| 176 Views

Marak Hubungan Sedarah, Runtuhnya tatanan Keluarga Dalam Sistem Sekuler Kapitalisme

Oleh: Ummu Amira

Belakangan ini di media sosial banyak sekali berita yang mengejutkan dan membuat masyarakat resah terkait dengan fenomena inses atau hubungan sedarah. 

Ditambah lagi dengan munculnya sebuah grup yang ada di aplikasi facebook dengan nama ''fantasi sedarah''  dengan pengikut lebih kurang 32 ribu orang. Di dalamnya berisi orang-orang yang sudah seperti kehilngan akal sehatnya. Di sana mereka saling menceritakan pengalaman seks yang mereka lakukan dengan keluarga atau kerabat terdekat mereka.

Hal ini sangat meresah kan masyarakat. Sehingga harus ada panangan segera lewat jalur hukum. Dikutip dari Beritasatu.com - Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan terhadap Perempuan mendesak kepolisian untuk menindaklanjuti secara menyeluruh kasus grup Fantasi Sedarah yang viral di Facebook dan telah menimbulkan keresahan publik. (17/05/2025)

Selain itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta polisi mengusut grup Facebook dengan nama "fantasi sedarah". Sebab konten itu mengandung unsur eksploitasi seksual dan telah meresahkan masyarakat. Republika.co.id (17/05/2025)

Beginilah ketika kita hidup jauh dari aturan sang pencipta. Memisahkan agama dari kehidupan atau yang sering disebut dengan sekulerisme. Yang di dalam nya manusia diberi kebebasan untuk bertingkah laku tanpa memandang apakah sebuah perbuatan itu melanggar hukum syara' atau tidak.

Nafsu membuat mereka tidak memperdulikan halal dan haram nya sebuah perbuatan. Sampai-sampai mereka sanggup merusak keutuhan kelurga sendiri demi memenuhi syahwat. Kelurga telah rusak, dan bahkan sistem kelurga muslim telah runtuh.

Dan ini merupakan salah satu bukti bahwa negara telah gagal menjaga kemuliaan manusia. Ini dikarenakan negara kita menganut sistem sekuler kapitalis yang rusak dan merusak. Yang mana aturan dibuat hanya sesuai dengan akal manusia dan mengikuti hawa nafsu semata.

Islam merupakan aturan hidup yang sempurna. Mengatur kehidupan diseluruh aspek kehidupan. Baik itu hablum minallah. Hablum minannas dan hablum minnafsh.

Dan didalam islam  negara diwajibkan untuk mengurusi umat. Dan menjamin terjalankan nya hukum-hukum Allah dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Serta memeberi sanksi yang keras dan memberi efek jera terhadap pelaku yang melanggar hukum Allah, apalagi melakukan dosa besar seperti perbuatan inses.

Dalam Islam, inses (hubungan sedarah) dianggap sebagai perbuatan yang sangat
tercela dan diharamkan.

Sebagaimana Allah berfirman dalam surat annisa ayat 23:

"Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Di dalam firman Allah itu sudah sangat jelas sekali keharaman dari hubungan sedarah atau inses, maka dari itu Islam menekankan pentingnya menjaga kesucian dan moralitas dalam hubungan keluarga dan masyarakat.

Islam juga menekankan pentingnya pencegahan dan pendidikan yang tentu nya berbasis aqidah untuk menghindari perbuatan inses dan dosa-dosa lainnya.

dan mewajibkan masyarakat untuk saling beramarmakruf nahimunkar serta memberi kebijakan media yang layak dikonsumsi oleh masyarakat atau tidak. Tentu semua bejalan dengan landasan hukum syara'.

Maka dari itu Islam merupakan solusi tuntas dalam segala permasalahan yang terjadi termasuk perbuatan inses. Mari kita kembali kepada Islam, agar hidup kita tenang, damai, sejahtera dan jauh dari dosa-dosa kemaksiatan.

Kita terapkan Islam kembali secara kaffah dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara dalam sebuah institusi yang bernama Khilafah.


Share this article via

54 Shares

0 Comment