| 6 Views

Demo No Kings, Kebangkrutan AS dan Penegakan Khilafah

Para pengunjuk rasa memadati Los Angeles, California. Mereka berkumpul menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump dan penasihatnya Elon Musk. (MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP via Jawa Pos)

Oleh: Siti Julianti, S.Si
Aktivis Muslimah 

Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika Serikat (AS), jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi bertajuk "No Kings" pada Sabtu, 28 Maret 2026 waktu setempat. Setidaknya ada sekitar 8jt warga AS yang turun ke jalan untuk menyampaikan unjuk rasa terhadap kepemimpinan dan pemerintah presidennya, dan sontak saja hal ini menjadi aksi demonstrasi terbesar dalam sejarah AS.

Jika kita melihat AS sebagai negara adikuasa yang super power beberapa waktu yang lalu, dengan adanya demonstrasi ini ternyata memberi pengaruh besar dalam kehancuran ekonomi AS ditambah lagi utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi menembus US$ 39 triliun (Rp 661.440 triliun) pada Maret 2026. Utang bengkak, menyusul lonjakan pengeluaran akibat konflik AS-Israel-Iran. Akibatnya utang per penduduk AS Rp 1,93 M. AS di ambang kebangkrutan. Bukan hanya itu, keadaan masyarakat AS pun nampaknya mulai depresi dengan konflik ini karena berakibat pada mahalnya biasa hidup dan kebutuhan harian mereka.

AS tengah diambang kehancuran dan lonceng Kematiannya akan segera dikumandangkan, pemimpin yang sangat berambisi menjadi raja dunia itu ternyata tengah sekarat saat ini melihat keadaan negaranya yang porak-poranda akibat serangan Iran. Namun kita juga memahami bahwa AS masih dapat berdiri sampai saat ini meskipun dalam keadaan pincang tak lain adalah berkat dukungan negeri-negeri muslim.

Sungguh fakta yang sangat memalukan, disaat seluruh negeri eropa menolak kerjasama dan menolak bop rancangan trump, namun justru banyak negeri muslim yang justru masuk menjadi bagian didalamnya. Ini adalah bentuk penghianatan terhadap kaum muslim seluruh dunia terutama saudara kita di Palestina, pasalnya kita faham bahwa petinggi AS saat ini adalah benar-benar musuh yang nyata bagi umat muslim dengan segala kebijakan dan dukungannya terhadap zionis Israel. Dengan dalih memberikan perlindungan pada negara yang masuk menjadi anggota bop mereka tertipu dengan ide licik trump yang sebenarnya tujuan utamanya adalah menghancurkan umat Islam. Dengan keadaan AS yang sudah kacau balau akibat serangan Iran hari ini mereka membuktikan bahwa untuk menjaga keamanan dalam negerinya sendiri pun mereka tak mampu, konon lagi menjamin keamanan negara lain.

Umat harus terus disadarkan bahwa AS dan hegemoni kapitalismenya dan politik demokrasinya telah merusak dunia dan kehidupan antar bangsa. Umat Islam dan penguasa muslim jadi korban adu domba demi kepentingan AS. Maka kita sebagai rakyat harus terus menjalankan amar makruf nahi mungkar pada penguasa, terutama pada penguasa negeri-negeri muslim agar memutuskan segala kerjasama yang bathil dengan AS dengan upaya penyadaran politik. umat Islam harus semakin deras menyuarakan tentang politik serta kepimpinan yang islami, dibarengi dengan edukasi tentang politik Islam, sistem Islam dan kepemimpinan Islam sehingga dapat tercapai tujuan utama kita untuk menerapkan peraturan Islam secara Kaffah di seluruh dunia. Kita juga wajib Mengajak umat dan penguasa muslim untuk menggencarkan perjuangan penegakan Khilafah, agar tatanan dunia yang rusak diganti dengan tatanan syariah Islam, karena sesungguhnya hanya dengan adanya khilafahlah umat Islam dapat terbebas dari segala bentuk kerusakan serta penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang kafir.

Wallahu alam bishawab


Share this article via

0 Shares

0 Comment