| 589 Views

Hanya Dengan Demo Apakah Menyelesaikan Masalah?

Oleh : Gayda Khairunnida

Belum lama ini puluhan mahasiswa menggelar aksi demo di DPRD kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ini bukan pertama kalinya para mahasiswa berdemo massa untuk menyampaikan keluhannya kepada anggota dewan. Bahkan aksi demo yang dilakukan para mahasiswa kali ini, bisa sampai menduduki ruang rapat paripurna. (Harapanrakyat.com 6/5/2024)

Selain memblokade jalan RE Martadita, para mahasiswa juga berorasi silih berganti untuk menyampaikan keresahannya terkait pendidikan dan masalah guru. Teriakan-teriakan pun membuat demo semakin memanas saat komando dari atas mobil mengajak untuk membubarkan DPRD. Para massa pun berusaha merangkak masuk kedalam ruang rapat paripurna, yang akhirnya membuat dua anggota DPRD kota Tasikmalaya menemui mahasiswa demo.

Syamil Fadhilah, korlap aksi dilokasi berkata, "kami demo menuntut agar fasilitas dikota Tasikmalaya layak pakai, serta mampu memberikan ruang kepada pelajar untuk berkembang dengan baik"

Dari sini, bukankah cukup menjadi bukti ketidakpercayaan serta kekecewaan rakyat kepada pemerintah, hingga aksi demo ini sampai digelar. Dunia ini telah menampakkan bagaimana lemahnya sistem manusia yang diterapkan saat ini. Bagaimanapun seorang pemimpin yang lupa akan tugasnya, pemimpin yang lepas tangan atas kewajibannya, pemimpin yang menutup mata atas segala problem yang menimpa rakyat, membuat kehidupan ini penuh dengan ketidakadilan. 

Anggota DPRD yang mengatasnamakan sebagai wakil rakyat justru mengkhianati tugasnya dan tidak peduli atas nasib rakyatnya.

Maka tak heran bila para mahasiswa atau para pemuda yang telah sadar akan kerusakan yang sedang terjadi dalam kebijakan pemerintahan, menuntut perubahan lewat demo. Mereka hanya mengharapkan perubahan dari kebijakan para pemimpin saat ini. Pertanyaannya apakah akan selesai begitu saja masalah saat ini? 

Dengan menyerahkan pada para pemimpin kapitalis dan menjadikan sistem kapitalisme, menjadi sebuah sistem peraturan (dimana sistem yang tidak menjadikan Al-Qur'an menjadi sumber hukum) maka bagaimana bisa mereka menyejahterakan rakyat?

Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem yang menjadikan keuntungan menjadi prinsip suatu peraturan. Bagaimana dunia ini tidak hancur?

Kita menantikan perubahan. Pemimpin yang mampu berlaku adil serta bertanggung jawab terhadap rakyatnya, itulah yang kita tunggu-tunggu.

Ketika seorang rakyat telah memilih seseorang untuk dijadikan pemimpin itu artinya rakyat telah percaya atas dirinya. Mampu menjadi seseorang yang memimpinnya, dan ketika itulah pemimpin telah memiliki kewajiban besar untuk rakyatnya, dan bagaimana pula kewajiban yang harus dilaksanakan olehnya dan akan ada pertanggungjawaban baginya di akhirat kelak. Sesuai apa yang dia lakukan apakah kesejahteraan ataukah kesengsaraan yang dirasakan rakyatnya. 

Namun sayangnya seorang pemimpin yang diharapkan itu tak dapat menyelesaikan solusi sampai akar masalah yang menjadi sumber dalam masa ini. Masyarakat saat ini masih dibutakan oleh fakta yang sebenarnya bahwa yang diperlukan dunia sekarang adalah pergantian sistem. Dari sistem kapitalis yang merusak kepada sistem Islam. Sistem yang dimana merujuk semua peraturan kepada Sang Pencipta seluruh alam semesta, yang tak mungkin memiliki cacat didalamnya.

Jelas hanya sistem Islam lah yang mampu mewujudkan pemimpin yang adil. Ingatlah bagaimana para Sahabat yang ketika diamanahi sebuah kepemimpinan, bukannya bahagia justru beristighfar. Abu Bakar contohnya, mana kala Abu Bakar yang terkenal gagah berani, yang siapapun menyegani keberaniannya, Ia justru menangis ketika mendapatkan amanah  untuk memimpin umat. 

Hal itu dapat terjadi oleh sebab Islam mengajarkan para pemimpinnya untuk takut akan tanggungjawaban di akhirat yang kelak ia peroleh. Sehingga para pemimpin akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan kewajibannya.

Agaknya dunia ini memerlukan pemimpin yang seperti itu, untuk menjadikan negeri ini merdeka sebenarn-benarnya. Tengoklah bagaimana dunia ini telah menampakkan kerusakan alam ataupun kehidupan, bagaimana maksiat dimana-mana, kriminal merajalela dalam kalangan masyarakat bahkan para pejabat. 

Telah waktunya kita jadikan dunia ini berjaya dalam naungan Islam, dimana Islam diterapkan diseluruh bidang permasalahan hidup dari kita bangun tidur sampai kita tertidurkan kembali, hingga membangun suatu negara.

Telah seharusnya kita bersatu kembali memperkokoh barisan juang untuk mengembalikan masa gemilang yang telah hilang 1 abad yang lalu, untuk tegaknya kembali Daulah Islamiyyah. Sebagaimana risalah Rasulullah Saw bahwa akan datang kembali masa itu dan kelak kita akan kembali merasakan kesejahteraan keadilan yang pernah dirasakan di ⅔ dunia. 

ketika masa itu datang tak akan ada lagi para pejabat yang lalai. Yang ada hanyalah wakil rakyat yang menjalankan tugasnya dengan amanah sehingga tidak akan ada lagi rakyat yang tak mendapat perhatian dari seorang Khalifah. Wallahu a'lam bish-showwab []


Share this article via

195 Shares

0 Comment