| 51 Views

Derita Anak-Anak Gaza, Tanggungjawab Seluruh Kaum Muslim

Oleh : D.leni Ernita

Liputan6.com, Gaza - Lebih dari 39.000 anak di Jalur Gaza telah kehilangan satu atau kedua orangtua mereka akibat serangan Israel yang terus-menerus sejak 7 Oktober 2023.

Menurut Biro Statistik FCPalestina seperti dilansir Al Mayadeen, Jalur Gaza kini menghadapi krisis yatim terbesar dalam sejarah modern. Dalam pernyataan yang dikeluarkan menjelang Hari Anak Palestina, biro tersebut mengonfirmasi bahwa 39.384 anak telah menjadi yatim sepanjang 534 hari pengeboman. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 anak kehilangan kedua orangtua dan kini "menghadapi kehidupan tanpa dukungan atau perawatan. 

Sementara itu, sedikitnya 100 anak Palestina tewas atau terluka setiap harinya di Jalur Gaza sejak Israel melanggar gencatan senjata pada 18 Maret 2025, kata kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini, mengutip UNICEF pada Jumat (4/4). Menyebut situasi ini mengerikan, Lazzarini menyayangkan hidup anak-anak yang terputus akibat perang yang bukan mereka yang buat.

Lazzarini menyatakan 15.000 anak dilaporkan telah tewas sejak perang terbaru dimulai di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. 

"Ini adalah noda bagi kemanusiaan kita bersama.Tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan anak-anak di mana pun mereka berada," tegasnya, sambil menyerukan gencatan senjata segera.

Lazzarini menyebut Israel menjadikan bantuan kemanusiaan sebagai senjata dalam perang di Jalur Gaza. Dia menyuarakan keprihatinan atas memburuknya kondisi di wilayah kantong Palestina yang terkepung itu, di mana blokade dan aksi militer Israel terus menghancurkan populasi. "Kelaparan dan keputusasaan meluas saat pangan dan bantuan dijadikan senjata," tutur Lazzarini, menyoroti akibat dari blokade total oleh Israel.

Dia mencatat bahwa sudah lebih dari sebulan Jalur Gaza berada dalam keadaan pengepungan total, dengan otoritas Israel menghalangi masuknya pasokan penting, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar yang dia sebut sebagai hukuman kolektif.

Penolakan akses bantuan yang berkelanjutan, diperingatkan Lazzarini, turut menyebabkan keruntuhan tatanan sipil. Rakyat Palestina di Jalur Gaza, kata dia, sudah kehabisan tenaga sementara mereka terus dikurung di tanah yang sempit. Dia mendesak agar bantuan diizinkan masuk dan pengepungan dihentikan.

Kekejaman zionis Isr4el sudah sangat di luar batas. Siapapun yang melihatnya pasti akan marah, geram, sedih, dan hati kami sungguh tercabik-cabik melihatnya, tetapi hari ini kita menyaksikan  individu-individu muslim merasa biasa saja dan negara-negara muslim pun masih diam dan membisu.

Palestina terus mendapat serangan bertubi-tubi dari Zionis Laknatullah, banyak korban berjatuhan apalagi mayoritas korban banyak perempuan dan anak-anak yang tak berdosa, namun negeri muslim tetap diam dan tetap sibuk dengan dialog sana-sini. Upaya mediasi namun tak ada hasil yang berarti. Penguasa negeri muslim  hanya sekedar pencitraan saja, ketika menyerukan pembelaan terhadap Palestina.

Apalagi solusi yang ditawarkan ditawarkan mengikuti arahan barat, dunia internasional pun termasuk lembaga dunia hanya sekedar memberikan kecaman saja. Semuanya menunjukkan bahwa hari ini dunia tak memiliki solusi yang jitu untuk menghentikan penjajah zionis. 

Kebiadaban zionis tiada tara puluhan ribu anak- anak menjadi korban. Genosida juga meninggalkan kepedihan sehingga banyak anak yatim yang menjadi korban karena kehilangan orangtuanya. Tercatat ada 39 ribu  anak yatim akibat genosida di Gaza. Tiap hari 100 anak Gaza. meninggal semua fakta ini terjadi ditengah narasi soal Ham dan tetek bengek aturan Internasional dan perangkat hukum soal perlindungan dan pemenuhan hak anak. Nyatanya aturan tersebut. Tidak menjadikan solusi yang tepat yang tak  bisa menghentikan penderitaan anak-anak di Gaza.

Negeri-Negeri Muslim yang tersekat batas teritorial saat ini sangat tunduk dan patuh terhadap aturan yang ditetapkan oleh Amerika dan negara barat, termasuk dalam urusan Palestina dan Gaza, mereka seolah menutup mata dan hanya cukup dgn kecaman saja, tanpa ada tindakan konkrit untuk menyelamatkanya.

Aksi boikot terhadap produk Zionis ini tidak cukup menjadi solusi yang tepat,  kita juga harus memboikot pemikiran-pemikiran yang membuat negeri-negeri muslim diam melihat Palestina diserang. Produk pemikiran yang dimaksud ialah nasionalisme, liberalisme, demokrasi, dan kapitalisme, termasuk induknya, yakni sekularisme. Alhasil, umat tidak boleh sekadar melakukan aksi boikot biasa.

Sungguh membela saudara kita di Palestina dan seluruh korban di Gaza, dan memperjuangkannya adalah fardu kifayah, Karena kelak kita sebagai saudara muslim dimanapun berada akan diminta pertanggung jawabannya. Ini artinya merupakan kewajiban seluruh kaum muslim. Sebagaimana kita ketahui bersama bekaitan dengan fardu kifayah, maka yang menjadi ukuran bukan yang penting kewajiban tersebut telah dikerjakan, tetapi dikerjakan oleh orang atau sekelompok orang yang mempunyai kapasitas untuk menunaikannya hingga berhasil, baru kewajiban tersebut dinyatakan gugur dari yang lain.

Dengan kata lain, fardu kifayah dinyatakan gugur saat benar-benar telah berhasil diwujudkan. Bila tidak, maka fardu tersebut kembali kepada seluruh kaum muslim; semuanya dianggap berdosa saat fardu tersebut belum terwujud. Pada saat itu, masing-masing orang berkewajiban untuk melaksanakannya hingga benar-benar terwujud. Dalam konteks inilah, maka fardu kifayah bisa berubah menjadi fardu ‘ain. Ini artinya kita tetap berkewajiban untuk berjuang tegaknya Khilafah hingga benar-benar tegak.

Sedangkan negeri-negeri muslim wajib bersatu untuk mengusir zionis Yahudi dari tanah Palestina dan penderitaan anak- anak di Gaza. kaum muslim harus menyeru kepada para penguasa muslim untuk mengerahkan pasukannya berjihad melawan zionis. Jika negeri-negeri muslim bersatu, termasuk Indonesia dan mengerahkan pasukanya dan berjuang bersama, niscaya masalah ini dengan izin Allah akan selesai.

Semua itu hanya dapat terwujud dalam satu  komando seorang pemimpin kaum muslim yang satu. Ini semua hanya akan terwujud secara hakiki ketika umat Islam bersatu dalam naungan Khilafah. Khilafah inilah yang akan mampu  menghimpun dan mempersatukan tentara kaum muslim untuk membebaskan Palestina .

Sesungguhnya telah sangat nyata permusuhan zionis Yahudi terhadap kaum muslim, terutama kaum muslim Palestina. Mereka tidak hanya sekadar menjajah, tapi mereka melakukan genosida dan membunuh anak-anak tidak berdosa.

Mereka tidak akan pernah berhenti dan akan terus berupaya keras hingga mereka bisa menguasai seluruh Palestina bahkan wilayah dari di antara sungai Nil dan sungai Eufrat dan Tigris.  Bahkan lebih dari itu.

Selain itu, yang harus dipahami oleh kita semua adalah bahwa mereka menguasai tanah Palestina dengan merampasnya dari genggaman kaum muslim dengan dukungan Inggris, Amerika, dan PBB yang notabene adalah musuh kaum muslim. Oleh karenanya untuk menghentikan ini semua, tidak cukup hanya dengan berdoa, memberikan dukungan atau memberikan dana saja. Akan tetapi harus mengusir mereka dari tanah Palestina, tanahnya kaum muslim.  Sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita semua,

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin." (QS at-Taubah: 14). 

Hal ini semua akan bisa dilakukan dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariat Islam. Itulah Khilafah Islamiah yang mengikuti manhaj kenabian. Khilafahlah, sebagai satu-satunya pelindung umat yang hakiki, yang bakal melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum muslim. Tentu dengan kekuatan jihad pula Khilafah akan sanggup mengusir zionis Yahudi dari tanah Palestina. Inilah yang menjadi agenda kita bersama, yaitu berjuang untuk menegakkan Khilafah.

Solusi yang tepat dan selaras dengan hukum syariat  untuk menyelesaikan krisis Gaza melainkan dengan mengirimkan pasukan militer untuk mengeyahkan agresi kaum zionis, hukum syariah tentang hal ini telah jelas, Gaza membutuhkan operasi militer bukan sekedar bantuan logistik, termasuk pangan dan obat-obatan. Serangan militer tidak bisa dilawan dengan gandum dan minyak samin, tetapi harus dengan kekuatan militer pula. Allah SWT berfirman :

QS Al Baqarah ayat 190 yang  artinya: "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui  batas, karena sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas"..

Dengan  menerapkan Syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia, yaitu dengan  khilafah yang  akan menyatukan seluruh umat islam dengan landasan Akidah Islam. khilafah akan memobilisasi tentara tentara mengalahkan penjajah zionis dan negara negara kafir yang membeking mereka.

Umat membutuhkan Institusi yang bersih dari intervensi asing, itulah institusi dan kepemimpinan yang berkhidmat pada umat atas titah Allah SWT dengan melaksanakan hukum syariah, itulah Khilafah Islamiyah yang wajib ditegakkan oleh umat.Eksistensi khilafah, bahkan pada masa kemunduran nya, terbukti masih mampu melindungi tanah dan warga Palestina. Apalagi jika berdiri dengan kekuatan penuh, khilafah akan menjadi perisai yang kuat sebagai pelindung bagi umat. 

Dengan menerapkan Syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia, yaitu dengan khilafah yang  akan menyatukan seluruh umat islam dengan landasan Akidah Islam. khilafah akan memobilisasi tentara tentara mengalahkan penjajah zionis dan negara-negara kafir yang membeking mereka.

Umat membutuhkan Institusi yang bersih dari intervensi asing, itulah institusi dan kepemimpinan yang berkhidmat pada umat atas titah Allah SWT dengan melaksanakan hukum syariah, itulah Khilafah Islamiyah yang wajib ditegakkan oleh umat. Eksistensi khilafah, bahkan pada masa kemundurannya, terbukti masih mampu melindungi tanah dan warga Palestina. Apalagi jika berdiri dengan kekuatan penuh, khilafah akan menjadi perisai yang kuat sebagai pelindung bagi umat. 

Dan solusi tuntas penderitaan Palestina dan anak-anak di Gaza adalah umat Islam harus segera kembali bangkit dan bersegera bersatu pula dalam bingkai Khilafah Islam dengan bergerak di bawah komando seorang Khalifah dalam jihad fi sabilillah membebaskan Palestina dari kejahatan bangsa barbar teroris, radikal zionis yahudi israel sekaligus mengenyahkan bangsa barbar teroris zionis yahudi israel tersebut, beserta induk semangnya AS dari peta dunia selamanya. Dan sekaligus juga membebaskan seluruh negeri-negeri Islam lainnya dari belenggu penjajahan kafir Barat dan Timur kapitalisme global. Sebab, hanya jihad dan Khilafah saja solusi real dalam menyelamatkan dan membebaskan Palestina dan seluruh negeri-negeri Islam lainnya, dari belenggu kejahatan gurita penjajahan kapitalisme global baik asing (AS, Eropa dan zionis yahudi) maupun aseng (RRC).

Wallahu a'lam bish shawab.


Share this article via

97 Shares

0 Comment