| 18 Views

Dugaan Pelecehan Seksual Di FH UI, Ada Apa Dengan Dunia Pendidikan?

(Foto: Nikita Rosa/detikcom)

Oleh: Ummu Nayra

Aktivis Dakwah 

Miris, diduga telah terjadi pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) yang dilakukan oleh 16 Mahasiswa kepada puluhan mahasiswi hingga dosen di Fakultas tersebut akhirnya terungkap. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) kini telah menangani kasus ini.

Dilansir dari (BBC News Indonesia), kasus ini terungkap setelah tangkapan layar percakapan yang diduga mengandung unsur pelecehan hingga objektifikasi perempuan oleh para pelaku terduga akhirnya viral di media sosial lewat akun @sampahfhui, pada Minggu (12/04). 

Dalam hal ini, pihak kampus mengatakan akan memberikan sanksi akademis hingga pemberhentian jika terduga terbukti bersalah. Bahkan UI akan berkordinasi dengan aparat penegak hukum jika memang ditemukan unsur pidana.

Lembaga Pendidikan telah gagal menjadi ruang aman

Sekolah/ kampus yang dianggap sebagai sarana mengembangkan potensi diri, karakter, kecerdasan dan keterampilan nyatanya sudah tidak lagi sesuai dengan tugasnya. Bahkan tidak sedikit dari pelajar/ mahasiswa yang tidak memiliki sopan santun (ucapan ataupun perbuatan) baik kepada orang tua maupun guru-guru mereka.

Proses pembelajaran dan bimbingan yang tidak sesuai dengan Islam telah menjadikan para terdidik bertingkah sesuka hati, sehingga mereka tidak sungkan untuk melakukan pelecehan dan kekerasan tanpa rasa takut dan segan kepada siapapun. 

Selain itu, ilmu yang dipelajari di sekolah/kampus yang disampaikan oleh pendidik hanya merujuk kepada duniawi saja, bisa dikatakan Barat lah yang menjadi sumber ilmu yang diterapkan. Kalaupun ada pendidikan agama yang diberikan, bisa jadi hanya formalitas saja, dan itupun bukan untuk diterapkan.

Selain itu adanya kombinasi faktor kompleks diluar kampus juga dianggap sebagai penyebabnya, seperti pengaruh tekhnologi, pola asuh dari keluarga, serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam hal pembinaan generasi.

Kesemua itu dikarenakan sistem kapitalis sekuler yang diterapkan di negeri ini, serta tidak adanya ketegasan oleh pemimpin dalam pemberian sanksi terhadap para pelaku maksiat, sehingga mereka tidak takut untuk mengulanginya lagi.

Islam sebagai pencetak generasi masa depan 

Sistem pendidikan yang berbasis islami akan menjadikan terdidik memiliki pemikiran yang cemerlang. Bukan hanya dalam hal keagamaan, melainkan juga meliputi bidang umum seperti sains, digital, maupun pembangunan dan perekonomian, yang tentu saja tidak tercampur oleh pola pikir barat. Dengan demikian maka keseimbangan antara ilmu agama dan umum dapat terpenuhi.

Selain itu, negara Islam juga memberikan pendidikan gratis dan merata, dengan fasilitas yang bermutu, artinya tidak akan ada pilih-pilih siswa/terdidik dalam hal pendidikan gratis.

Tidak hanya itu, pembekalan ilmu agama dari keluarga juga mereka dapatkan karena pemimpin dalam Islam sangat menghimbau orang tua untuk mendidik anak-anak mereka sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan hadits Rasulullah. 

Begitu pula dengan kontrol masyarakat yang ber'amar makruf nahi munkar dan ikut serta dalam kependidikan pemuda-pemudi. Serta sanksi hukum yang tegas dalam Islam akan memberikan efek jera bagi para pelakunya.

Masyaallah, begitulah cara Islam dalam mendidik, membimbing, dan mengayomi para murid/ mahasiswa baik dari kalangan sekolah, kampus, keluarga, bahkan masyarakat. Dan tentunya demi mencetak generasi yang shalih dan shalihah dan juga bermoral tinggi sebagai calon pemimpin dimasa depan.

Wallahu a'lam bishawwab


Share this article via

0 Shares

0 Comment