| 530 Views
Gaza Butuh Pembebasan : Jihad dan Khilafah Penebusnya
Oleh : Verry Verani
Pegiat Dakwah Islam Kaffah
Krisis kemanusiaan yang melanda Jalur Gaza kini telah mencapai fase paling mengerikan. Di tengah penderitaan yang akut akibat blokade total sejak 2 Maret 2025, militer Israel dilaporkan telah menghancurkan puluhan ribu paket bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, yang ditujukan untuk rakyat Gaza yang kelaparan. Konfirmasi atas fakta ini disampaikan langsung oleh Lembaga Penyiaran Israel (KAN). Kejahatan ini menandai eskalasi keji dari genosida sistematis yang dilakukan Zionis Yahudi.
Kelaparan Sebagai Alat Genosida
Pasca kegagalan perpanjangan gencatan senjata enam pekan, Israel tak hanya meneruskan agresi brutalnya. Zionis memperketat blokade, untuk melanjutkan aksi genosida pelaparan. Bahkan lebih dari dua juta jiwa yang terperangkap di Gaza. Strategi ini menunjukkan bahwa kelaparan kini telah dijadikan senjata dan alat pembunuhan masal oleh entitas penjajah.
Sungguh, kebiadaban Zionis telah melewati batas kemanusiaan. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mencerminkan wajah asli dari kolonialisme modern yang brutal. Sangat disayangkan, meski dunia menyaksikan kekejaman ini, PBB tetap mandul, hanya mampu mengeluarkan kecaman kosong tanpa tindakan nyata. Yang lebih menyakitkan, Amerika Serikat terus berdiri di belakang Israel, menjadi perisai utama kejahatan Zionis, memanfaatkan hak vetonya menggagalkan keadilan untuk Palestina.
Keterpurukan Umat dan Ilusi Kelemahan
Kenyataan pahit lainnya adalah bahwa para pemimpin negeri-negeri Muslim diam membisu, seolah telah mati rasa terhadap penderitaan saudara seiman mereka. Seruan Allah dan Rasul-Nya untuk membela kaum tertindas diabaikan, digantikan oleh kepatuhan pada sistem internasional yang justru melanggengkan penjajahan.
Umat Islam sendiri kini tengah terjerumus dalam propaganda Barat yang melemahkan, sehingga mereka merasa tak berdaya. Padahal, kelemahan ini hanyalah ilusi yang diproduksi oleh sistem sekuler global dan ditanamkan oleh penguasa boneka yang berkhianat pada umat. Di balik itu semua, umat Islam masih memiliki kekuatan yang luar biasa, bersumber dari akidah Islam yang kokoh, serta sejarah panjang kejayaan mereka di bawah naungan Khilafah Islamiyah.
Solusi Hakiki: Jihad dan Khilafah
Dari fakta ini, semakin jelas bahwa retorika, bantuan kemanusiaan, dan kecaman internasional tak mampu menghentikan genosida di Gaza.
Maka, satu-satunya solusi mendasar dan menyeluruh adalah membebaskan Palestina lewat jihad fi sabilillah di bawah naungan Khilafah Islamiyah yang legitimate.
Khilafah bukan sekadar angan atau romantisme sejarah. Ia adalah sistem pemerintahan Islam yang telah terbukti mampu melindungi umat, menebar keadilan, dan menghalau segala bentuk penjajahan. Dalam sistem ini, jihad bukan aksi sporadis, tapi institusi resmi negara yang dijalankan oleh pemimpin yang sah untuk melindungi umat dan menyebarkan rahmat Islam ke seluruh penjuru dunia.
Peran Jamaah Dakwah dan Kebangkitan Umat
Tugas besar ini tentu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Maka, jamaah dakwah ideologis harus terus memimpin umat, menyadarkan mereka bahwa kemuliaan hanya akan kembali jika Islam diterapkan secara kaffah dalam bingkai Khilafah. Seruan dakwah harus semakin tajam dan menyentuh, menggugah akal dan hati umat agar bangkit dari keterlenaan.
Para pengemban dakwah pun harus terus meningkatkan keterampilan komunikasi dan pendekatan kepada umat, menyampaikan kebenaran dengan hikmah, serta menjaga keistiqamahan di atas jalan dakwah Rasulullah saw. Semua ini dilakukan dengan mendekatkan diri pada Allah, memohon pertolongan-Nya, dan melayakkan diri menjadi bagian dari tentara-tentara kebenaran yang akan mewujudkan janji kemenangan dari Allah SWT.
Kini saatnya bagi umat untuk tidak lagi menggantungkan harapan pada dunia internasional atau para pemimpin yang abai. Gaza memanggil dunia Islam untuk berjuang dengan kesadaran penuh, dalam satu barisan, dengan tujuan yang mulia: tegaknya Khilafah dan terbebasnya bumi para nabi dari cengkeraman penjajah.
" Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah di antara laki-laki, perempuan dan anak-anak yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu’?” (QS. An-Nisa: 75)
Wallahu'alam