| 98 Views

Di balik Pengibaran Bendera One Piece, Benarkah Kemerdekaan Milik Kelompok Elit?

Oleh: Rida Ummu Zananby

Ada yang berbeda pada bulan Agustus tahun ini. Memasuki bulan kemerdekaan Indonesia, jagat diramaikan dengan aksi pengibaran bendera bergambar bajak laut dari serial One Piece yang dilakukan oleh sejumlah pengemudi truk dan masyarakat. Dilansir dalam Tempo.co (5/8/2025), fenomena pemasangan bendera serial anime asal Jepang, One Piece, berkibar di sejumlah rumah hingga kendaraan menjelang HUT RI ke-80. Aksi ini ditengarai sebagai sikap ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.

Seperti yang diungkapkan Riki Hidayat, salah seorang warga Kebayoran, Jakarta Selatan, yang berencana memasang bendera One Piece di depan rumahnya pada HUT Kemerdekaan RI ke-80, pemasangan bendera tersebut bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap Indonesia. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa pengibaran bendera One Piece adalah simbol protes atau ekspresi ketidakpuasan terhadap pemerintah yang dinilai tidak mampu melindungi hak-hak warga negara.

Bahkan yang terbaru di lansir dalam Tempo.co.( 9/8/2025), menjelang HUT RI ke 80 akan ada sweeping untuk pengiriman one piece dibeberapa daerah seperti di Bogor (Jawa Barat), Kebayoran (Jakarta Selatan), dan Depok Jawa Barat. Pemerintah akan mengambil tindakan hukum seceara tegas dan terukur jika ditemukan unsur kesengajaan dan provokasi demi memastikan ketertiban dan kewibawaan simbol-simbol negara.

Jika dilihat dari makna Bendera One Piece itu sendiri yang merupakan serial anime One Piece dengan nama Jolly Roger adalah simbol tengkorak dengan dua tulang bersilang yang digunakan oleh bajak laut sebagai identitas mereka. Dalam sejarah dunia, simbol ini sering digunakan untuk menandakan peringatan akan bahaya atau ancaman. Dalam konteks One Piece, bendera tersebut menjadi simbol yang dikenakan oleh kru bajak laut, termasuk digunakan pada kapal dan pakaian mereka.

Dalam pengibaran bendera One Piece di Indonesia, sebagian melihatnya sebagai simbol perlawanan terhadap apa yang dianggap ketidakadilan atau ketidakpuasan terhadap pemerintahan saat ini. Bendera One Piece ini ada elemen topi jerami pada tengkorak di bendera Jolly Roger tersebut, yang merupakan ciri khas dari tokoh utama dalam One Piece, Monkey D. Luffy.

Cerita One Piece ini bisa dikatakan mencerminkan kondisi di Indonesia hari ini, di mana segelintir pejabat menikmati kekuasaan, sementara rakyat tertindas. Meski secara formal merdeka, rakyat belum merasakan kemerdekaan sejati dalam kehidupan mereka karena kebijakan yang condong kepada elit.  Sehingga kemerdekaan hanya di rasakan oleh kelompok elit saja, gambaran dengan pembajakan aset milik pribadi dengan adanya fenomena pemblokiran rekening yang pasif selama 3 bulan yang di lakukan oleh PPATK (Tempo.com, 9/8/2025). Ditambah lagi, pajak yang terus di genjot dari berbagai sektor menambah beban rakyat seakan benar-benar sedang di bajak.

Mengapa kondisi ini menimpa kita hari ini? Maka jika kita telusuri bersama, ternyata semenjak sistem kapitalisme bercokol dan digunakan dalam sistem kehidupan saat ini, kesenjangan sosial yang begitu tajam pun terjadi. Kebijakan dibuat demi kepentingan elit, sehingga rakyat terus tercekik oleh kezaliman struktural, mirip dengan sistem dunia dalam cerita One Piece yang penuh korupsi dan penindasan.

Berangkat dari sini, umat haruslah sadar bahwa untuk keluar dari problematika saat ini, maka pengibaran bendera one piece bukanlah solusinya. Justru, yang harus dilakukan adalah bersama-sama meninggalkan akar permasalahann, yakni sistem kapitalisme sekulerisme  yang menjadikan manusia bebas untuk membuat peraturan sesuai dengan keinginannya dan meninggalkan hukum yang telah di tetapkan dari Allah swt. Berupa syariat Islam.

Umat harus memahami bahwa Islam diturunkan bukan sekadar ajaran spiritual, tetapi sebagai sistem hidup yang menjadikan umat Islam sebagai khairu ummah (umat terbaik) yang menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk penindasan.

Kesadaran rakyat yang mulai muncul harus diarahkan kepada perjuangan hakiki menjadi "One Ummah" bukan "One Piece" sebagaimana firman Allah Swt. dalam tsq Al-hujarat ayat 10 yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara", dan sabda Nabi Saw, " Muslim itu bersaudara, tidak boleh mendzalimi dan membiarkan orang lain mendzaliminya."

Sudah saatnya kita bersama-sama mengubah sistem kapitalisme menuju penerapan sistem Islam di bawah naungan Khilafah. Sehingga gerakan perubahan yang di lakukan oleh umat bukan sekadar simbolik semata, tetapi perlawanan yang terarah dan terukur melalui dakwah dan perubahan sistem sehingga kemerdekaan hakiki itu bisa di rasakan oleh semua manusia.

Wallahu'alam bish-shawab.


Share this article via

44 Shares

0 Comment