| 175 Views

Genosida Di Sudan Akibat Perebutan SDA

Oleh : Elih Lisnawati 

Media Aljazirah telah melaporkan, puluhan ribu orang telah tewas dalam serangan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) ketika mereka merebut kota el-Fasher di wilayah Darfur barat Sudan. Menurut kelompok medis dan peneliti. RSF, yang berperang melawan militer Sudan untuk menguasai negara itu, dan warga sipil mencoba melarikan diri dari kota yang terkepung itu, Jaringan Dokter Sudan mengatakan pada hari Rabu. Dilansir dari media REPUBLIKA.CO.ID. KHARTOUM.(30/10/2025).

Sungguh miris ketika mendengar genosida yang baru-baru ini terjadi di Sudan. Padahal Sudan adalah negara mayoritas muslim terbesar ketiga di Afrika, yang memiliki piramida lebih banyak dan sungai nil yang lebih panjang dari Mesir, dan sebagai produsen emas di Arab terbesar, kekayaan SDA yang melimpah, tetapi rakyatnya mengalami krisis kemanusiaan sangat panjang.

Keberadaan krisis di Sudan ini, sebetulnya sudah berlangsung lama dan bukan murni konflik dari etnis, tetapi ada keterlibatan negara adidaya (AS) dan Inggris yang telah melibatkan negara-negara bonekanya yaitu (zionis dan UEA) terkait dengan rebutan pengaruh politik (proyek timur tengah baru AS) demi kepentingan yang perampokan SDA yang melimpah ruah. 

Lembaga-lembaga dan aturan internasional dibuat dalam frame kepentingan yang melanggengkan hegemoni negara-negara adidaya terhadap negeri-negeri muslim. Sumberdaya alam dimiliki Sudan, hanya menjadi objek permainan dan diperebutkan oleh negara-negara adidaya.

Oleh karena itu umat harus ditingkatkan taraf berpikirnya dan harus memiliki kesadaran yang mampu membaca seluruh fakta-fakta kejadian yang menimpa saudara kita, dan dengan berbagai problematika yang terjadi di belahan dunia, didalam pandangan kacamata ideologis saat ini sedang terjadi perang peradaban antara ideologi Islam dan ideologi non Islam. 

Umat harus bangun dari tidur panjangnya, bersegera bangkit dan harus memiliki kesadaran, bahwa yang mampu menyelesaikan problematika dan menghentikan genosida di negri-negri muslim. Satu-satunya, hanya negara negara khilafah, karena negara khilafahlah yang memiliki kekuatan untuk mempersatukan kaum muslim dan akan mengomando, dan mengirimkan tentaranya untuk menghentikannya genosida tersebut. Karena hanya negara Khilafahlah satu-satunya sistem yang bisa diharapkan dan mampu memberikan solusi diberbagai bidang baik politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, penindasan, dan sebagainya. 

Dengan diterapkannya aturan Islam secara Kaffah diseluruh penjuru dunia keberkahan dan kesejahteraan akan  tercipta. Muat harus memiliki kesadaran dan motivasi untuk ikut turut berjuang menegakkan khilafah, atas dorongan keimanan dan kesadaran atas sebuah kewajiban dan perintah dari Allah SWT bahwa seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan wajib berjuang menegakkan negara khilafah, untuk mempersatukan negeri-negeri muslim diseluruh belahan dunia, berada dibawah naungan Khilafah sebuah keniscayaan untuk melawan hegemoni negara-negara kafir Barat yang terus membuat umat Islam terjajah, terpecah belah dan menderita.

Wallahu alam.


Share this article via

83 Shares

0 Comment