| 52 Views
Pendidikan Berkualitas Terwujud dalam Sistem yang Jelas
Oleh: Rara Al-Haqqi
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari jenjang kelompok belajar sampai universitas baik formal maupun non formal. Meski dunia pendidikan selalu ada perubahan baik dari kurikulum, materi yang disampaikan, standar yang digunakan dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, banyak sekolah-sekolah yang diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dengan standar yang diharapkan.
Salah satunya, adanya program pemerintah untuk pengenalan Sekolah Garuda secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia hari ini. Terdiri atas 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan 4 titik lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru. Di antaranya di sekolah unggulan SMA Pradita Dirgantara dan SMA Taruna Nusantara di Jawa Tengah yang merupakan Sekolah Garuda Transformasi.
Kemudian launcingnya Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara Boyolali yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam momentum tersebut AHY menyemangati para siswa untuk terus membangun sumber daya manusia yang unggul agar mampu mengahadapi berbagai tantangan dan peluang di abad ke-21. Kemudian AHY juga menambahkan pendidikan di Indonesia harus semakin baik, kesehatan terjangkau, kemiskinan dan ketimpangan sosial berkurang, perumahan, air bersih, dan pangan yang layak dan lain sebagainya membutuhkan dukungan infrastruktur (detikJateng.com, 8 Oktober 2025).
Potret Buram Dunia Pendidikan
Sekolah memiliki standar yang berkualitas dan pendidikan kelas dunia tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Mereka berharap ada perubahan yang lebih baik untuk kehidupan dimasa depan. Apalagi generasi muda yang memiliki semangat besar bisa dimaksimalkan untuk perubahan tersebut. Akan tetapi, problem pendidikan tidak hanya dalam lingkup standar pendidikan saja. Dimana kondisi pendidikan sekarang sangat memprihatinkan, mulai dari guru yang dilaporkan karena kebijakannya sehingga mereka tidak dihargai dan dihormati lagi oleh murid-muridnya. Tidak hanya itu, guru juga disibukkan dengan berbagai administrasi yang menyita waktu mereka untuk mengajar dengan maksimal. Kemudian kasus bullying yang sudah banyak memakan korban, kasus keracunan dan administrasi MBG seperti gunung es dan masih banyak lagi.
Adanya Sekolah Garuda membuktikan jika pemerintah abai dengan kerusakan yang terjadi di dunia pendidikan. Sebab pemerintah tidak memberi solusi dan penyelesaian yang pasti untuk masalah tersebut. Padahal jika problem itu belum terselesaikan maka untuk memujudkan standar Sekolah Garuda tentu akan sulit dan tidak tercapai. Sebab pihak-pihak yang berkontribusi tidak berjalan dengan baik dan maksimal. Padahal pemerintah memiliki peran penting untuk menyelesaikan problem yang ada di pendidikan. Sebab pemerintah memiliki andil dalam menetapkan kebijakan dan sanksi. Sayangnya, peran pemerintah tersebut tidak terealisasi karena sistem yang merusak peran kepemerintahan.
Akibat dari sistem sekarang membuat pemerintah lalai dan abai dengan tanggungjawabnya. Ya, itulah sistem kapitalisme liberaslisme menerapkan kebebasan yang keblabasan. Akibatnya, undang-undang dan kebijakan dibuat sesuai kepentingan. Mereka tidak peduli apakah membantu rakyat atau tidak. Bahkan pendidikan yang wajib diberikan kepada rakyat juga terabaikan. Sebab masih banyak generasi bangsa yang tidak mendapatkan pendidikan karena biaya yang mahal atau mereka tinggal di tempat yang tertinggal dan terpencil.
Islam Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Berbeda jauh jika dibandingkan dengan sistem Islam. Sistem yang memanusiakan manusia karena menerapkan aturan Sangpencipta. Didalam Islam, pendidikan merupakan hal yang mendasar dan menjadi bekal untuk generasi muda. Sehingga pendidikan yang diterapkan jelas tujuan dan out putnya, tidak hanya mencetak generasi yang berkualitas dan mendunia saja tetapi juga generasi yang taat dan mustanir. Sehingga negara akan berusaha dengan semaksimal mungkin agar pendidikan merata ke semua masyarakat. Di dalam pendidikan yang diterapkan pun juga membangun kesadaran hubungan antara peserta didik dengan Allah Swt. Dengan demikian, akan tumbuh generasi yang taat, berakhlak mulia, dan cerdas. Kemudian ilmu yang diberikan pun juga sesuai syariat Islam.
Selain itu, sistem pendidikan juga berlandaskan pada nilai-nilai Islam, seperti Al-Qur'an dan Sunnah, sehingga seimbang antara kebutuhan dunia dan akhirat. Maka akan lebih mudah untuk mengembangkan potensi manusia secara menyeluruh, mencakup aspek spiritual, intelektual, fisik, dan sosial.
Sebagaimana dalam Islam, pendidikan dapat dimaknai sebagai proses manusia menuju kesempurnaan sebagai hamba Allah Swt. dan uswatun hasanah Rasulullah Muhammad saw. yang wajib menjadi panutan seluruh peserta didik. Hal ini dijelaskan Allah Swt. dalam firmannya,
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Sungguh engkau memiliki akhlak yang sangat agung.” (QS Al-Qalam [68]: 4).
Allah Swt. pun berfirman,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh pada diri Rasulullah saw. itu terdapat suri teladan yang baik.” (QS Al-Ahzab [33]: 21).
Selain itu, hasil pendidikan dalam sistem Islam menghasilkan ulama dan ilmuwan muslim. Seperti Ibnu Sina (pakar kedokteran), al-Khawarizmi (pakar matematika), Al-Idrisi (pakar geografi), Az-Zarqali (pakar astronomi), Ibnu al-Haitsam (pakar fisika), Jabir Ibnu Hayyan (pakar kimia), dll.
Jadi, hanya dengan sistem Islam problem dalam dunia pendidikan akan terselesaikan dan teratasi. Sehingga tidak hanya sebatas visi misi atau selogan saja tetapi sudah terbukti. Serta kehidupan guru dan murid akan lebih terjaga dalam pendidikan Islam.
Wallahu a'lam bissowab.