| 450 Views

Efek Sekulerisme: Biaya Hidup Naik Perceraianpun Ikut Naik!

Oleh : Susi Ummu Musa 

Miris! Apa yang kita saksikan saat ini memang membuat kita akan menggeleng gelengkan kepala, bagaimana tidak setiap kita mendapatkan informasi baik dari televisi maupun Internet hampir semua berita tentang hal hal buruk. Entah itu pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan, pencurian, harga kebutuhan pokok naik, pajak naik dan kasus m perceraian juga ikut naik disetiap kota.
Bahkan untuk kasus perceraian ini cukup mencengangkan karna masuknya laporan setiap hari.
Ini bukan sebuah ajang perlombaan kan? Berlomba lomba untuk bercerai! "Nauzubillahinminjalik"

Lihat saja data dari Muslimah News, Kasus perceraian di Pengadilan Agama Kota Palembang, Sumatera Selatan mengalami peningkatan pasca lebaran, tercatat ada 91 kasus perceraian sejak pekan pertama masuk kerja  tgl 16-23 april 2024 bahkan meningkat dibandingkan Ramadhan, Artinya ada 13 kasus setiap hari.
Kemudian kasus perceraian juga terjadi di kota Bandung bahkan lebih banyak ada 20 kasus per hari.

Belum lagi dikota kota lain yang ada di Indonesia masih banyak angka perceraian yang terjadi dengan beragam penyebab. Namun yang paling banyak disebabkan karna masalah ekonomi selanjutnya karna perselingkuhan lalu KDRT dan lain sebagainya sebagaimana yang disampaikan oleh ketua Panitera Pengadilan Agama Palembang Yuli Suryadi.

Sekulerisme Adalah Biangnya Kerusakan

Merunut dari setiap permasalahan yang ada tentu kita harus sadar bahwa apa yang diturunkan dari penerapan sistem sekulerisme adalah kerusakan.
bahkan Amerika dan negara besar lainnya merasakan hal demikian, Demokrasi kapitalisme sekuler yang sampai hari ini terus dijaga dan dianggap sebagai sistem paling netral ternyata  telah menampakkan taringnya, saking tajamnya taring Demokrasi sampai mencakar dan mencabik cabik empunya yakni tuannya sendiri " Amerika".
Mereka masih saja menutupi dan ingin selalu hebat dimata dunia padahal barat adalah negara rapuh yang jauh dari kesan superpower.

Lihatlah bagaimana sistem sekuler yang tersebar dipenjuru dunia semua hancur dan rusak, banyak masyarakat yang menjerit kelaparan, hilangnya mata pencaharian dan kasus perceraian yang menyeruak diberbagai negri.
Masih banyak lagi kekacauan yang terjadi disebabkan penerapan Sekulerisme ini.

Dari kasus perceraian ini akan banyak anak anak yang  kehilangan perhatian dari kedua orangtuanya, mereka korban brokenhome yang nantinya akan berdampak pada kehidupannya nanti.
tak hanya itu Sekulerisme telah menjauhkan manusia dari nilai luhur agamanya, umat tidak paham aturan agama islam yang kaffah bahkan mereka sama sekali tidak merasa khawatir jika tidak taat kepada Allah.

Seharusnya pasca ramadhan keimanan umat semakin naik dengan menampakkan keharmonisan hubungan dalam berumah tangga, membingkai keluarga yang Samara, sabar, taat dan qanaah dengan situasi dan kondisi yang sulit sekalipun.
Semua itu pupus karena lemahnya keimanan yang sangat jauh dari ketakwaan.

Umat Butuh Perisai

Dua pertiga dunia pernah dikuasai Islam, kegemilangannya menjadi catatan sejarah penting bagi dunia bahkan barat sangat takut kegemilangan itu akan muncul kembali.

Bayangkan selama 1800 tahun Islam ada kala itu hanya ada 200 kasus yang terjadi, sebuah prestasi bagi penerapan islam yang luar biasa dan kehebatan sistem yang datang dari Allah swt untuk kemudian diterapkan dimuka bumi.

Penerapan islam tersebut juga tidak terlepas dari adanya seorang pemimpin atau perisai umat yang mampu menggerakkan pemikiran idiologis islam yang kaffah agar dijalankan sesuai syara dalam kehidupan umat.
Untuk itulah umat sangat merindukan sosok pemimpin yang adil dan amanah dalam meriayah urusan umat.

Sosok yang takut hanya kepada Allah swt dengan bersungguh sungguh dalam menjalankan amanah rakyat,    mengembalikan kehidupan yang sudah rusak ini dengan  aturan yang berasal dari Allah swt dalam sebuah institusi islam.
Maka kesejahteraan dan Kedamaian hakiki akan kita rasakan segera.

Wallahu a lam bissawab


Share this article via

180 Shares

0 Comment