| 40 Views
Kedepankan Prestasi, Jauhkan Nilai Kepribadian Hakiki
Oleh: Mirna
Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Ikrar Bersama Anak Bangsa (IKBAB) dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digelar di Kabupaten Sukamara, 26–28 Oktober 2025. Radar Sampit.jawapos.com
Adanya lomba tersebut bertujuan untuk menanamkan semangat kebangsaan sejak dini pada anak anak dan generasi. apalagi dengan torehan prestasi itu juga mereka akan membawa harum nama sekolah, wilayah bahkan sampai negri nya. Pasti nya sebagai orang tua maupun guru akan merasa bangga ketika anak anak atau para peserta didik mereka memiliki kecerdasan dan banyak prestasi ilmu apalagi sampai berhasil mendapatkan kemenangan di sebuah perlombaan.
Namun yang menjadi pertanyaan disini adalah, kenapa sebuah prestasi pada anak anak didik tersebut hanya berkaitan erat dengan kecerdasan akademik semata dan dengan kecerdasan otak saja. Padahal sejatinya tujuan dunia pendidikan adalah menciptakan kepribadian yang baik secara adab, mental serta akhlak pada generasi. Jadi sayang ketika anak anak memiliki kelemahan di bidang akademik atau kecerdasan maka ia bukan tergolong anak berprestasi dan tidak akan mendapatkan apresiasi.
Padahal ketika kita menganalisa dampak dari sebuah ajang perlombaan prestasi tersebut adalah, terciptanya kesenjangan antara murid yang berprestasi dan murid yang memiliki nilai akademik yang buruk. terkadang muncul rasa tidak percaya diri untuk berteman karena adanya perbedaan nilai. di tambah lagi dengan adanya perbanding bandingan dari guru dan murid lainya. Namun tidak semua sekolah demikian tentunya.
Bahkan tidak hanya itu,tidak jarang pula Kita jumpai adanya praktek jual beli di dunia pendidikan saat ini, demi nama dan kedudukan mereka rela membeli prestasi, sertipikat atau izazah palsu demi meraih manfaat pribadi, apakah itu layak di sebut terdidik entahlah. Tidak jarang adanya sikut menyikut adu lawan demi tetap bertahan hingga harus menjatuhkan lawan.
padahal sejatinya sebuah prestasi bukan lah ajang untuk perlombaan akademik Yang bisa menimbulkan berbagai polemik. namun seharusnya murid yang di anggap cerdas dan berprestasi adalah ketika ia bisa menerapkan ilmu nya dalam kehidupan nya dengan baik hingga meng hasilkan kepribadian dan akhlak yang baik.
Banyak perlombaan perlombaan terkait hal akademik, bahkan sampai pada tahap internasional. namun terkadang penguasa lupa bahwa tujuan sebuah pendidikan bukan lah ajang perlombaan. Melainkan menciptakan anak anak didik yang memiliki akhlak dan adab yang baik namun kritis bermental tangguh.
Apalah artinya prestasi ketika adab dan etika tak lagi di utamakan di dunia pendidikan. banyak para siswa siswi berprestasi namun akhlak dan moral nya tak lagi terjaga dan Ilmunya tidak lagi berguna bagi nusa dan bangsa melainkan hanya untuk kepentingan pribadi belaka. Pendidikan hanya untuk bahan perlombaan dan mencari gelar duniawi semata.
Selain itu pula di dunia pendidikan saat ini masih banyak nasib para pengajar yang luput dari perhatian. ada para guru yang harus berhadapan dengan buruknya akhlak dan moral para anak didiknya, ada juga yang harus mengajar namun mendapatkan gaji yang tidak seberapa di tengah terjalnya perjalanan yang di tempuh saat pergi ke sekolah, ada juga para guru yang harus bersabar karena harus menunggu gajihnya berbulan bulan baru di bayar miris memang keadaan dunia pendidikan saat ini.
Disisi lain para guru di tuntut mendidik siswa siswinya dalam mengajar kan ilmu terbaik namun upah mereka jauh dari kata terbaik. menyedihkan memang pendidikan di dunia kapitalisme sekuler saat ini. Dimana tujuan sekolah hanya untuk mengejar prestasi dan kepentingan dunia semata.
Sangat jauh sekali ketika di bandingkan dengan pendidikan di dunia Islam. Yang dimana tujuan sebuah pendidikan ialah. Pertama, menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban yang harus di laksanakan setiap muslim baik itu laki-laki ataupun perempuan sesuai yang telah di perintahkan oleh Rasulullah Saw.
Kedua, wajib baginya untuk mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan hingga terbentuk ke pribadian islam yang kokoh dalam jiwa nya dan menjadikan mereka generasi tangguh, beriman dan bertakwa.dengan pengamalan tersebut juga mereka akan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan seluruh umat, bukan hanya fokus meraih asas manfaat bagi dirinya semata.
Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam dirinya untuk umat Islam secara keseluruhan.
Membangun peradaban Dengan peradaban Islam yang mulia yang berasal dari sang khalik. Dan yang tidak kalah penting mereka akan menjadi penebar ajaran Islam yang mulia keseluruhan penjuru dunia dengan bekal ilmu yang telah mereka dapat .serta mampu berkontribusi secara sosial, ekonomi, dan politik sesuai nilai Islam.
Namun metode pendidikan seperti itu hanya akan di dapat kecuali sistem Islam di terapkan secara menyeluruh di dalam sendi sendi kehidupan. Sebab dunia kapitalis menciptakan metode pendidikan hanya di cukupkan dengan transfer ilmu dan asas manfaat belaka.
Beda halnya dengan dunia islam di mana tujuan pendidikan ialah menciptakan generasi yang tangguh, beriman dan bertakwa, dan mampu berkontribusi untuk umat secara menyeluruh. terlepas apakah mereka memiliki kemampuan dan prestasi di sekolah karena depinisi dari prestasi didalam Islam ketika para murid berhasil berkamuflase dari keburukan menuju kebaikan dari kegelapan menuju cahaya. Dan karena yang paling penting tujuan utama nya adalah halal, haram dan meraih ridho Allah SWT .
Wallahu a'lam bissawab