| 122 Views

Jangan Tinggalkan Gaza, Saudara Kita Masih Di Genosida

Kerusakan di Gaza akibat serangan Israel (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)

Oleh: Siti Julianti, S.Si

Memasuki bulan November hingga Januari identik dengan permulaan musim dingin, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan hujan yang mengguyur Jalur Gaza memperburuk situasi sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

Dilaporkan bahwa keluarga di Jalur Gaza terpaksa mencari pengungsian, termasuk di tenda-tenda darurat.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, UNRWA menegaskan bahwa bantuan peralatan untuk tempat tinggal sangat dibutuhkan di Gaza.

Gaza masih saja harus melewati musim demi musim dalam keadaan menderita. Meskipun katanya Israel telah melakukan gencatan senjata, namun hal ini bukanlah solusi untuk mengakhiri penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Gaza.

Bulan demi bulan kita lewati, dengan berbagai berita kekejaman zionis yang mereka lakukan pada saudara kita harusnya tak membuat semangat kita surut untuk terus berjuang dan menyuarakan penderitaan mereka, saudara kita di Gaza masih belum merdeka, mereka masih menderita dalam cengkraman penjajah.

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang, belas kasihan, dan kasih sayang mereka satu sama lain bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, seluruh tubuh ikut merasakannya, yaitu tidak bisa tidur dan demam". (HR. Bukhari & Muslim)

Jika memang kita adalah umat Islam, maka seharusnya kita juga merasakan penderitaan yang tengah dihadapi warga Gaza. Tunduk pada kekuasaan Amerika dan negara-negara kafir penjajah bukanlah jalan keluar, maka inilah yang harusnya diketahui oleh pemimpin negeri-negeri muslim khususnya.

Bukannya berjabat tangan dengan kafir penjajah, justru yang harus pemimpin negeri muslim lakukan adalah mengangkat senjata serta memberikan bantuan dari segi militer untuk memusnahkan zionis laknatullah yang telah banyak menghabisi kaum muslim di Gaza.

Dari Abu Hisyam as-Silmi RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ.

Artinya: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (berjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak suka dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji mereka) dengan keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi kepada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani).

Amanah kepemimpinan sesungguhnya adalah amanah yang mulia jika seseorang tersebut dapat menjalankannya dengan baik sesuai dengan syariat Islam serta dengan jelas melaksanakan yang hak dan meninggalkan yang bathil.

Membuat perjanjian dan kerjasama dengan orang kafir yang jelas membenci kaum muslimin adalah sesuatu yang bathil dan wajib di tolak, maka dari sini pemimpin negeri muslim harusnya mulai menyadari hadis Rasulullah Saw, agar mereka dapat menjadi pemimpin yang adil dan baik dengan membebaskan kaum muslimin dari penderitaan penjajah.

Maka sudah saatnya, solusi dari permasalahan dan penderitaan kita hari ini harus di akhiri dengan penerapan Islam kaffah, karena hanya pemimpin yang menerapkan hukum-hukum Allah sajalah yang akan mampu menentang para pemimpin kafir serta mengusir zionis tersebut dari tanah kaum muslim.

Wallahu alam bishawab


Share this article via

50 Shares

0 Comment