| 156 Views

Momentum Bersatunya Umat Sepulangnya Mereka Dari Ibadah Haji

Oleh : Sumarini

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Hari Raya Idul Adha 1446 H segera tiba. Organisasi keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan tanggal pasti Hari Raya Idul Adha. Apakah Hari Raya Idul Adha antara Muhammadiyah, pemerintah dan NU akan sama atau berbeda?

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan jadwal peringatan Hari Raya Idul Adha 1446 pada Jumat 6 Juni 2025. Penetapan Idul Adha 2025 tersebut tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1446 Hijriah.

Berharap penetapan tanggal pasti penentuan Idul Adha akan sama di seluruh wilayah negara kita, demikian juga dengan negara-negara lain yang punya perbedaan waktu yang hanya selang beberapa jam, namun masih saja ditemui perbedaan antara beberapa Organisasi keagamaan, dan juga pemerintah bahkan negara tetangga yang seharusnya tidak berbeda dalam menetapkan dan menentukan kapan datangnya Idul Adha.Dan semoga ini akan segera berakhir dengan segala perbedaan yang seharusnya umat islam tadi bersatu dalam rangka apapun itu termasuk juga dalam perjuangan demi menegakkan kembali islam di muka bumi ini dalam bingkai persatuan umat yang hakiki tentunya

Idul Adha yang merupakan puncak daripada ibadah haji dimana takbir menggema di seluruh penjuru dunia terkhusus di tanah suci yang mana jutaan jemaah haji menunaikan ibadah agung dan menggemakan zikir yang berisikan pujian keagungan Allah Swt sekaligus juga merupakan bentuk rasa syukur bisa menginjakkan kaki di Rumah Allah yaitu Baitullah dengan mengharapkan rahmat dan juga ampunan darinya. Bersama-sama mereka dari berbagai wilayah yang berbeda, di seluruh dunia, yang membawa mereka ke pada satu tujuan yaitu untuk melaksanakan perintah Allah yang ke lima sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah.

Haji yang merupakan simbol dari persatuan umat selalu diharapkan menjadi momentum di mana ketika sepulangnya mereka nanti dari melaksanakan ibadah haji maka kebersamaan itu akan tetap terjalin dalam bentuk bersatunya umat islam yang akan membawa mereka, kita semua kepada Tuhan yang sama, meski kita berbeda ras, bahasa, dan juga status sosial namun itu bukan alasan yang membuat kita tidak bersatu.

Ibadah haji juga diharapkan akan menyatukan kita pada sikap solidaritas kita kepada sesama muslim, selain kita Muslim rela berkorban juga punya sikap perduli kepada sesama dan ini benar-benar harus ada di benak kaum Muslim terutama bagi mereka yang habis menunaikan ibadah haji, meski sayang saat ini hal itu belum juga bisa nyata kita dapatkan, seperti yang kita lihat semangat persatuan itu hanya sebatas ketika mereka melaksanakan ibadah haji saja dan sekembalinya mereka dari sana semuanya sedikit demi sedikit mulai hilang dan pada akhirnya pudar saat sampai di negeri nya masing-masing.

Inilah yang menjadikan persatuan itu tidak pernah hakiki seperti dalam harapan kita, tujuan setiap umat Muslim dalam berhaji patut untuk kita pertanyakan saat ini, apa sih tujuan yang sebenarnya dari mereka...? Kalau benar mereka melaksanakan perintah haji sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah tentu bukan menjadikan mereka orang-orang yang tidak perduli akan sesama seperti saat ini. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah bukti dari ketaatan total, hingga kita sadar bagaimana ketika saudara kita sesama Muslim yang saat ini tengah terzolimi yaitu mereka yang ada di Palestina adalah bagian dari penderitaan kita juga, maka mengapa kita tidak tergerak untuk segera ikut berjuang bersama-sama demi kemerdekaan mereka.

Inilah penting nya berideologi islam dalam rangka menumbuhkan sikap semangat dalam ketaatan total kepada Allah dengan sebenar benarnya, kesadaran akan itu semua yang akan membuat kita melangkah ke pada membela agama Allah dan juga membantu kesulitan yang dialami saudara kita di Palestina saat ini yang sedang butuh kita. Sebab antara ibadah haji dengan berjihad di jalan Allah adalah serupa nilainya.

Oleh sebab itu sudah saatnya umat islam menjadikan ibadah haji sebagai momentum untuk kebangkitan umat, membangun persatuan, persatuan yang hakiki tentunya. Namun pertanyaannya apakah sistem ini mendukung akan hal itu!! Tentu kita sudah tau jawabannya, kapitalisme yang hanya cenderung kepada manfaat semata tak akan mampu untuk mempersatukan umat islam.

Dan ini hanya akan terjadi ketika ada Institusi pemerintahan global yang dapat mempersatukan kita, yaitu Institusi khilafah 'alaa Minhaaj an Nubuwwaah, demikianlah yang telah diisyaratkan Oleh Baginda Rasulullah saw. Dan semoga ini akan segera terwujud, Bersama para pejuang syari'ah yang inginkan Islam kembali tegak dimuka bumi ini dan juga atas Izinmu ya Allah..... Amin.

Wallaahu a' lam bi ash shawaab.


Share this article via

59 Shares

0 Comment