| 513 Views
Moderasi Beragama Menyasar Para Pelajar
Oleh : Ummu Ara
Sebanyak 500 pelajar di Balikpapan berkontribusi dalam kegiatan bertajuk 'Sosialisasi Moderat Sejak Dini' yang mengangkat tema "Cinta Tuhan dengan Mencintai Indonesia.
Iriana Joko Widodo (Jokowi), Ibu Wury Ma'ruf Amin dan sejumlah istri menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) menggaungkan Moderasi Beragama kepada ratusan pelajar lintas agama di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Ini ditujukan untuk menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.
(11/9/2024). Kegiatan ini turut dihadiri para istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) KIM.
Masih di tempat yang sama Istri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno Yaqut, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sengaja menyasar kalangan pelajar sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Moderasi Beragama sejak dini. Dengan menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini, diharapkan dapat membentuk para pelajar yang cintai damai dan toleran.
Kegiatan yang diselenggarakan di kalangan remaja terutama pelajar perlu dikritisi apakah problem remaja saat ini dapat diatasi dengan moderasi beragama?
faktanya persoalan remaja ialah dekadensi moral remaja yang makin parah
Pergaulan bebas, kekerasan, narkoba, perundungan dan lain-lain. Baru baru ini di boyolali Polisi telah mengamankan empat tersangka anggota perguruan silat yang diduga kuat terlibat dalam penganiayaan terhadap Aan Henky Damai Setiawan (16), seorang remaja asal Dusun Genengan, Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali. Akibat perbuatan keji tersebut, Aan mengalami multiple injury dan meninggal dunia.
Miris, persoalan remaja memang tidak pernah tuntas diselesaikan, solusi yang diberikan tidak lain hanyalah solusi tambal sulam yang tidak mengenai pada akar permasalahannya.
Moderasi beragama yang menjalar di institusi pendidikan pada dasarnya di tunjukan untuk menangkal radikalisme yang dipandang sebagai musuh ideologi kapitalisme, tujuannya agar generasi memiliki profil yang moderat dalam beragama yang justru itu malah menjauhkan diri mereka dari profil remaja islam.
Nampaknya kekhawatiran negara bukan rusaknya moral remaja saat ini akan tetapi ancaman kebangkitan islami, perlu diketahui bahwa moderasi beragama adalah proyek barat yang artinya menerima pemikiran kebebasan dalam beragama seperti pindah pindah agama dengan mengatasnamakan HAM atau mencampur adukan ajaran agama dengan mengatasnamakan toleransi.
Remaja terkhususnya para pelajar muslim sudah seharusnya menjadi duta islam yang mengambil pemikiran islam dan meninggalkan pemikiran barat .
Pasalnya profil remaja muslim saat ini jauh berbeda dengan profil remaja muslim pada masa kejayaannya islam, saat islam berjaya banyak ilmuan ilmuan muda yang menciptakan dasar dasar ilmu sains, matematika, fisika dan lain lain, selain itu aqidah mereka yaitu islam di bentuk dan di jaga oleh negara sehingga dari sinilah mereka dapat menjadi remaja remaja yang tangguh dan dan produktif, tak heran jika peradaban saat itu sangat maju dibandingkan dengan peradaban Barat.
Membangun peradaban yang mulia hanya mampu di cetak oleh negara yang menerapkan syariat islam secara kaffah.
Negara akan menjaga kualitas remaja dan mengupgrade mereka dengan ideologi islam melalui sistem pendidikan yang di terapkan, kebiasaan amar ma'ruf nahi munkar yang dijalankan di tengah masyarakat sehingga terwujudlah generasi islam rahmatan lil alamin.