| 27 Views

Bunuh Diri Bukan Solusi

Oleh: Ayesaa Al-Aksha

Maraknya kasus bunuh diri kini tidak hanya terjadi di kalangan remaja dan orang dewasa saja. Kasus bunuh diri kali ini cukup membuat warga merasa heran, melainkan pelaku merupakan seorang lansia yang diduga tidak berpotensi untuk melakukan hal seperti ini. Akhir-akhir ini kembali terungkap sebuah kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang lansia (Subagja) di daerah Ciamis, lebih tepatnya korban berkediaman di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng. Seorang pria lanjut usia yang berumur 71 tahun ini ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di dapur rumahnya. Hal tragis ini baru diketahui sang istri sekitar pukul 05.00 dini hari. Pada saat itu sang istri pun spontan bertindak sehingga mengundang warga sekitar berdatangan ke rumah mereka. (TRIBUNJABAR.ID – Ciamis)

Menurut laporan yang diterima oleh Ani Supiani selaku Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Ciamis, menuturkan: “Tim kami mendapatkan laporan dari aparat Kecamatan Cikoneng mengenai insiden warga yang meninggal dunia akibat gantung diri. Berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya sekitar seminggu sebelum kejadian,” ujar Ani. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan terkait alasan sang korban dalam kejadian memilukan ini.

Faktanya, kasus serupa banyak ditemukan di kalangan masyarakat yang sedang menghadapi tekanan hidup yang cukup berat, sehingga banyak dari kalangan masyarakat yang mengalami persoalan kesehatan pada mental terutama orang berusia lanjut dan kelompok rentan yang harus menghidupi keluarganya dalam keadaan serba sulit yang diciptakan oleh sistem kapitalisme saat ini.

Maka wajar jika hal seperti ini banyak menimpa masyarakat karena kebanyakan dari mereka sedang berada di fase keterimpitan ekonomi. Di samping harus memenuhi kebutuhan hidup dalam keadaan seperti ini, banyak rakyat kecil yang sulit menemukan lapangan pekerjaan. Ditambah lagi negara benar-benar tidak peduli dengan keadaan rakyatnya sendiri, para penguasa seolah-olah tidak lagi memperdulikan banyaknya masyarakat yang menjerit kelaparan. Mereka malah asyik membuat berbagai kebijakan yang sangat tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, seperti halnya menaikkan biaya pendidikan, menaikkan harga pangan, menaikkan tarif pajak, dan biaya-biaya lainnya.

Maka dari itu sistem kapitalisme jelas tidak pantas untuk kita jadikan sebagai sistem yang mengatur negara kita. Dari sistem ini banyak dihasilkan berbagai kerusakan dan kebobrokan. Alih-alih kemajuan, yang terjadi malah kehancuran. Bahkan keberadaan masyarakat dari hari ke hari semakin terancam dari berbagai sisi. Ini semua tidak lain adalah efek dari diterapkannya sistem kapitalisme yang sudah cacat dari lahir.

Lantas, solusi apakah yang mampu menyelesaikan problematika saat ini? Jelas solusi utamanya adalah Islam karena Islam merupakan sistem terbaik yang mengatur segala aspek dalam kehidupan. Di dalam Islam, seorang khalifah mempunyai tanggung jawab yang amat besar terhadap rakyatnya. Bahkan seorang khalifah merupakan pelayan sekaligus pelindung bagi seluruh masyarakatnya yang tunduk di bawah Daulah Islam.

Begitupun terkait kebutuhan masyarakat: pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang layak, fasilitas umum, serta kesehatan mental yang stabil, itu semua merupakan tanggung jawab negara sehingga semua masyarakat akan terjamin segala kebutuhannya. Kemudian berkaitan dengan sistem ekonomi yang baik dan sesuai dengan syariat Allah, semuanya Islam hadirkan kemudian dituangkan ke dalam peraturan yang bernama sistem ekonomi syariat. Di dalamnya terdapat berbagai peraturan yang berkaitan dengan sistem perekonomian yang mampu membuat masyarakat sejahtera tanpa menghalalkan segala cara.

Wallahu a’lam bish-shawab.


Share this article via

12 Shares

0 Comment