| 13 Views

Palestina Masih Mencekam Dunia Bungkam

Oleh: Yuliana, S.E.

Muslimah Peduli Umat

Badan PBB Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan hujan yang mengguyurJalur Gaza memperburuk situasi sudah sanga mengkhawtirkan. dilaporkan bahwa keluarga di Jalur Gaza terpaksa mencari pengungsian termasuk tenda-tenda darurat.  Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, UNRWA menegaskan bahwa bantuan peralatan untuk tempat tinggal sangatdibutuhkan.

Menurut UNWRA, upaya Internasional untuk menekan Zionis Israil agar memberikan aksesmasuk bantuan ke luar Gaza hingga kini masih terus dilakukan. UNRWA menegaskan bahwamereka tetap melaksanakan tugas kemanusiaannya yang penting di Jalur Gaza mskipun menghadapi kondisi yang sangat sulit bagi warga setempat. Pihaknya juga menyampaikanbahwa sekolah-sekolah miliknya di Gaza masih berfungsi sebagai tempat perlindungan amanbagi keluarga yang mengungsi. Sejak Jumat pagi, Jalur Gaza  berada system tekanan rendahyang disertai massa udara dingin dan hujan lebat. Sehingga memperparah penderitaan 1,5 jutawarga sipil yang mengungsi di wilayah konflik tersebut.

Sementara itu, Israil terus memblockir masuknya matrial perlindungan seperti tenda dan rumahmobil, mengingkari kewajibannya. Berdasarkan perjanjian genjatan senjata yang mulai berlakupada 10 Oktober 2025. Israil telah menewaskan lebih dari 69.000 orang, sebagaian besarperempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023 dan menghancurkan daerah kantong ituhingga rata dengan tanah. Hanya beberapa meter dari balok-balok beton bercat kuning yang menandai garis penarikan pasukan Israil terbaru.

Tenda halawa terletak di tengah reruntuhan rumah dan lahan pertanian. Dengan puing-puingberserarakan di seluruh lanskap tersebut. Pengeboman dan baku tembak terus berlangsung siangmalam.” Katanya, sambal menunjuk kea rah cakrawala di mana debu  terkadang mengepulakibat ledakan. Dia menjelaskan bahwa drone dan tank ditempakan di dekat pembatas bercatkunng tersebut. “tentara Israil hanya berjarak beberapa ratus meter dari sini. Terkadang kami mendengar buldoser merobohkan rumah atau lading (pertanian). Bahkan bergerak beberapalangkah melewati titik ini saja beresiko tinggi.” (Antara, 15-11-2025).

Gencatan Senjata bukanlah Solusi bagi Gaza

Gaza masih dibanjiri Derita. Warga Gaza yang sebagian besar masih tinggal di tenda-tendapengungsian diterpa badai banjir di musim dingin, menyebabkan tenda sobek dan roboh. Hujanyang mengguyur Jalur Gaza memperburuk situasi yang sudah sangat mengenaskan. Tenda-tendayang menampung warga Gaza yang mengungsi tak mampu menahan hujan pertama musimdingin. Bantuan peralatan untuk tempat tinggal sangat dibutuhkan. Hanya saja, pihak Zionisterus memblokir masuknya material perlindungan Sedikitnya 260 warga Palestina tewas danlebih dari 630 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata dimulai (10 Oktober). Meskigencatan senjatan telah disepakati Zionis terus memblokir masuknya material perlindunganseperti tenda dan rumah mobil. Krisis yang terjadi di Gaza ini menunjukkan bahwa gencatansenjata bukanlah solusi selagi akar masalah yaitu penjajah Zionis tidak dicabut. Penderitaanrakyat Palestina akan terus terulang.

Gencatan seringkali direpresentasikan sebagai jalan keluar, walhasil kenyataannya hanyagombalan palsu semata yang tidak pernah mengubah apapun. Bantuan dibatasi, blockade tetapsaja diberlakukan. Rakyat hidup dalam kesengsaraan dan diperlakukan tidak manusiawi. Duniahanya bungkam membisu seribu Bahasa. Seolah-olah Gaza bukan menjadi masalah merekadengan alasan sikap nasionalisme.

Dunia memandang Gaza melalui narasi AS. Media global menyiarkan berita bahwa Gaza baik-baik saja setelah gencatan senjata, opini tersebut hanya menutupi fakta yang sebenarnya terjadi.Mereka mengelabui mata dunia dengan konotasi real bahwa krisis Gaza semakin kritis. LakonanAS menggiring opini global dan berhasil membuat begitu banyak pihak percaya. Mengelabuimata dunia bahwa kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati berhasil menciptakanperdamaian di Gaza. kenyataan yang terjadi sebaliknya keadaan di Gaza di bawah kendali AS semakin memburuk dan mencekam.

Solusi Barat terbukti tidak akan pernah menyelesaikan masalah Palestina, justru mereka inginmelanggengkan penajajahan di sana. Bukan menekan Zionis mereka malah menguatkan penjajahdi sana dengan memberikan perlindungan Diplomatic, bantuan logistic, dan persenjataan. Kegagalan solusi dari Barat selama puluhan tahun membuktikan bahwa mereka tidak pernahberniat untuk menyelesaikan konflik di Palestina. Mulai dari solusi dua negara, genjatan senjata, perundingan damai. Tidak ada satupun yang bisa menyelesaikan masalah. 

Oleh karena itu, penderitaan Palestina tidak akan pernah berakhir selama dunia masih percayadan bergantung pada solusi-solusi busuk Barat. Hal ini hanya memperkuat dan mengekalkanideologi skularisme.

Gaza butuh solusi Islam bukan Barat

Solusi Islam seharusnya menjadi pegangan para pemimpin negeri-negeri Muslim. Gaza butuhjihad dan Khilafah. Khilafah adalah junnah (perisai) yang akan menghapus segala bentukpenjajahan atas warganya. Islam memndang penjajahan terhadap negeri Palestina sangat jelas.Para ulama telah sepakat kewajiban berjihad fii sabilillah untuk mengusir penjajah. Imam IbnuQudamah al-Maqdisi (620 H) menyatakan bahwa juika kaum kafir menduduki suatu negeri kaumMuslim maka penduduk negeri itu wajib memerangi kaum kafir tersebut. Jika mereka tidakmampu maka kewajiban itu meluaskepada kaum Muslim yang ada di negeri sekitarnya (IbnuQudamah Al-Mughni, 9/228)

Sebagaimana yang tertuang dalam Al-Quran yang memerintahkan jihad. Di antaranya Allah SWTberfirman:

Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memrangi kalian. (TQS al-Baqoroh [2]:190)

Sebagai bukti cinta terhadap Gaza seharusnya diwujudkan dalam bentuk fii sabilillah mengusirIsrail, bukan mengakui eksistensi negara zionis. Inilah yang Allah wajibkan.kewajiban inidiabaikan oleh penguasa Muslim. Mereka lebih memilih tunduk kepada Barat, dan PBB. Merekapersembahkan loyalitas mereka kepada pihak-pihak yang sebenarnya bersubhat membantaiPalestina.

Panggilan buat kita kaum Muslim. Kita membutuhkan kepemimpinan global yang benar-benarmelindungi kita. Yaitu Khilafah Islam yang telah diwajibkan oleh Syari’at Islam. Hanya Khilafahyang mampu menjadi prisai umat Islam sedunia. Hanya yang bisa memelihara kehormatan, harta, dan jiwa umat Islam sedunia. Khilafah akan memimpin lalu mengibarkan jihad fiisabilillah untuk mengusir penjajah dari negeri-negeri Muslin, terkhusus Palestina.

Sikap penguasa Muslim yang condong kepada pemimpin zalim sama artinya dengan menyetujuikezaliman mereka.Allah SWT memperingati kita semua:

Janganlah kalian condong kepada orang-orang yang zalim sehingga kalian nanti akandisentuholeh api neraka. (TQS Hud [11]: 113).

Wallahua’lam.

 


Share this article via

3 Shares

0 Comment