| 376 Views
Makan Siang Gratis Solusi Atau Ilusi
Oleh : Agustina
Dosen Filsafat
Makan gratis seringkali dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah kelaparan dan kesulitan ekonomi. Namun, kenyataannya makan gratis menjadi bumerang bagi Negara, biaya yang tidak efektif jika tidak diimplementasikan dengan baik. Biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan makanan gratis dapat lebih besar daripada manfaat yang diperoleh (kompas.id,2024).
Makan gratis dapat membuat masyarakat menjadi mental miskin, karena tergantung pada program ini. Hal ini dapat mengurangi kemampuan masyarakat untuk membiayai makanan sendiri dan meningkatkan ketergantungan pada bantuan, terus menerus. Sehingga mental mandiri dan berjuang makin hari, semakin berkurang. Hal ini berdampak buruk untuk kemajuan Indonesia emas.
Solusi atau Beban Jangka Panjang?
Dalam konteks makan siang gratis ala Prabowo-Gibran, ada banyak risiko yang berpotensi ditanggung di kemudian hari, antara lain defisit fiskal yang melebar, beban utang yang membengkak hingga lintas generasi, serta kenaikan biaya hidup akibat inflasi. Makan gratis bisa jadi bukan solusi yang terbaik, sebab tidak terlalu memberikan manfaat yang signifikan. Penting untuk mempertimbangkan biaya dan keefektif program sebelum mengimplementasikan program makan gratis (kumparan.com, 2024).
Jika program bantuan makanan ini terus berjalan dalam jangka waktu lama, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Anak-anak dan keluarga dapat mengembangkan ketergantungan pada bantuan makanan ini, tanpa memperbaiki pola makan dan kebiasaan sehat di rumah. Dalam jangka panjang, ketergantungan pada bantuan makanan ini bisa merusak inisiatif masyarakat untuk swadaya dalam menjaga asupan gizi yang seimbang. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa strategi seperti memberikan pendidikan gizi, pengembangan kemampuan, pengelolaan sumber daya, dan pengawasan serta evaluasi untuk memastikan bahwa program tersebut efektif dan tidak menimbulkan ketergantungan.
Solusi Hakiki dalam pandangan Islam
Dalam Islam, terdapat beberapa solusi hakiki untuk mengatasi kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan makanan gratis. Zakat dan sedekah merupakan salah satu cara untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, serta infak dan wakaf dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Islam juga mendorong umatnya untuk bekerja keras dan berusaha untuk mencapai keberhasilan ekonomi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bantuan makanan gratis. Prinsip-prinsip Islam seperti keadilan, kesetaraan, kemandirian, dan kemanusiaan juga sangat penting dalam mengatasi kemiskinan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, umat Islam dapat mengatasi kemiskinan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan makanan gratis.
Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, terjadi paceklik yang menyebabkan kelaparan melanda kaum muslimin. Umar bin Khattab sangat memprihatinkan keadaan ini dan berusaha untuk menolong rakyatnya. Suatu malam, Umar bin Khattab dan sahabatnya, Aslam, melakukan rondaan untuk melihat keadaan rakyatnya. Mereka tiba di sebuah rumah kecil yang kumuh, di mana seorang ibu dan anak-anaknya menangis karena kelaparan. Ibu itu sedang memasak batu dalam periuk untuk menghibur anak-anaknya, karena tidak memiliki makanan untuk dimasak (eramuslim.com).
Umar bin Khattab sangat terharu melihat keadaan ini dan memutuskan untuk membantu mereka. Ia meminta Aslam untuk membantunya mengambil makanan dari Baitul Mal, dan kemudian mereka kembali ke rumah ibu itu untuk memasak makanan bagi anak-anaknya. Umar bin Khattab sendiri yang memasak dan memberikan makanan kepada anak-anak itu. Keesokan harinya, Umar bin Khattab memanggil ibu itu ke istananya dan memberikan kepadanya uang dan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya. Ibu itu sangat terharu dan berterima kasih kepada Umar bin Khattab, tanpa mengetahui bahwa orang yang membantunya itu adalah Khalifah sendiri.
Hikmah dari Makan Gratis Solusi atau Ilusi
Kisah ini menunjukkan betapa besar kepedulian Umar bin Khattab terhadap rakyatnya, dan bagaimana ia berusaha untuk menolong mereka dalam kesulitan. Ia adalah contoh seorang pemimpin yang adil dan bertanggung jawab.
Hikmah dari Makan Gratis
Makan gratis seringkali dianggap sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Namun, kisah Umar bin Khattab yang membantu rakyatnya yang kelaparan dengan cara yang sangat sederhana namun efektif, memberikan kita beberapa hikmah penting. Umar bin Khattab tidak hanya memberikan makanan gratis, tetapi juga berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup rakyatnya dengan cara yang lebih berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa makan gratis tidak selalu menjadi solusi yang efektif dalam jangka panjang. Kita perlu memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap orang-orang yang membutuhkan, serta berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang adil dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kita dapat belajar dari kisah Umar bin Khattab tentang pentingnya memiliki pemimpin yang adil dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.