gadget berpotensi menjadi pelaku korbannya,
apalagi mulai dari politikus, pejabat, seniman, artis, dan hampir semua orang yang aktif dan diberitakan di dunia maya apalagi di musim-musim politik sekarang ini bentuk bullying berupa ujaran kebencian, caci maki, umpatan, hinaan, sumpah serapah, dan lain-lain.
Ini fakta dan terjadi di depan mata kita. Perundungan juga merupakan dampak sistemis di antaranya, ketakwaan individu yang lemah, keluarga yang rapuh, sistem pendidikan yang rusak, masyarakat yang permisif, dan jauh dari beramar makruf nahi mungkar, media massa yang serba bebas, aparat yang lamban bergerak, serta sistem sanksi yang berlaku tidak tegas.
Tidak ada tempat bagi pelaku perundungan di dalam Islam. Islam sangat melarang segala bentuk perundungan yang dapat menyakiti dan merendahkan orang lain.
Hal itu sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat al-Hujarat ayat 11, yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah satu kelompok mengolok-olok kelompok lain karena mungkin kelompok yang diejek itu lebih baik dari yang mengolok-olok dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan-perempuan lain karena mungkin perempuan-perempuan yang diejek itu lebih baik dari perempuan-perempuan yang mengolok-olok. Dan janganlah kamu saling mencaci diri sendiri."
Akar masalah dari maraknya perundungan adalah akibat dari penerapan sistem sekularisme kapitalisme yang berasaskan sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Kemudian melahirkan liberalisme yang begitu mengagungkan kebebasan, termasuk kebebasan bertingkah laku seperti perundungan, sehingga aturan Islam makin dijauhkan.
Tidak ada solusi yang bisa menyelamatkan umat dari sistem ini, melainkan dengan menjadikan Islam sebagai akidah umat dan menjalankan syariah Islam secara kafah di bawah naungan Khilafah Islamiyah.
Wallahualam bissawab.