| 100 Views

Khilafah dan Jihad, Solusi Tuntaskan Masalah Palestina

Oleh: Titi Hayati

Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok

Derita Muslim Gaza sampai saat ini tidak kunjung berhenti. Mereka masih terjajah dan terus berada dalam teror genosida Zionis Yahudi. Sudah tak terhitung lagi warga Palestina tewas sejak Zionis Yahudi kembali melanjutkan operasi militernya pada 18 Maret 2025. Zionis Yahudi juga memblokade bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza dengan menutup satu-satunya pintu masuk bantuan yaitu Raffah. Akibatnya 2,4 juta penduduknya terancam kelaparan dan kekurangan obat-obatan. 

Dalam agresi sebelumnya, mereka sudah menghancurkan berbagai fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Banyak warga Gaza yang terluka tidak mendapatkan perawatan medis yang layak. PBB melaporkan, sebagian besar fasilitas kesehatan rusak parah bahkan sebagiannya hancur akibat serangan tersebut.

Ingatlah, Gaza wajib dibela. Siapa saja yang mengaku Muslim wajib memberikan pembelaan atas penderitaan yang dirasakan saudara seiman, termasuk kaum Muslim Gaza. Rasulullah saw telah berpesan, "Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagimana ia mencintai dirinya sendiri (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah mungkin seseorang yang sakit mengabaikan bagian tubuhnya yang lain sakit? Begitulah seharusnya yang dilakukan sesama Muslim jangan sampai ada seorang Muslim pun mengabaikan penderitaan kaum Muslim lain di belahan dunia manapun, termasuk Gaza. Dalam hadits qudsi Allah SWT mengingatkan,"Hai anak adam! Aku sakit, namun engkau tidak menjenguk aku!"(anak adam berkata), "Tuhanku bagaimana aku menjenguk Engkau, sementara engkau adalah tuhan Seluruh alam semesta?" Allah SWT menjawab: "Tidakkah engkau tahu hamba-Ku Si fulan sakit. Namun engkau tidak menjenguknya? Tidakkah  engkau tahu jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapati aku ada di sisinya?" (HR Muslim). 

Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memberikan perhatian, pembelaan dan pertolongan kepada kaum Muslim di Gaza dengan sekuat tenaga, dengan memberikan bantuan harta, tenaga, ataupun seruan dakwah membebaskan mereka juga senantiasa mendoakan mereka agar selalu mendapat pertolongan Allah SWT, sekaligus mendoakan kehancuran untuk zionis Yahudi dan egara-negara pendukungnya.

Seruan Jihad
Memang sudah nyata satu-satunya solusi yang sesuai ajaran Islam untuk mengatasi krisis Gaza adalah jihad fiisabilillah, yaitu tidak lain dengan mengerahkan kekuatan militer untuk melindungi warga Gaza dan mengusir entitas Yahudi, bukan dengan jalan diplomatik, apalagi sekadar retorika basa basi yang selama ini dimainkan para pemimpin Arab dan dunia Islam.

Al-Qur'an telah memerintahkan jihad defensif (jihad difaa'i) atas setiap invasi musuh yang ditujukan kepada negeri-negeri Muslim. Allah SWT berfirman, "Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia secara seimbang dengan serangannya terhadap kalian” (TQS al-Baqarah [2]:194)

Allah SWT juga memerintahkan untuk mengusir siapa pun yang telah mengusir kaum Muslim dari tempat tinggal mereka, "Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian” (TQS al-Baqarah [2]
:191).

Atas dasar itulah, para penguasa negeri Muslim di sekitar Palestina wajib mengerahkan pasukan militer untuk menolong mereka. Sikap berdiam diri para penguasa tersebut adalah kemaksiatan besar di hadapan Allah SWT, karena Allah SWT telah memerintahkan, "Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, kalian wajib memberikan pertolongan” (TQS al-Anfal [8]: 72).

Sayang yang kita saksikan sekarang ini, para penguasa Arab dan dunia Islam bukan saja berdiam diri, mereka bahkan menutup rapat pintu perbatasan demi mencegah kedatangan pengungsi Gaza yang menderita. Ironisnya, para penguasa Muslim itu membiarkan negerinya menjadi tempat kedatangan pesawat tempur AS untuk membantu Zionis Yahudi. Merekapun membuka pelabuhan untuk kapal-kapal pembawa minyak ke negeri 

Solusi Realistis Khilafah
Sesungguhnya nestapa yang dialami penduduk Gaza menguatkan persoalan besar, yakni umat ini begitu rapuh tanpa kekuatan besar yang melindungi mereka, berbagai institusi internasional, seperti PBB, Liga Arab, bahkan Organisasi Konperensi Islam (OKI) enggan menghentikan kebrutalan Zionis Yahudi yang di sokong oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Bukankah ini menunjukkan umat memang membutuhkan kehadiran perisai untuk mereka, yakni Khilafah Islamiyah sesuai dengan sabda Nabi SAW, "Sesungguhnya imam (khilafah) adalah ra'in (perisai) orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepada dirinya"  (HR Muslim).

Wahai kaum Muslim, persoalan Gaza sebagaimana derita Muslim Myanmar, Muslim Uygur dan banyak negara Muslim tertindas lainnya, tidak akan Anda temukan solusinya secara tuntas tanpa kehadiran Khilafah Islam. Inilah satu-satunya institusi pemerintahan yang dituntut syariat Islam yang bisa menyelesaikan persoalan Gaza. Khilafahlah yang akan melindungi Palestina dan mengusir entitas Yahudi dari seluruh tanah Palestina. 

Oleh karena itu, mari kita tegakkan kembali Khilafah Islam, khilafahlah yang akan mengurus umat dengan syariat Islam. Khilafah pula yang akan membebaskan tanah Palestina dengan jihad fii sabilillah.


Share this article via

29 Shares

0 Comment