| 330 Views

Penguasa Yang populis Penuh Pencitraan Dalam Sistem Kapitalis Tidak Mampu Meningkatkan Layanan Pendidikan, Kesehatan Dan Kemiskinan

Oleh : Kiki Puspita

Pernyataan bahwa pendidikan dan kesehatan berpengaruh dalam pengentasan kemiskinan adalah pernyataan yang tepat. Harapan masyarakat pun muncul ketika pernyataan ini dikatakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam alokasi anggaran tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanan Anggaran(DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke  Daerah(TKD)secara digital, serta peluncuran katalog Elektronik versi 6.0, di Istana Negara Jakarta, pada selasa, 10 Desember 2024.

Program Pemberian  "Makan Bergizi" juga di gadang-gadang sebagai upaya strategis pemerintah agar bisa menyelamatkan anak-anak dari gizi buruk.Sayangnya pernyataan tersebut belum didukung dengan kebijakan, yang mampu mendukung agar program ini dapat terealisasikan ke masyarakat secara total. turunnya anggaran Program "Makan Bergizi "bagi anak-anak, yang sebelumnya dianggarkan Rp.15.000 perporsi menjadi  Rp.10.000 perporsi. Untuk mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi dengan harga Rp.10.000 perporsi dinilai belum cukup untuk membeli makanan yang sehat dan bergizi, melihat sekarang kebutuhan serba mahal. Ditambah lagi naiknya pungutan pajak yang jelas menambah derita masyarakat.

Dikutip dari VIVA.co.id mulai tanggal 9 Desember 2024 iuran BPJS Kesehatan Kelas 1,2 dan 3 akan mengalami kenaikan tarif iuran. Kenaikan tarif iuran BPJS ini tentu akan mempengaruhi anggaran rumah tangga setiap peserta dan akan menjadi beban tambahan di tengah ekonomi masyarakat yang masih serba sulit.

Ketidakpastian terkait iuran BPJS kedepannya akan membuat masyarakat beresiko kehilangan layanan kesehatan, terutama setelah perubahan tarif yang berlaku mulai 9 Desember 2024.

Penerapan sistem Kapitalis inilah yang menjadikan terwujudnya penguasa populis yang penuh dengan pencitraan. Berbagai bantuan dana yang pemerintah berikan kepada masyarakat tidak ubahnya seperti kepulan asap yang segera lenyap akibat tiupan angin.Begitu pula dengan kondisi saat ini, kebijakan demi kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah seolah-olah memberikan solusi di satu sisi. Namun dibalik kebijakan itu justru semakin menambah masalah dan derita baru bagi masyarakat. Masalah kemiskinan sejatinya adalah problematik dalam sistem ekonomi kapitalisme.

Permasalahan pendidikan, kesehatan, serta kemiskinan hanya dapat terselesaikan dengan mekanisme sistem Islam. Dimana dalam sistem Islam akan mampu mendistribusikan kekayaan bagi setiap individu masyarakat. Agar masyarakat tidak pragmatis dengan kemiskinan yang mereka alami.

Standar kemajuan suatu negara menurut Islam berfokus pada kebangkitan pemikiran. Kebangkitan pemikiran ini dalam rangkah menjadikan ideologi Islam sebagai Kepemimpinan berpikir yang akan disebarkan ke seluruh dunia melalui aktivitas dakwah dan jihad oleh negara.

Sistem ekonomi Islam berdasarkan syariat Allah yang penerapannya dilandasi oleh ketakwaan kepada Allah dan dilaksanakan oleh negara Islam.

Sejarah sudah membuktikan ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berhasil mengentaskan rakyatnya dari kemiskinan. Semua rakyatnya hidup berkecukupan, kemakmuran warga kala itu merata ke seluruh penjuru wilayah kekuasan Islam. Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah meminta Gubenur irak Abdul Hamid bin Abdurrahman agar membayar semua gaji dan hak rutin warga di provinsi itu, tetapi ternyata di Baitul mal masih terdapat banyak uang.

Khalifah lalu memerintahkan lagi, jika ada seorang lajang yang tidak memiliki harta dan ingin menikah,
hendaklah orang tersebut dinikahkan dan maharnya dibayarkan. Abdul Hamid kembali menjawab bahwa ia sudah menikahkan semua yang ingin menikah, tetapi di baitul mal masih tersimpan  banyak dana. Khalifah akhirnya memberi pengarahan agar mencari orang yang biasa membayar jiziyah dan kharaj. Jika ada yang kekurangan modal, Khalifah akan memerintahkan agar diberi pinjaman sehingga mampu mengolah tanahnya. Sehingga masyarakat yang hidup dalam sistem Islam akan terjamin kesejahteraannya.

Wallahu A'lam bi ash-shawab.


Share this article via

115 Shares

0 Comment