| 382 Views

Dalam Dakwah, Kamu Tuh Unik!

Oleh : Maman El Hakiem

Jangan pernah kecilkan peranmu dalam dakwah. Jangan minder, apalagi baper! Kamu tuh unik, punya potensi yang berbeda dengan orang lain. Jangan pernah merasa kamu tidak berkontribusi, selagi masih sadar posisi sebagai seorang muslim yang memiliki kewajiban dakwah. Lakukan saja apa yang terbaik karena pada akhirnya hanya Allah Swt. saja yang akan membalas segala jerih payahmu dalam dakwah.

Perlu diingat bahwa  dakwah adalah tugas mulia yang tidak terbatas pada para ulama atau mereka yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam. Setiap muslim memiliki peran dalam menyebarkan kebaikan dan menegakkan ajaran Islam sesuai dengan kemampuan dan keunikannya masing-masing.

Jangan pernah merasa bahwa peranmu kecil atau tidak berarti, karena sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi setiap individu dalam dakwah memiliki dampak besar. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl: 125) 

Sosok Inspiratif dalam Dakwah

Salah satu contoh inspiratif adalah sosok Bilal bin Rabah. Bilal adalah seorang mantan budak yang dikenal dengan keteguhannya dalam mempertahankan keimanan. Ia mengalami siksaan yang luar biasa karena memilih Islam, tetapi tidak pernah goyah.

Bilal tidak pernah merasa minder dengan keadaan fisiknya yang hitam legam dan lahir dari kalangan budak. Nyalinya semakin teruji setelah Islam berjaya, Rasulullah saw. memilihnya sebagai muazin pertama dalam sejarah Islam. Suaranya yang merdu dalam mengumandangkan azan menjadi tanda masuknya waktu salat dan pengingat bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Bilal bukan seorang ulama atau pemimpin besar, tetapi  perannya dalam dakwah sangat berharga dan diingat sepanjang zaman. Bilal menolak tawaran untuk menjadi seorang hakim karena peran itu tidak cocok baginya, masih banyak sahabat nabi lainnya yang lebih berkompeten.

Bilal sadar posisi, tetapi ia berkontribusi dengan keunikan yang dimilikinya. Suaranya Bilal akan bergema lebih dulu di surga nanti, bahkan ia tercatat sebagai sahabat nabi yang dijamin masuk surga. Kecintaannya pada Rasulullah saw. sampai-sampai ia tidak mau lagi mengumandangkan azan setelah wafatnya Rasulullah. Hatinya selalu bersedih saat ingat masa ia bersamanya.

Tokoh lain yang memberikan kontribusi luar biasa dalam Islam adalah Abu Hurairah. Nama aslinya adalah  Abdus-Syams, yang berarti "hamba matahari". Namun, nama itu diganti oleh Rasulullah saw. menjadi  Abdurrahman setelah ia masuk Islam.

Abu Hurairah termasuk ahlu shufah, yaitu kaum tuna wisma, sehingga tinggal di pelataran masjid Nabawi di Madinah. Ia mendapat   julukan Abu Hurairah karena suka merawat kucing. Sosok Abu Hurairah  bukan seorang panglima perang atau pemimpin politik, tetapi dikenal sebagai perawi hadis terbanyak.

Hal itu sangat dimungkinkan karena keseharian Abu Hurairah yang dekat dengan kediaman Rasulullah membuatnya sering mengikuti kajian ilmu atau halaqah bersama Rasulullah.Dengan kecintaannya pada ilmu dan kedekatannya dengan Rasulullah saw., ia berhasil menghafal dan meriwayatkan ribuan hadis yang menjadi pedoman bagi umat Islam hingga kini.

Rasulullah saw. bersabda: "Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat." (HR. Bukhari no. 3461). Hadis ini menunjukkan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebaikan, meskipun hanya sedikit yang mereka ketahui. 

Dari kisah Bilal bin Rabah dan Abu Hurairah, kita belajar bahwa setiap orang memiliki peran unik dalam dakwah. Tidak semua orang harus menjadi ulama atau pemimpin untuk berkontribusi. Ada yang berdakwah melalui ilmu, ada yang melalui suara, ada yang melalui amal perbuatan, dan ada yang melalui tulisan. Yang terpenting adalah melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan potensi maksimal yang dimilikinya.

Jangan pernah merasa bahwa peranmu kecil dalam dakwah. Kebaikan yang kamu lakukan, sekecil apapun, bisa menjadi cahaya bagi orang lain. Sebarkan Islam dengan cara yang terbaik sesuai dengan keunikan yang Allah berikan padamu. Semoga kita semua bisa menjadi bagian dari dakwah yang membawa manfaat bagi umat dan mendapatkan rida-Nya. Aamiin.

Wallahu'alam bish Shawwab.


Share this article via

75 Shares

0 Comment