| 8 Views

Carut Marut Tata Kelola Progja Pemimpin Kapitalisme, Benahi Dengan Sistem Islam

Ilustrasi: motor listrik untuk Operasional MBG. (Istimewa)

Oleh: Siti Julianti, S.Si
Aktivis Muslimah

Belum usai kesal masyarakat terhadap egoisme pemerintah yang sibuk mengurusi MBG (makanan bergizi gratis) yang menghabiskan sekitar 1,2 triliun per-harinya, kini masyarakat dibuat geram dan geleng kepala dengan adanya laporan bahwa BGN tengah menyiapkan 70.000 motor listrik bagi setiap kepala SPPG.

Dikutip dari kompas.com 7/4/26 "Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG." proses realisasi pengadaan motor itu dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025. Diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah demi memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.

Bukan hanya sampai disitu, pemerintah juga bermaksud menyiapkan anggaran kaos kaki untuk pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Badan Gizi Nasional (BGN). Sontak hal ini menjadi sorotan publik karena mencapai Rp6,9 miliar, dengan harga per pasang mencapai Rp100.000.

Ditengah keadaan ekonomi masyarakat yang sulit dan naiknya harga bahan pangan, tak seharusnya pemimpin hanya berpihak pada satu progja yang menambah bengkak hutang negara. Dari sini terlihat jelas bahwa program-program yang dibuat oleh pemimpin kapitalisme hari ini hanya berfokus pada kepentingan sebagian masyarakat saja, mereka tak memikirkan dampak panjangnya bagi masyarakat menengah kebawah.

Sungguh program MBG ini adalah sebuah ladang korupsi yang tersistem dengan baik, meskipun banyak yang mengkritisi bahwa program ini banyak memberikan kerugian bagi negara dan masyarakat, namun pemimpin nampaknya enggan untuk menghentikan program tersebut.

Masyarakat sebenernya sudah sangat muak dan lelah menghadapi berbagai kerusakan yang terjadi di sistem hari ini. Urusan mereka terabaikan dan pemimpin tak peduli terhadap nasib dan kesusahan yang di hadapi masyarakat. Maka dari sini kita harus lebih gigih dan semangat dalam mendakwahkan Islam serta memperjuangkan agar hukum Allah segera diterapkan dalam kehidupan kita, karena sejatinya hanya dengan penerapan hukum Allah sajalah keadilan akan kita dapatkan.

Dalam sistem Islam, pemimpin akan dengan sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, berhati-hati dalam menetapkan hukum serta memilih program yang benar-benar akan menguntungkan masyarakat dan bukan sebaliknya.

Pemimpin dalam Islam memahami dengan baik, bahwa sejatinya ia bertanggungjawab langsung nantinya di hadapan Allah, dan pemimpin yang bertaqwa tersebut tidak akan pernah membuat aturan ataupun kebijakan yang zalim terhadap rakyatnya.

Amar makruf nahi mungkar menjadi kewajiban bagi setiap masyarakat jika melihat ada kesalahan pada kepemimpinan Khalifah, sehingga setelahnya Khalifah akan mengkaji ulang apabila ada suatu hukum atau aturan yang ia buat yang justru merugikan rakyat, berbeda jauh dengan sistem hari ini yang mana pemimpinnya anti kritik.

Semoga kita dapat segera menjemput Nashrullah tersebut, agar hukum Allah dapat segera diterapkan dengan sempurna dan kita hidup sejahtera didalamnya.

Wallahu alam bishawab


Share this article via

0 Shares

0 Comment