| 174 Views
Gen-Z Bicara Perubahan, Potensi Kebangkitan Umat
Oleh: Ermawati
Pegiat Literasi
Baru-baru ini ramai diberitakan di sosial media Gen-Z sudah mulai berani turun untuk berpartisipasi dan menyuarakan suaranya benarkah ini membawa potensi perubahan.
Sosiolog Okky Madasari berkata banyak pengalaman hidup yang dialami anak muda saat ini: tekanan ekonomi, sensor digital, birokrasi yang absurd, hingga pelecehan kekuasaan.
"Budaya pop menjadi jembatan antara kemarahan mereka dengan bentuk ekspresi yang bisa dipahami semua orang," ucap Okky kepada wartawan Riana Afifah. (bbcnewindonesia.com 11/09).
Seperti yang dikatakan oleh pakar Sosiologi Okky, ini adalah bentuk dari perasaan remaja karena mereka sudah mulai bosan dan jenuh dengan kondisi negara saat ini sehingga membuat mereka berpikir untuk melakukan satu tindakan dari apa yang mereka lihat, tetapi bagi kita yang melihat jangan langsung memvonis kalau perbuatan yang mereka lakukan salah karena ini adalah masa pencarian remaja rasa ingin tahu, ingin coba-coba begitu besar.
Sehingga bagaimana caranya kita melihat ini sebagai potensi besar yaitu dengan mengarahkan agar perkembangan Gen-Z dalam berbuat tidak asal atau sesuka hati mereka itulah tugas kita sebagai umat jadi tidak hanya peran orang tua dan sekolah-sekolah saja yang perlu terlibat, tetapi masyarakat dan lingkungan sekitar juga memiliki andil yang sangat penting demi menghasilkan Gen-Z yang dapat membawa potensi perubahan besar bagi masa depan umat.
Sehingga Gen-Z mendapatkan arahan dan bimbingan agar tidak salah jalan dalam mengambil keputusan dan tindakan, karena kembali lagi ada semangat yang kuat dan menggebu-gebu akan sangat sayang sekali apa bila mereka salah jalan karena tidak mendapatkan arahkan yang benar, pada saat ini diluar sana banyak orang-orang yang justru menginginkan Gen-Z ini untuk dirusak jati dirinya.
Sebagai seorang remaja karena banyak orang-orang yang justru dengan sengaja menungai mereka untuk kepentingan politik sehingga mereka diprovokasi untuk melakukan perbuatan yang merusak atau menyimpan, sehingga potensi besar yang seharusnya dapat membawa perubahan untuk umat kearah yang lebih baik sulit karena peran sekolah dan masyarakat serta keluarga khususnya tidak mereka dapatkan.
Maka dari itu marilah kita bersama-bersama untuk dapat membangun generasi muda yang berpotensi untuk mengubah umat karena mereka ini akan menjadi aset bagi masa depan bangsa potensi yang sangat luar biasa membawa pada kebangkitan umat, jadi melihat semua ini tidak bisa menyalahkan tetapi bagaimana cara kita untuk mengarahkan Gen-Z.
Jadi keberanian Gen-Z untuk turut andil dalam demo kemarin tidaklah mudah karena mereka harus mempunyai keberanian besar, seperti apa yang kita lihat hari ini berapa banyak anak-anak Gen-Z yang hanya tahunya berfoya-foya, membuang waktu tidak jelas seperti lebih disibukkan dengan media sosial saja, tetapi peduli dan empati terhadap perkembangan politik itu bisa dibilang tidak ada karena daya juang mereka yang sudah dihabiskan dan disibukkan dengan perkembangan zaman saat ini sosial media.
Didalam kehidupan pada saat masa Rasulullah remaja menjadi garda terdepan dalam membantu umat Islam untuk mempertahan diri dari serangan para musuh-musuh umat Islam dan juga menaklukkan dunia maka dari itu jangan anggap enteng kekuatan remaja jika diarahkan dengan baik gunung pun bisa mereka dihancurkan.
Rasulullah pun amat sangat menghargai peranan remaja maka dari itu sungguh amat sangat penting mengenalkan akidah yang benar pada remaja sehingga terbentuklah jati diri seorang muslim yang kuat dan tidak mudah goyah dan mampu membawa potensi perubahan yang besar bagi masa depan umat Islam.
Maka dari itu sudah saatnya umat berpikir cerdas dan sadar untuk bangkit serta beralih ke sistem Islam, karena hanya Islam saja yang mampu menyelesaikan semua persoalan dan mengarahkan remaja agar sadar betapa pentingnya akidah Islam dalam pembentukan jati diri seorang muslim dan demi tegaknya kembali kehidupan Islam.
Allahu a'lam bish-shawab