| 173 Views
Krisis Moral Pendidikan Generasi, Bukti Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler
Spanduk tuntutan di SMAN 1 Cimarga. (Ist.)
Oleh: Ruji'in
Relawan Opini Andoolo, Sulawesi Tenggara
Krisis pendidikan pada generasi muda semakin menghawatirkan. Generasi muda adalah aset negara. Di mana mereka akan dicanangkan sebagai generasi emas dan penerus peradaban. Sudah seharusnya setiap generasi dijaga dan dilindungi dari segala pengaruh buruk. Namun sungguh ironis dengan fakta hari ini, generasi dan khususnya para pemuda malah menjadi penyebab kerusakan negara. Karena semua itu dibentuk oleh sistem yang ditetapkan di tengah-tengah mereka.
Kegagalan generasi ini bukanlah karena kebodohan melainkan karena kehilangan arah. Saat ini generasi muda bukan dituntun oleh wahyu tetapi dibesarkan oleh layar. Bahkan tumbuh dalam dunia yang memang dirancang untuk menjauhkan mereka dari adab. Hadirnya peran orang tua yang bisa menanamkan kesadaran iman adalah peran sebagai pendidik bukan hanya pengatur.
Dunia modern saat ini mencetak generasi seperti produk pabrik, pandai bicara tetapi hatinya hancur. Karena yang lahir adalah generasi yang tumbuh tanpa tauladan dan nasehat. Alhasil mereka menjadi generasi yang berminset tanpa Islam (liberal). Faktanya mereka tahu ayat, tapi tidak paham arah hidup. Namun sesungguhnya mereka bukanlah generasi yang telah gagal, tetapi generasi yang menunggu dibimbing dengan sabar dan cerdas.
Seperti dilansir DetikNews, heboh Kepala SMAN 1 Cimarge, beliau menampar muridnya yang ketahuan merokok dalam sekolah di Kabupaten Lebak, Banten. Tindakan Kepala Sekolah (Kepsek) membuatnya dinonaktifkan dari jabatannya. Peristiwa itu bermula saat kegiatan 'jumat bersih' di sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa soal kebersihan. Siswa tersebut tidak mengikuti kegiatan dan terlihat merokok di area kantin sekolah. Fitri lantas diduga menampar siswa tersebut dengan maksud mendisiplinkan. Namun prilaku fitri viral di media sosial hingga membuat orang tua siswa yang ditampar melapor ke polisi, Rabu (15/10/2025).
Dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Faktanya ketika menegakkan kedisiplinan dianggap suatu yang kejam, namun pelanggaran malah diberikan pembelaan. Ketika generasi muda diberikan hak dengan panggung kebebasan tanpa adab. Maka sesungguhnya sedang menyiapkan generasi yang hancur. Nyatanya, hari ini mereka selalu alergi terhadap teguran atau nasehat tetapi sangat haus akan pembelaan. Hal itu disebabkan mereka sejak kecil sudah diberikan suguhan tontonan adab yang kurang baik, seperti merendahkan guru, membantah orang tua dan menuhankan kebebasan. Maka tidak heran jika pola pikir mereka jauh dari syariat Islam.
Krisis pendidikan generasi hari ini sesungguhnya berakar pada sistem pendidikan sekuler. Sistem yang memisahkan ilmu dengan iman sehingga lahirlah generasi yang pintar tetapi miskin akhlak. Alhasil, generasi saat ini kehilangan arah. Dan tidak heran jika hari ini tujuan pendidikan hanya berasaskan manfaat atau ajang dalam mencari bakat saja bukan membentuk pribadi yang bertaqwa. Rasulullah bersabda yang artinya: "setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi". (H.R. Bukhari dan Muslim).
Kini fitrah itu dirampas baik oleh sistem, kurikulum yang tanpa arah, dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama mencari materi tanpa batas halal dan haram. Sehingga generasi tidak lagi memahami dirinya sendiri bahwa dia adalah hamba Allah yang wajib melakukan perintah dan menjauhi laranganNya.
Dalam Islam, setiap generasi dibentuk menjadi generasi yang cemerlang. Bukan saja dibentuk menjadi generasi cerdas tapi juga mencetak insan yang berkepribadian Islam yaitu dengan membentuk pola pikir dan pola sikap agar sesuai dengan syari'at Islam. Bahkan penyelenggaraannya diberikan pendidikan gratis dan berkualitas untuk seluruh umat. Dalam sistem Islam, generasi adalah aset yang akan menjadi pilar-pilar peradaban. Dipundak merekalah masa depan peradaban yang mulia akan digantungkan. Dan hanya dengan menerapkan sistem pendidikan Islam, maka semua umat akan lahir dan terbentuk generasi yang unggul, bertaqwa dan berakhlak mulia.
Waalahu a'lam Bhis-shawab.