| 20 Views

Lemahnya Hukum di Sistem Kapitalisme Perdagangan Bayi semakin Marak

Ilustrasi. (Foto: Antara)

Oleh: Yanti 

Rumah bukan lagi tempat yang nyaman bagi seorang anak, faktanya, seorang ibu yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak anaknya tetapi justru menjadi pelaku kriminal, yang dengan teganya menjual anak yang baru dilahirkannya dengan alasan himpitan ekonomi. Kesulitan ekonomi di jadikan alasan utama untuk mencukupi kebutuhan hidup, bahkan sampai menghalalkan segala cara termasuk menjual anak kandungnya sendiri.

Seperti kasus yang baru baru ini terjadi, tepat nya di Deli Serdang  di mana ada seorang ibu yang tega menjual bayinya dengan harga yang tak seberapa. Ini adalah salah satu dari sekian banyak kasus perdagangan anak dan bayi yang dilakukan oleh orang terdekat keluarga bahkan ibu kandung sendiri. Kasus di Deli Serdang ini terungkap oleh satuan reserse kriminal Deli Serdang, rata-rata bayi ini dijual dengan harga 10 sampai 15 juta per bayi (kompas.com).

Banyak alasan di balik maraknya kasus ini diantaranya himpitan ekonomi, judol, pinjol dan keinginan untuk mendapatkan uang dengan cara yang mudah dan cepat. 

Semua ini terjadi karena penerapan sistem yang rusak di negara ini yaitu sistem kapitalis yang mengakibatkan hilangnya rasa cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anak kandungnya sendiri dan pada sesama manusia.

Yang perlu dipertanyakan adalah di mana peran negara saat ini khususnya dalam menangani kasus perdagangan bayi ini. Negara sangat abai dan lalai dalam menangani kasus semacam ini dan negara tidak mampu memberikan hukuman yang tegas dan memberi efek jera kepada para setiap pelaku, sehingga menjadikan perdagangan anak dan bayi akan terus marak di negara ini.

Sungguh umat saat ini, butuh perlindungan dan periayahan dari penguasa, baik untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari serta untuk melindungi dari segala bentuk kejahatan yang menimpa dan mengancam umat saat ini, tentunya perlindungan yang diinginkan adalah perlindungan yang menyeluruh, bukan perlindungan sesaat ataupun pencitraan saja. Sungguh umat sudah lelah dengan basa-basi yang diberikan oleh penguasa, janji yang diberikan hanya tinggal janji, dan solusi hanya mimpi.

Sejatinya hanya Islam yang mampu memberikan solusi atas semua masalah yang terjadi, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik dan hukum.Islam akan menyelesaikan setiap masalah sampai ke akar-akarnya ,karena Islam bukan sekedar sebuah agama tetapi Islam merupakan aturan dan hukum yang mencakup semua aspek kehidupan.

Standar perbuatan dalam Islam adalah terikat dengan hukum syara yaitu halal dan haram, dan anak adalah anugerah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang tidak boleh diperdagangkan, apalagi perdagangan anak akan membahayakan akidah, nasab dan nyawa dari sang anak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah Azza Wa Jalla berfirman,
"Tiga golongan yang Aku akan menjadi musuh mereka pada hari kiamat, pertama, seseorang yang bersumpah atas nama-Ku lalu ia tidak menepatinya, kedua, seseorang yang menjual manusia merdeka dan memakan hasil penjualannya, dan ketiga, seseorang yang menyewa tenaga seorang pekerja yang telah menyelesaikan pekerjaan itu, tetapi ia tidak membayar upahnya (HR Bukhari dan Ahmad).

Demikianlah, sudah selayaknya kita kembali kepada sistem yang benar yaitu Islam kaffah, yang  akan menjauhkan kita dari segala tindak kriminal termasuk perdagangan manusia anak-anak dan bayi, maka dari itu hendaklah kita semua sadar dan kembali kepada Islam sehingga terciptanya keadaan yang aman dan damai bagi semua manusia.

Wallahu a'lam bishowab.


Share this article via

24 Shares

0 Comment