| 43 Views

Dilema Dunia Pendidikan

SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak. Metro TV

Oleh: Ummu Shafa 

Di kabupaten lebak, banten, seorang kepala SMAN 1 Cimarga diduga memukul wajah seorang siswa yang ketahuan merokok di lingkungan sekolah. Polemik ini sudah diselesaikan secara damai. Laporan orangtua siswa terhadap Dini pun sudah dicabut. Insiden ini bermula dari penamparan Dini terhadap siswa bernama indra yang ketahuan merokok di belakang sekolah. Kemudian Indra ditegur oleh Dini, tapi dia berbohong dengan mengatakan dirinya tidak merokok. Kasus yang sama di Makasar seorang siswa SMA yang berinisial AS yang sedang merokok dengan santainya sambil mengangkat kaki di sebelah gurunya, Ambo, tersebar luas dengan cepat di jagat maya. Dikutip (18/10/2025) dari media 
Suara.com. 

Kejadian ini merupakan dilema yang sangat besar bagi para pendidik, bukan hanya sekedar informasi tentang kenakalan remaja saja. Fakta lain dari
WHO yang menyampaikan dalam informasi terbarunya sebesar 15 juta remaja yang berusia 13 sampai 15 tahun di seluruh dunia diperkirakan menggunakan vape atau rokok elektrik. WHO juga menyebutkan bahwa di bandingkan orang dewasa, penggunaan vape remaja memiliki kemungkinan sembilan kali lebih besar.

Saat ini para pendidik berada di posisi yang sangat rumit. Kewibawaan seorang guru tergerus, dan juga ada ruang penerapan kedisiplinan siswa yang abu-abu menjadi salah satu akar masalahnya. 

Ini adalah sebuah fenomena yang menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa seorang siswa merasa mempunyai kebebasan di luar batas etika ketika bertindak, sementara di sisi lain para pendidik merasa tidak berdaya. Para pendidik sering kali di adukan, bahkan posisinya diancam ketika kedisiplinan itu ingin d tegakkan oleh pendidik kepada siswanya.

Krisis moral dan generasi yang tidak taat aturan ini lahir dari sistem liberal yang menciptakan negara yang abai. Ungkapan jati diri, kedewasaan dan kebanggaan agar di bilang keren dijadikan alasan para siswa untuk merokok. Disisi lain para siswa ini sangat mudah mendapatkan rokok, hal ini merupakan bukti lemahnya pengawasan negara. Begitu juga dengan kekerasan tidak dibenarkan apapun bentuknya. 

Oleh karena itu saat ini sangat dibutuhkan pendidikan yang akan menjadikan remaja dalam hal ini para siswa memahami siapa dirinya dan seperti apa arah hidupnya.
Dalam sistem pendidikan saat ini tidak ada perlindungan yang jelas terhadap para pendidik atau guru. Para pendidik berada dalam tekanan yang luar biasa.

Salah satu aktifitas amar ma'ruf nahi mungkar adalah mengingatkan sesorang ketika melakukan kesalahan tetapi tidak menggunakan kekerasan, berupaya tabayun dan melakukan pendekatan supaya mengetahui apa latar belakang perbuatan tersebut. Ruang kebebasan yang lahir dari sistem pendidikan sekuler yang diterapkan saat ini terbukti telah gagal mencetak dan menjadikan para peserta didik beriman, bertaqwa dan  berakhlak mulia.
Nilai-nilai dasar tentang rasa hormat dan sopan santun kepada guru harus ditanamkan kembali.

Dalam islam posisi guru dihormati dan dimuliakan, karena guru merupakan pilar peradaban yang tugasnya adalah membentuk kepribadian para muridnya. Guru harus  memberikan suri tauladan kepada muridnya bukan hanya sekedar gudang ilmu dan mentransfer ilmu saja.

Di dalam islam hukum merokok memang mubah, namun disisi lain membahayakan diri sendiri dan orang lain tidak diperbolehkan. Karena merokok bisa membahayakan kesehatan, baik perokok yang aktif ataupun pasif, selain itu hidup akan menjadi boros.

Pembelajaran dalam sistem pendidikan islam mempunyai cara bagaimana para pelajar mempunyai pola fikir dan pola sikap islami yang akan melahirkan generasi yang mempunyai kesadaran bahwa manusia diciptakan dengan tujuan untuk beribadah dan kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban. 

Oleh karena itu remaja muslim harus mempunyai prinsip dan mempunyai kesadaran dan keinginan untuk bangkit menjadi generasi yang beriman yang menaati penciptanya bukan menjadi generasi yang rusak dan merusak.

Wallaahu a'lam bi ash shawaab


Share this article via

43 Shares

0 Comment