| 62 Views

Kriminalisasi Gen-Z: Mulai Sadar Politik

Kericuhan demo 25 Agustus 2025 di sekitar Gedung DPR (foto: Arif Julianto)

Oleh: Nani
Kab. Bandung

Penetapan 295 tersangka berusia anak dalam kerusuhan pada akhir Agustus 2025 menjadi sorotan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengingatkan kepada pihak kepolisian agar mengkaji kembali apakah penetapan tersangka ini sudah sesuai dengan hukum acara pidana dalam sistem peradilan pidana anak (SPPA). Karena jika tidak sesuai dengan SPPA) dikhawatirkan bisa terjadi potensi atau risiko pelanggaran HAM dalam proses pendekatan hukum. Kompas.com, (26/9/2025).

Saat ini gen-z sudah mulai sadar politik dan senantiasa menuntut untuk perubahan atas semua ketidakadilan ini. Namun sayang,  kesadaran politik itu justru malah dikriminalisasi dengan label anarkisme. Jelas ini adalah suatu bentuk pembungkaman secara nyata agar generasi muda tidak kritis terhadap penguasa. Semua ini terjadi karena dampak dari diterapkannya sistem kapitalisme. Demokrasi kapitalisme hanya akan memberi ruang pada suara yang sejalan, sementara yang mereka anggap mengancam akan dijegal atau dikriminalisasi. Maka sudah saatnya kita beralih kepada sistem Islam agar kita mendapat keadilan yang nyata.

Islam sangat mewajibkan amar ma'ruf nahi munkar, termasuk mengoreksi penguasa ketika berbuat zalim bukan malah membungkam suara kritis. Pemuda adalah tonggok perubahan dan kesadaran politik mereka harus diarahkan pada perubahan yang hakiki yaitu Islam secara kaffah. Sudah saatnya kita saling memahamkan agar segera tegaknya khilafah Islamiyah. Khilafah akan membentuk para pemuda dengan pendidikan berbasis aqidah Islam sehingga kesadaran politik mereka akan sangat terarah untuk senantiasa memperjuangkan ridha Allah, bukan hanya sekedar luapan emosi seperti anarkisme.

Wallahu'allam bish-shawab.


Share this article via

29 Shares

0 Comment