| 85 Views
Keracunan MBG Terulang Kembali, Populis Membahayakan Keselamatan Rakyat
Oleh: Ummi Amira
Baru-baru ini kita di kejutkan dengan berita banyak nya anak keracunan pangan menu makan bergizi gratis (MBG) yang di dapat kan disekolah.
Dikutip dari trito.id Sebanyak 135 siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) (27/08/25).
Tidak hanya terjadi di satu tempat. Namun di tempat lain juga terjadi kejadian yang sama. Banyak siswa yang keracunan usai menyantap menu makan geratis (MBG). Kompas.com Sebelumnya, sebanyak 456 siswa di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (27/8/2025).
Juga terjadi hal yang sama di berbagai tempat. Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memberikan penjelasan terkait standar operasional prosedur (SOP) konsumsi makanan agar tidak menimbulkan potensi keracunan. Hal ini juga menjelaskan kemungkinan penyebab dugaan keracunan pangan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 3 Berbah. (28/08/25)
MBG merupakan program yang di rancang dan di tetapkan oleh Presiden Republik Indonesia. Adapun tujuan utama dari program makan bergizi gratis (MBG) kata nya untuk mengurangi masalah malnutrisi dan stunting, dengan memastikan kebutuhan gizi harian masyarakat terpenuhi, terutama anak-anak dan ibu hamil/menyusui. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan mendukung konsentrasi belajar siswa, menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan petani, serta mengurangi beban pengeluaran rumah tangga bagi masyarakat.
Namun pada fakta nya program ini tak juga memberikan perubahan yang signifikan. Bahkan malah terjadi permasalahan baru seperti banyak nya anak-anak sekolah yang keracunan berulang kali setelah mengkonsumsi menu dari MBG tersebut.
Ini membuktikan bahwa ketidakseriusan dan kelalaian negara. Khusus nya dalam menyiapkan SOP dan mengawasi SPPG. SPPG adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, sebuah unit pelaksana program pemerintah yang berfungsi sebagai dapur umum untuk menyediakan makanan bergizi secara higienis dan terdistribusi kepada penerima manfaat, khususnya dalam program makan bergizi gratis (MBG) untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun pada fakta nya ini tidak berjalan sesuai harapan.
Banyak nya permasalahan di negeri ini. Salah satunya terkait banyak nya anak-anak sekolah yang keracunan setelah konsumsi makanan menu dari MBG. Dan solusi yang di berikan tidak kunjung menyelesaikan masalah. Malah menambah masalah baru. Karena semua berasal dari sistem atau aturan yang berasal dari manusia yang di kenal dengan Sistem Sekulerisme Kapitalisme. Atauran yang di buat tidak berlandaskan Al-Qur'an dan as-sunah. Memisahkan agama dari kehidupan. Pantas masalah di negeri ini tidak kunjung usai. Karena tidak pernah menyelesaikan masalah utama.
Sangat berbeda dengan Islam. Islam adalah ideologi yang berasal dari sang pencipta langit dan bumi. Yang mana ketika manusia menerapkan kan nya akan memberi kesejahteraan dalam hidup. Karena Islam rahmatan lil'alamin. Sebagai mana firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 107. "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam".
Dan juga di surah lain Allah berfirman
"Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat". (QS. Al-A'raf ayat 96)
Selain itu juga di dalam Islam pemimpin adalah raa'in. Dia bertanggung jawab dalam mengurusi urusan umat serta memberi kesejahteraan kepada rakyat.
Diantaran nya dengan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sesuai dengan mekanisme yang di tetapkan syariat. Negara memfasilitasi serta mengedukasi masyarakat terkait dengan makan bergizi. Karena Islam sendiri juga punya aturan bagaimana selayaknya manusia dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 168: "Wahai sekalian manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan". Ayat ini memerintahkan umat manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal (diperbolehkan syariat) dan thayyib (baik, tidak berbahaya, dan bernutrisi).
Dengan jaminan kesejahteran negara Islam, stunting dan permasalahan gizi lain nya dapat teratasi. Semua ini hanya bisa kita dapatkan ketika kita menerapkan hukum Allah secara menyeluruh dalam kehidupan dan bernegara, yang biasa sebut dengan Khilafah.
Untuk itu mari kita bersama-sama dalam memperjuang kan Islam agar hukum-hukum Allah yang memberi kesejahteraan kepada kita, dapat di terapkan kan.