| 82 Views
Gen-Z : Dilema Sosial di Era Media Sosial
Ilustrasi media sosial yang digunakan oleh Gen Z--pinterest
Oleh : Siti M Milah
Generasi Z atau sering disebut gen-z merupakan generasi yang lahir bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi serta perubahan media dari konvensional ke media baru (new media), lahir dan tumbuh di era digital membuat Gen Z tidak asing dengan teknologi seperti internet dan media sosial. Media sosial pada saat ini sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat, hal tersebut terbukti karena media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pandangan dan cara hidup seseorang terutama Gen Z. Tak sedikit Gen Z yang menggantungkan kehidupannya pada dunia maya yang akhirnya akan mempengaruhi interaksi dan aktivitas mereka di dunia nyata. Interaksi mereka dengan media sosial membentuk cara mereka berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, hingga beraktivitas sosial. Meskipun media sosial menawarkan konektivitas dan informasi, penggunaan yang masif oleh gen-z juga membawa dampak Negatif signifikan , terutama pada kesehatan mental nya.
Bagaimana hal ini tidak terjadi pada Gen-Z sedangkan kebanyakan mereka mengakses internet pada kisaran 7-10 jam/hari mencapai 20,9% di mana ini merupakan persentase terbesar dibandingkan dengan generasi lainnya yaitu generasi X dan Y (Databoks.co.id, 2022). Adapun dampak Negatif dari penggunaan yang masif media sosial seperti perbandingan sosial/insecure, FOMO, kecemasan bahkan depresi, ketergantungan dan gangguan tidur.
Mengapa hal ini bisa terjadi ? Maka perlu kita ingat bahwa media sosial atau Dunia maya itu seperti pisau bermata dua, yang di mana selalu ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Media sosial bisa menjadi alat yang sangat berguna, tetapi juga dapat melukai jika tidak digunakan dengan hati-hati. Sebagai contoh ketika kita memegang pisau dengan pegangan yang benar dan menggunakannya untuk tujuan yang bermanfaat (seperti bisnis, edukasi, atau networking), maka media sosial akan menjadi aset. Namun, jika kita menggunakan pisau dengan ceroboh, menyentuh bagian yang tajam, atau mengarahkannya pada orang lain, kerugian dan bahaya akan terjadi.
Disisi lain kita masih hidup dalam aturan kapitalistik yang mana standar kebahagiaan nya adalah kebebasan dalam hidup. Banyak kita temukan di media sosial berbagai cara agar terlihat viral yang mana akan menghasilkan keuntungan tanpa dilihat apakah hal tersebut baik atau tidak. Tentunya kita sebagai gen-z bahkan muslimah standar kebahagiaan kita bukanlah kebebasan melainkan ridho Allah SWT karena kita sadar betul bahwa kita hidup di dunia hanya sementara dan kebahagiaannya pun sementara, kebahagiaan yang kekal hanya di akhirat. Sehingga setiap aktivitas, gaya dan cara hidup harus sesuai dengan tatanan Islam.
Inilah satu-satunya solusi mengatasi dilema sosial di era Media Sosial yaitu dengan Islam. Islam tidak hanya mengatur tentang ibadah spiritual saja tetapi Islam juga mengatur kehidupan kita mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Begitu pun dalam bermedia sosial, Islam menyeimbangkan penggunaan media sosial agar membawa manfaat (pisau positif) dan mencegah kerugian (pisau negatif) . Contohnya : (1)Tabayyun atau klarifikasi yaitu kroscek mendalam setiap berita yang diterima. (2) Melawan Riya atau flexing dengan membangun kerendahan hati dan qana'ah. (3) Menjaga etika, menghindari prasangka, dan lain sebagainya. Dengan demikian solusi Islam bukanlah melarang media sosial, tetapi memodifikasi perilaku pengguna agar sesuai dengan etika digital yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah , sehingga alat tersebut menjadi sarana ibadah dan amal jariyah, bukan sumber dosa.
Wallahu a'lam bishowab