| 9 Views

BOP Kaburkan Kepentingan Khilafah Sebagai Solusi Palestina

Oleh : Shabira Azka

Setelah terbentuknya BoP pada bulan Januari kemarin Trump selaku pimpinan tertinggi segera memulai aksinya dengan mendesak Hamas agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi jalur Gaza dengan tenggat waktu yang tak panjang. Diketahui, target AS dalam rancangan tersebut adalah agar Hamas menyerahkan semua persenjataannya sampai dengan menyerahkan peta jaringan terowongan bawah tanah jalur Gaza. Namun, ditengah menjalankan kesepakatan, Israel melakukan pembantain kembali terhadap Gaza, dan Hamas menuntut agar negara mediator segera memaksa Israel untuk menjalankan fase pertama kesepakatan, termasuk menghentikan seluruh pelanggaran sebelum memasuki tahap berikutnya. Metro TV News.com (12/04/2026)

Apabila kita cermati lebih dalam lagi, dapat disimpulkan bahwa BoP bukanlah mediator netral yang mendukung 2 pihak secara adil dengan landasan perdamaian, bahkan BoP adalah jebakan Kapitalisme global yang condong pada kepentingan Barat dan Zionis Israel yang keduanya berada dipihak yang sama. Bisa dilihat dari setiap keputusan yang diturunkan oleh AS selaku hegemoni Barat, bahwa tidak ada satupun keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan keuntungan yang akan mereka dapatkan, dan tidak pernah sekalipun mereka menginginkan perdamaian Palestina.

Kesepakatan demiliterisasi atau Pelucutan senjata yang mereka ajukan pada Hamas tak lama ini, merupakan upaya mereka, terutama AS untuk menghentikan perjuangan perlawanan rakyat Gaza dengan jihad, karena hal utama yang mereka impikan selama ini adalah menyerahnya warga Palestina atas peperangan saat ini, dan tunduk pada AS dengan segera. Pelucutan senjata juga bagian dari doktrin mereka untuk mengubah cara pandang seluruh umat agar menganggap perlawanan sebagai ancaman, dan penyerahan senjata sebagai jalan damai.

Maka hendaknya umat menyadari bahwa solusi permasalahn Gaza yang tak kunjung selesai ini bukanlah diplomasi, melainkan tegaknya Khilafah. Karena Palestina adalah wilayah Islam yang wajib dibebaskan melalui kekuatan militer, bukan sekedar negoisasi semata. Yang nantinya, dengan tegaknya Khilafah, sang khalifah (sebagai raain dan junnah umat muslim) berkewajiban untuk menggerakkan militer seluruh negara muslim guna mengusir penjajah Zionis dari bumi Palestina. Dalam upaya penegakkan Khilafah, umat Islam harus disadarkan melalui dakwah ideologis terkait urgensi Khilafah dan kewajiban untuk memperjuangkannya.


Share this article via

0 Shares

0 Comment