| 13 Views

Konflik AS-Iran, Kekuatan Umat Muslim Berada Pada Kesatuan Umat

Oleh: Ummu Nayra

Aktivis Dakwah 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai semua tujuan militernya di Iran dan menggambarkan situasi tersebut sebagai “kemenangan penuh” setelah gencatan senjata, ia juga mengatakan bahwa rencana 10 poin yang diajukan oleh Teheran tampaknya memberikan dasar bagi negosiasi. (ANTARA News )

Sementara itu Dewan Keamanan Tertinggi Iran merespons usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan serangan selama 2 minggu ke Iran. Dewan Keamanan mengklaim Iran telah menang melawan AS dan Israel.

Dilansir CNN dan Al Jazeera berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Rabu (8/4/2026), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana 10 poinnya.
(detikNews)

Dapat disimpulkan bahwa ternyata tidak ada kemenangan yang mutlak antara AS maupun Iran. Dalam konflik modern ini faktanya bahwa kemenangan tidak lagi ditentukan oleh dominasi militer semata, melainkan juga kemampuan dalam membangun persepsi publik global.

Iran sebagai salah satu negara yang berinisial muslim nyatanya mampu dalam melakukan perlawanan terhadap US yang dianggap sebagai negara adidaya dan memiliki kekuatan yang absolut. Ini membuktikan bahwa bila satu negara saja mampu untuk melawan, maka bisa dibayangkan bagaimana bila seluruh negara muslim bersatu untuk melakukan satu kesatuan.

Apalagi dalam hal sumber daya alam, sesungguhnya negara muslim sangatlah kaya. Namun yang disayangkan bahwa tidak sedikit penguasa negeri muslim nyatanya justru melemahkan posisi umat dengan melibatkan diri berada dipihak barat. Walaupun sebahagian yang lain justru berada dipihak sebaliknya. Dalam hal demikian tentunya tidak terlepas dari pengaruh kepentingan politik, ekonomi, dan keamanan masing-masing rezim semata .

Allah SWT berfirman dalam QS. As-shaff:04

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ 

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."

Ayat ini menunjukkan bahwa pentingnya solidaritas bagi umat muslim tanpa harus mementingkan kepentingan pribadi dan mementingkan diri sendiri. Padahal umat muslim bak satu tubuh yang terhubung antara yang satu dengan yang lain.

Kekuatan umat muslim tentu saja akan terwujud dengan bersatunya seluruh umat dalam sistem yang mampu menyatukan negeri-negeri muslim, dan bukan pula atas dasar kepentingan individu pribadi, melainkan hanya karena kesatuan mereka sendiri atas dasar persatuan umat Islam yang menyeluruh.

Sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa Islam mampu memimpin selama 13 abad dalam satu politik Islam yang sekaligus menyatukan potensi militer, Sumber Daya Alam, dan Sumber Daya Manusia dalam satu visi lewat kepemimpinan yang satu pula yakni Khilafah Islamiyah.

Wallahu a'lam bishawwab


Share this article via

0 Shares

0 Comment