| 112 Views
Penistaan Agama Tuntas dengan Penerapan Islam Kaffah
Oleh : Khusnawaroh
Pemerhati Masalah Umat
Beredar video seorang pria menginjak Al-Quran saat bersumpah di hadapan istrinya. Pria tersebut membantah berselingkuh dan melakukan sumpah dengan Al-Quran agar istrinya percaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengaku telah menerima laporan dugaan penistaan dengan terlapor Asep Kosasih (TRIBUNNEWS.COM 18 /5/2024).
Menelaah dari fakta yang ada saat ini, kebebasan manusia untuk melakukan perbuatan semakin liar atau kebablasan tanpa memikirkan dampak buruk yang akan ditimbulkan. Asalkan bisa memberikan kepuasan, maka itulah yang dilakukan. Manusia enggan untuk berpikir halal atau haram, termasuk menginjak Al-Quran yang merupakan pedoman hidupnya serta Kalamullah.
Inilah yang sangat menyedihkan dari umat muslim hari ini. Penistaan terhadap agama adalah perbuatan yang sangat buruk, tetapi hal ini selalu saja berulang, seakan perbuatan ini dianggap biasa dan tidak dianggap permasalahan yang serius. Berulangnya kejadian semacam ini menggambarkan bahwa umat Islam tidak terlindungi, betapa lemahnya hukum yang diterapkan dan rendahnya kekuatan penguasa dalam meriayah atau mengontrol masyarakatnya.
Tindakan menginjak Al-Quran merupakan penistaan agama yang seharusnya bisa ditindak tegas agar manusia tidak semena-mena terus melakukan perbuatan demikian. Namun, di sistem kapitalis sekuler seakan sulit semua itu diraih. Sebab, sistem kapitalis sekuler hanyalah sebuah sistem yang hanya mampu menciptakan masalah.
Bagaimana tidak, dalam sistem ini sangat mengagungkan kebebasan yang kebablasan, alhasil, perbuatan buruk, penistaan, pembunuhan, penjajahan terang benderang ditampakkan tanpa rasa bersalah. Sampai kapan hidup manusia akan terus terbelenggu dalam sistem rusak ini? Kita harus sadari bahwa sistem kapitalis demokrasi adalah sistem yang berkarakter buruk, bahkan ia sejatinya justru memiliki watak untuk memisahkan peran agama dari kehidupan. Maka mustahil akan mampu menciptakan masyarakat yang mulia .
Kita sangat membutuhkan perubahan yang hakiki, baik untuk individu, masyarakat, dan negara. Perubahan besar ini hanya akan bisa terwujud bergantung dari sebuah negara yang memiliki aturan yang benar. Sebab, seyogianya negara memiliki peranan besar, apa yang diadopsi negara di dalam mengatur rakyatnya sangatlah berpengaruh pada individu masyarakatnya. Jika negeri ini masih saja mengadopsi sistem yang telah memisahkan peran agama dari kehidupan, maka berpeluang besar negeri ini diambang kehancuran. Ketentraman akan semakin jauh moralitas akan semakin terkikis.
Mengungkapkan fakta bobroknya sistem kapitalis demokrasi memang tidak akan pernah habisnya. Beginilah ketika Islam tidak pernah dilibatkan untuk mengurusi umat. Saatnya kita beralih kepada sistem Islam. Hanya sistem Islam yang dapat membendung keburukan yang ditimbulkan sistem kapitalis demokrasi.
Mengapa harus kembali pada sistem Islam? karena hanya sistem Islamlah yang mampu melindungi, menjaga moral umat. Sistem Islam mampu melindungi semua umat manusia baik muslim maupun nonmuslim. Sistem Islam begitu menakjubkan mampu berjaya hingga 1300 tahun lamanya umat aman dan sejahtera. Itu semua bukanlah mimpi atau hanya fiktif belaka. Sehingga sangat penting dan wajib memperjuangkan untuk mengembalikan penerapan kehidupan Islam dalam seluruh sendi kehidupan
Islam adalah agama yang paling sempurna, jika diterapkan dalam kehidupan maka akan menjadi berkah. Selalu ada solusi untuk mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan, seperti penistaan beragama jika sistem Islam diterapkan maka kejadian tersebut mustahil akan terus berulang karena dalam sistem Islam dalam naungan Khilafah akan langsung menindak tegas pelakunya.
Salah satu bukti adalah sikap tegas Sultan Abdul Hamid ll. Pemimpin kuat terakhir kesultanan Utsmani pada saat itu mengetahui bahwa ada drama komedi tentang kehidupan Nabi Muhammad yang dipertunjukkan di sebuah teater di Paris Prancis. Seorang seniman yang bernama Marquis de Boine yang merupakan salah satu anggota The Academie Franncaise. yang memiliki ide tersebut. Ia sudah menyiapkan siapa pemeran lucu yang akan berperan sebagai muhammad.
Sebagai pemimpin dari negeri muslim terbesar saat itu, bagi beliau ini adalah penghinaan yang tak tertahankan terhadap Islam yang ingin diakhiri oleh Sultan Abdul Hamid II. Beliau menulis surat ultimatum kepada pemerintah prancis. Memberi tahu kepada mereka bahwa beliau ingin pertunjukan drama itu diberhentikan segera sebelum memicu kemarahan umat. Bukan hanya prancis, Inggris pun bahwa drama penghinaan yang sama juga akan dimainkan di London, surat ultimatum serupa pun diberikan oleh Sultan Abdulhamid II. Inggris menanggapi surat sultan dengan menyatakan ini bukan prancis, kami memiliki kebebasan diperbatasan kami.
Setelah menerima surat ini Sultan Abdul Hamid II menulis tanggapan yang cukup keras kepada Inggris dan menyatakan, nenek moyang saya memberikan nyawa mereka tanpa ragu demi kebaikan Islam. Dalam urusan ini saya dengan tegas akan menyiapkan kepada seluruh umat muslim di seluruh dunia dengan memberitahu mereka tentang sikap dan kepongahan anda jika terus melanjutkan dan membiarkan drama tidak sopan ini terjadi. Anda perlu mempertimbangkan apa akibat besar atas keputusan yang anda perbuat.
Inggris akhirnya menyadari bahwa kata-katanya bukanlah ancaman kosong dan akhirnya mereka segera mengakhiri sandiwara itu, Dari sini dapat disimpulkan bahwa betapa tegas sikap seorang khalifah pemimpin dalam sistem Islam keberadaan negara Islam sangat begitu menjaga dinul Islam.
Demikian pula Syeikh Abdurrahman Al-Maliki dalam kitab nizomul uwubat, menyatakan bahwa ucapan yang jelas dan tidak mengundang penafsiran lain. yang mana didalamnya ada penghinaan terhadap Rasulullah maka ia telah kafir. Bahkan Qadhi iyadh menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dikalangan ulama kaum Muslim tentang halalnya darah orang yang menghina Allah, Rasulullah dan juga Kitab Suci Al-Qur'an . Tetapi kebanyakan para ulama menyatakan pelakunya kafir dan bisa langsung dibunuh.
Dalam hal ini pendidikan juga merupakan komponen utama, dalam sistem Islam masyarakat akan senantiasa dijaga aqidah mereka, Negara menerapkan sistem pendidikan Islam, dan dakwah senantiasa bergulir agar umat Islam memiliki kesadaran untuk mencintai agamanya. Demikianlah sangat jelas bahwa keberadaan negara dengan sistem Islam akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga Agama Allah. tidak seperti keberadaan negara pada sistem saat ini yang seakan menyepelekan tak ada ketegasan dalam hal tersebut sehingga penistaan agama selalu terus berulang. walhasil tak ada solusi tuntas untuk mengatasi penistaan agama kecuali dengan penerapan Islam secara kaffah. Wallahu A'lam Bisawab.