| 124 Views

Kerja Tanpa Jaminan, Job Hugging Jadi Pilihan

Oleh: Najjah Athiya
Santri Ideologis

Di tengah kondisi ekonomi yang Kian amburadul saat ini, dunia kerja dibuat khawatir dengan munculnya tenomena yang disebut dengan istilah job hugging. Istilah ini muncul dari maraknya kondisi para pekerja yang memilih memeluk Pekerjaannya yang ada saat ini. Mereka bertahan dalam pekerjaannya untuk mengamankan diri. Bukan karena dirinya merasa telah berkembang di tempat kerjanya. Para Pekerja merasa lebih aman bertahan di tempat kerja lama -Meskipun sudah tidak memiliki minat dan motivasi dalam pekerjaan mereka- daripada harus ambil risiko pindah kerja yang belum tentu ada dan diterima. Dikutip dari News Com Av, Ketakutan para pekerja akan AI yang dapat mengambil alih pekerjaan menjadi salah satu faktor pendorong maraknya fenomena ini. Ditambah kondisi ekonomi yang amburadul, kian memperparah permasalahan di dunia kerja.

Lesunya pasar kerja dan meningkatnya angka PHK menjadikan situasi Pasar kerja dipenuhi ketidakpastian. Hal tersebut disadari oleh para pekerja. Sehingga, mereka menjadikan job hugging ini sebagai pilihan, di tengah dunia Pasar kerja yang sedang dipenuhi kehdakpastian. Bagi mereka, lebih baik asal kerja dibanding menjadi pengangguran intelektual. Selain para pekerja, fenomena job hugging ini juga dirasakan oleh banyak perusahaan, ketidakpastian mengenai dampak tarif dan pertumbuhan ekonomi menyebabkan banyak perusahaan ragu untuk menambah tenaga kerja mereka. Banyak perusahaan lebih memilih mempertahankan staf lama ketimbang merekrut baru. Walhasil, dunia pasar kerja tak lagi bergairah, dan berimbas Pada kinerja perusahaan yang tak optimal.

Maraknya fenomena job hugging ini menunjukkan bahwa, sistem ekonomi Yang mendominasi dunia saat ini yakni Kapitalisme Global, terbukti gagal menjamin pekerjaan bagi rakyat. Ini artinya. Kapitalisme gagal mewujudkan kesejahteraan dan keadilan. Negara yang memiliki kewajiban menyediakan lapangan kerja, kini abai dan lepas tangan. Kewajiban tersebut malah diambil alih oleh swasta, mereka yang banyak turun tangan dalam Menyediakan lapangan Kerja. Sedangkan negara lebih memilih melayani korporasi dan kaum kapitalis (para pemilik modal) ketimbang melayani rakyat kebanyakan. Dalam uu Cipta Kerja Contohnya, yang keuntungannya lebih ber pihak pada oligarki dibanding rakyat sendiri.

Oleh karena itu melalui Pemahaman fakta yang ada dan terjadi saat ini, rakyat ini harus segera menyadari bahwasannya, seluruh masalah di negeri ini disebabkan oleh penerapan sistem Kapitalisme - Sekuler. Rakyat juga harus Sadar dan yakin, bahwa hanya dengan diterapkannya Syariah Allah SWT, segala Problem kehidupan manusia bisa diselesaikan. Saatnya negeri ini keluar dari hukum buatan manusia menuju pada hukum dan aturan Allah swt. Dengan cara menerapkan Syariah-Nya secara kaaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Sebagaimana yang telah Allah Swt perintahkan dalam firman-Nya :
 
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً..."
"Hai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan.." (TQS. Al-Baqarah: 208)

Penerapan syariat Islam secara kaaffah tentu hanya dapat terwujud dalam institusi pemerintahan Islam. Yakni Khilafah 'ala minhaaj an-Nubuwwah. Tidak yang lain.

Wallaahu a'lam bi ash-shawwaab.


Share this article via

58 Shares

0 Comment