| 72 Views
Bertahun-tahun Zionis Menggali Terowongan Bawah Tanah di Sekitar Masjid Al-Aqsa, Hanya Islam Solusi Satu satunya
Israel terus melanjutkan penggalian terowongan di bawah Masjid Al Aqsa. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Oleh: Susi Ummu Musa
Zionis Israel terus melakukan berbagai upaya untuk merebut tanah milik kaum muslim di Gaza Palestina, meski telah berulang kali disepakati gencatan senjata namun tetap mereka langgar. Keserakahan dan ambisi yang dinyalakan pemimpin nya terbukti dengan hancurnya bangunan dan ribuan nyawa menghilang.
Meski dunia mengecam mereka tetap pada satu tujuan yaitu menguasai tanah milik kaum muslim di Gaza Palestina. mereka tidak ingin melihat kaum muslim hidup dan beribadah dengan tenang disana, salah satunya dengan penggalian bawah tanah yang dibuat disekitaran masjid Al aqsa yang sudah berlangsung lama. Di kutip CNN Indonesia -- Israel diketahui tengah melakukan penggalian bawah tanah di sekitar Masjid Al-Aqsa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan runtuhnya sebagian bangunan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Hal tersebut disampaikan oleh pemerintahan Yerusalem yang mengingatkan bahaya lebih lanjut dari penggalian yang dilakukan Israel.
Penasihat Kegubernuran Yerusalem Marouf Al-Rifai memperingatkan agar Israel tidak melanjutkan penggalian di sekitar Masjid Al Aqsa, utamanya penggalian terowongan yang menghubungkan beberapa situs bersejarah.
"Ini merupakan bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam, ini melanggar hukum Islam," ujar Al-Rifai kepada WAFA News Agency, Rabu (22/10).
Tentu ini akan memberikan kekhawatiran yang besar karena masjid Al Aqsa adalah masjid umat muslim didunia yang sangat istimewa dan penting maka umat muslim harus menjaganya.
Diantara keistimewaan masjid Al Aqsa yaitu Kiblat pertama: Sebelum kiblat dipindahkan ke Ka'bah di Masjidil Haram, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat Islam.
Lokasi Isra' Mi'raj: Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW bermula dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, menunjukkan kemuliaan tempat ini.
Pahala salat berlipat ganda: Shalat di Masjidil Aqsa bernilai 500 kali lebih baik dibandingkan shalat di masjid-masjid lain.
Tempat yang diberkahi: Sesuai firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 1, lingkungan sekitar Masjidil Aqsa adalah tempat yang diberkahi.
Tempat doa yang mustajab: Masjidil Aqsa diyakini sebagai salah satu tempat di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan, dan Allah akan mengampuni dosa bagi yang salat di dalamnya.
Tempat suci ketiga: Masjidil Aqsa adalah tempat suci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Tanah para nabi: Banyak nabi-nabi Allah tinggal dan berdakwah di wilayah sekitar Masjidil Aqsa, sehingga tanah tersebut sarat dengan jejak sejarah para nabi.
Tempat dikumpulkannya manusia: Masjidil Aqsa disebut juga sebagai "tanah perkumpulan" (Ard al-Maḥsyar wa al-Mansyar) pada hari kiamat.
Sungguh, betapa Allah SWT memuliakan masjid Al Aqsa sebagai masjid tertua setelah Masjidil haram, tak hanya itu masjid Al Aqsa merupakan kiblat pertama umat islam yang pada awalnya dinamakan Baitul maqdis. Dengan sejarah yang telah ada maka tak heran masjid Al-Aqsa menyimpan begitu banyak peristiwa bukan hanya dari agama islam namun dari segi agama Kristen dan yahudi.
Menyoroti apa yang dilakukan Zionis Menggali terowongan disekitar masjid Al Aqsa ini tentu kita sebagai umat islam marah sebab apa yang dikahwatirkan dengan roboh nya sebagian bangunan bisa merusak dan menghilangkan landmark bersejarah islam.
Profesor Studi Yerusalem di Universitas Istanbul, Abdullah Ma'ruf, mengatakan, ada banyak keinginan dan terowongan yang telah digali selama 56 tahun di bawah dan sekitar masjid, yang sulit untuk dihitung. Namun, dapat dikatakan bahwa terowongan ini membentang di bawah semua tembok masjid, dan terowongan “Hasmonean” yang dibuka pada tahun 1996 adalah yang terpanjang dan paling terkenal yang menyebabkan gelombang terowongan saat itu.
Ia menambahkan bahwa terowongan ini saat ini digunakan untuk menciptakan ruang bawah tanah di bawah masjid, yang digunakan untuk mengokohkan narasi Zionis mengenai sejarah Al-Aqsa, di samping sebagai tempat ritual keagamaan bagi kelompok-kelompok ekstremis di bawah masjid.
Dengan demikian, terowongan ini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekedar mengguncang stabilitas masjid seperti yang sering dikatakan sebelumnya; mereka secara efektif berkontribusi pada pelaksanaan ritual keagamaan tertentu di sekeliling dan di bawahnya. Kita tahu bahwa semua yang ada di bawah masjid adalah bagian darinya, sehingga terowongan ini menembus bagian dari Al-Aqsa, menurut Ma'ruf.
Akademisi Palestina ini menunjukkan bahwa keinginan itu sendiri bukanlah bahaya terbesar, melainkan merupakan hasil dari bahaya yang lebih besar yang mengancam Al-Aqsa dan telah terjadi sejak tahun 1967, yaitu pendudukan itu sendiri.
Hingga hari ini belum ada yang bisa menghentikan penggalian terowongan selain hanya dengan tegaknya islam dimuka bumi sebagaimana dengan Genosida yang terjadi di Gaza Palestina. Keduanya akan bisa terbebas dari keserakahan dan kekejian Zionis laknatullah. Dengan hadirnya Islam ideologis yang berjuang sungguh-sungguh untuk memahamkan kepada umat bahwa hanya kembali kepada Islam kaffah maka Zionis tidak akan bisa melawan melawan.
Tidak akan ada penegakan syariah tanpa pemimpin yang tunduk pada al-Quran dan as-Sunnah. Tidak akan ada kemenangan kecuali kita kembali pada Islam sebagai ideologi dan sistem kehidupan. Solusi sejati adalah menegakkan Khilafah dan mengusir penjajah Yahudi dari seluruh tanah Palestina dengan mengirimkan pasukan militer. Inilah yang akan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan menjaga masjid Al Aqsa Inilah jalan satu-satunya menuju kemenangan yang hakiki.
Wallahu a' lam bishawaab