| 224 Views
Kasus Raya, Bukti Lemahnya Perlindungan Kesehatan dalam Sistem Kapitalis
Oleh : Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Duka mendalam atas kasus yang menimpa seorang bocah perempuan bernama Raya 4 tahun yang meninggal akibat infeksi cacingan akut di seluruh tubuhnya. Peristiwa yang sangat memilukan ini terjadi karena ketiadaan biaya bahkan yang lebih miris orang tuanya diduga mengalami gangguan kesehatan mental dan menyebabkan pengasuhan kurang optimal.
Diketahui Raya adalah anak dari pasangan Udin 32 tahun dan Endah 38 tahun, pertama kali dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, ada 13 Juli 2025. Saat itu ia dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diduga mengalami komplikasi akibat TBC, namun selama perawatan, di medis menemukan banyak cacing keluar dari tubuhnya. Menurut Dr Irfan Nugraha, kondisi kritis Raya dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni TBC dan infeksi cacing. Meski sudah mendapat penanganan intensif Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025. Kasus ini menjadi semakin viral setelah beredar video yang menunjukkan tubuh bocah tersebut dipenuhi cacing. (Kutip sumber Kompas.com)
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani, menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas meninggalnya balita tersebut, menurutnya peristiwa tersebut menjadi tanda bahwa sistem perlindungan sosial belum menjangkau seluruh masyarakat, peristiwa yang menimpa bocah di Sukabumi tersebut dinilai dapat dicegah jika aparat desa sigap terhadap kesehatan warganya, fungsi posyandu harus dioptimalkan sebagai pusat deteksi dini kesehatan anak dengan dukungan tenaga kesehatan desa serta harus mempermudah akses layanan kesehatan darurat agar warga miskin yang tidak memiliki dokumen pun bisa segera ditangani. Di samping itu peristiwa tersebut dinilainya menyingkap masalah serius dalam pelaksanaan program perlindungan sosial terbukti dari banyaknya warga desa yang kesulitan mendapatkan perlindungan sosial akibat sulitnya akses hingga tidak memiliki dokumen persyaratan. Masih banyak keluarga miskin yang terabaikan dari data penerima manfaat, tidak memiliki dokumen kependudukan maupun jaminan kesehatan, sehingga kesulitan mengakses layanan dasar ketika kondisi darurat. Perlindungan sosial tidak boleh sebatas program administratif,tetapi benar-benar hadir ketika rakyat membutuhkan terutama bagi keluarga miskin dan rentan, ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.( Kompas.com)
Kasus yang menimpa Raya menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di negeri ini masih belum mampu memberikan jaminan kesehatan bagi rakyatnya termasuk juga jaminan kesehatan bagi anak-anak, mekanisme layanan kesehatan yang ada masih sebatas formalitas, prosedur yang rumit dan membuat layanan tidak bisa diakses oleh setiap orang. Akar masalah dunia kesehatan ini muncul dari sistem kesehatan ala kapitalisme liberal yang menjadikan kesehatan sebagai bisnis, jadi tidak ada pelayanan kesehatan gratis dalam sistem ini.
Minimnya peran negara dalam layanan kesehatan menunjukkan betapa abainya negara dalam memberikan perlindungan bagi rakyat miskin dan lemah. Negara hanya berfungsi sebagai regulator yang membuat aturan yang memungkinkan agar bisnis kesehatan bisa tetap terus berjalan sesuai pesanan. Mereka yang punya privilage yang bisa mendapatkan akses kesehatan dengan layak, sedangkan rakyat kecil dibiarkan tetap sengsara tanpa ada rasa peduli terhadap nasib mereka.
Berbeda dengan kesehatan dalam sudut pandang Islam yang mana kesehatan merupakan tanggung jawab negara, untuk itu negara wajib menjamin kesejahteraan dan menyantuni kalangan yang lemah. Negara tidak memungut biaya dari rakyat dalam pelayanan kesehatan alias gratis dan pembiayaannya diambil langsung dari Baitul mal (kas negara). Negara juga wajib menyediakan layanan kesehatan dengan fasilitas yang terbaik, dengan prosedur yang mudah sehingga dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali kapan saja dan dimana saja. Kondisi sosial masyarakat pun terjaga dalam Islam, kepedulian terhadap sesama di antara masyarakat akan terbangun sehingga seorang muslim tidak akan membiarkan tetangganya ataupun saudaranya berada dalam kesulitan, mereka akan bersegera menolong saudaranya tidak perlu menunggu sampai kasus menjadi viral sebagaimana yang sering terjadi di negeri ini, viral dulu baru ditangani.
Kesehatan adalah sebaik-baik nikmat yang Allah subhanahu Wa ta'ala anugerahkan sesudah nikmat iman, tidak hanya itu Islam menjadikan kesehatan sebagai perkara yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Setiap individu muslim wajib untuk merawat kesehatannya dan pada saat yang bersamaan negara berada di garda terdepan untuk menjaga setiap individu agar senantiasa terikat kepada syariat Islam dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk dalam menjaga kesehatannya. Hanya dengan Khilafah maka hak kesehatan bagi semua orang dan generasi akan terpenuhi.
Wallahu a'lam bishowab.