| 66 Views

''Akui Israel Jika Palestina Merdeka'' Adalah Statemen Bentuk Pengkhianatan Terhadap Perjuangan Rayat Gaza

Oleh : Kiki Puspita

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan mengejutkan saat melakukan konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Rabu (28/5). Prabowo menyampaikan Indonesia siap menjalin hubungan diplomatik dengan Israel begitu negara Palestina diakui oleh Negeri Zionis.

''Saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negera yang berdaulat dan negara yang harus juga diperhatikan dan di jamin keamanannya. Karena itu Indonesia sudah menyampaikan begitu negara Palestina diakui untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,'' kata Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Macron.

Ucapan Prabowo ini, menjadi sorotan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pernyataan ini juga sama artinya dengan menyetujui ekstensi negara yang telah menjajah dan membantai ribuan warga sipil Palestina yang tidak bersalah. Tidak hanya warganya yang dibantai para tenaga medis, jurnalis, relawan kemanusiaan juga mereka bunuh. Rumah sakit, masjid , dan sekolah juga mereka hancurkan dengan bom.

Sampai saat ini, korban masih berguguran dan kebrutalan entitas zionis yang mengakibatkan penderitaan warga gaza belum juga berhenti. Bantuan kemanusian untuk penduduk gaza di blokade, 24 juta penduduk Gaza terancam mati kelaparan  dan kekurangan obat-obatan.

Sebagai kaum muslim harusnya kita wajib membela dan menyuarakan kemerdekaan untuk tanah Gaza. Penderitaan yang mereka alami harus kita bantu dengan aksi nyata, yaitu dengan mengirim pasukan militer bersenjata guna mengusir penjajah zionis laknatullah. Bukan dengan mengakui penjajahan bahkan mau bekerja sama dengan mereka, jelas ini merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan warga Gaza.

Dalih bahwa statemen Presiden Prabowo harus dibaca sebagai tujuan antara batu loncatan diplomatik untuk menekan zionis agar mau mendengar suara kita hanyalah harapan palsu. Indonesia sebagai muslim terbesar justru membuka celah normalisasi dengan pihak penjajah dalam pembantaian warga gaza.

Satu-satunya solusi mengusir penjajah adalah dengan jihad dibawah komando Khilafah. Jihad dalam Islam bukan sekedar perang fisik saja, tetapi merupakan bentuk pembebasan yang dilakukan komando pemimpin umat yang satu.

Inilah saatnya umat Islan bangkit dan bersatu menolak narasi palsu dengan memperjuangkan sistem Islam sebagai satu-satunya solusi sejati. Tidak ada kemuliaan dalam pengakuan terhadap penjajahan. Saatnya kita menuju kemenangan hakiki di bawah panji Islam, yaitu daulah Khilafah Islamiyah.

Waulahua'lam bissawab.


Share this article via

113 Shares

0 Comment