| 501 Views

Iman Dibulan Ramadhan Terjaga, Bagaimana Dibulan Lain?

Oleh : Rhany

Pemerhati Remaja Andoolo

Tau gak sih bulan apa yang sudah kita lewati kemarin? Yes bulan ramadhan. Semua penduduk seantero dunia mengetahui bulan ini adalah bulan ramadhan, bahkan keistimewaan ramadhan sendiri sangat membekas bagi semua orang. Kehadirannya ditunggu-tunggu oleh banyak orang, bahkan ada yang menyambutnya dengan segala macam persiapan. Mulai dari mukenah, menyiapkan stamina, menyiapkan bahan makanan dan segala macamnya. 

Sehingga tidak jarang kita temui ada yang senantiasa bersedih menyambut ramadhan, sebab di bulan lain bebas melaksanakan kemaksiatan tapi di bulan ramadhan terhalang, ini membuktikan sebagian muslim masih takut terhadap Allah dan menganggap bulan ramadhan bulan yang sakral. Takut bermaksiat tapi di bulan lain kembali lagi. Sebenarnya kita butuh berapa ramadhan lagi agar kita konsisten? 

Ramadhan bulannya al-Qur'an, dimana di dalamnya terdapat banyak keistimewaan. Wahyu yang diturunkan oleh malaikat Jibril ketika berbicara ramadhan maka seharusnya yang ada dalam benak kita adalah al-Qur'an. 

Allah Swt. berfirman,
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ ١٨٥

“Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”(QS Al-Baqarah [2]: 185).

Ayat di atas menunjukkan secara tegas bahwa Al-Qur'an esensinya berupa petunjuk hidup manusia, ramadhan harusnya diperingati sebagai bulan Al-Qur'an, tentu bukan hanya dibaca tapi dipahami, diamalkan, dan diterapkan.

Secara individu sebagian Al-Qur'an sudah diterapkan seperti sholat, puasa, zakat tapi nyatanya Al-Qur'an masih dipilah-pilih terutama diterapkan dalam bentuk negara masih enggan, bahkan tidak jarang mengaku beriman dengan Al-Qur'an tapi menolak Al-Qur'an secara tidak langsung. Apa itu? Menolak al-Quran diterapkan dalam bentuk negara. 

Ramadhan kali ini seharusnya momentum untuk meninggikan syiar Islam dengan Al-Qur'an. Sibuk mengkaji, mempelajari, dan yang paling penting mendakwahkan untuk diterapkan. Ramadhan bukan hanya diisi dengan kegiatan unfaedah, hanya sebatas bermalas-malasan. Banyak peristiwa penting di zaman Rasulullah terjadi di bulan ramadhan, walaupun sedang menjalankan ibadah puasa tapi aktivitas amar ma'ruf nahi mungkar tetap dijalankan.

Perilaku sekuler menjangkiti umat Islam, menganggap Allah hanya di bulan ramadhan sehingga di bulan lain tidak ada pencipta.

Mengingatkan dimana belahan dunia saudara kita dibantai padahal ramadhan kita dipenuhi dengan kedamaian untuk beribadah. Padahal Al-Qur'an kita sama, petunjuk sama dengan mereka. Al-Quran hanya sebatas bacaan saja, tapi diterapkan dalam bentuk sistem kehidupan belum terealisasi. Alangkah baiknya semangat mendekat terhadap Al-Qur'an bukan hanya di bulan ramadhan saja, akan tetapi semua bulan harus diposisikan sama. Dalam artian selalu hati terpatri melaksanakan perintah Allah dan rasulnya serta menjauhi segala larangannya.

Memang benar, bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang dimuliakan. Namun bukan berarti kita hanya fokus dan taat di bulan itu saja. Alangkah baiknya kita senantiasa taat kapan pun dan di mana pun kita berada. 

Namun semua itu membutuhkan sistem yang baik dan benar. Sistem itu tidak lain adalah sistem Islam dan diterapkan dalam kehidupan secara keseluruhan. Wallahu a'lam bishawab.


Share this article via

134 Shares

0 Comment