| 82 Views

Agen Of Change Tidak Lahir Dari Sekulerisme

Oleh : Diah Setyarini
Aktivis Muslimah

Lagi dan lagi, seorang remaja berinisial J (16 tahun) melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga, menurut Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur di duga pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu di sebabkan karena perkara asmara dan dendam pelaku kepada korban. Dimana keduanya saling bertetangga.

Peristiwa pembunuhan sadis ini tejadi pada hari Senin ( 5/2/2024). Ketika pelaku sedang berpesta meminum minuman keras bersama teman temannya. Kemudian sekitar pukul 23.30 WITA pelaku diantar pulang oleh temannya.

Tak disangka, pelaku membawa senjata tajam berupa parang dan menuju kerumah korban untuk melakukan pembunuhan. Pelaku menyerang W (34 tahun) ayah korban, kemudian ibu korban SW (33 tahun) dan ketiga anaknya RJS (14 tahun), VDS (10 tahun), ZAA (2,5 tahun).

" Tidak puas dengan membunuh, pelaku juga memperkosa jasad korban RJS dan Ibunya SW. Setelah itu pelaku juga mengambil ponsel dan uang sebesar RP 363 ribu." Ujar Kapolres PPU AKBP Supriyanto. Republika, kamis (8/2/2024).

Sungguh miris bila kita membahas tentang masalah remaja dan pemuda pada saat ini. Perbuatan mereka saat ini justru lebih dekat dengan percintaan, perkelahian, mabuk mabukan, judi online, tawuran, senjata tajam, dendam, sampai dengan melakukan pembunuhan hanya karena hal yang sepele.

Inilah buah dari sistem sekuler kapitalis yang tidak menjadikan agama sebagai aturan dasar dalam kehidupan. Mereka tumbuh menjadi generasi yang lemah iman sehingga tidak mempunyai perisai yang kuat untuk mencegah kemaksiatan.

Generasi lemah iman ini juga sangat mudah di kontrol oleh hawa nafsunya tanpa batas. Alhasil gaya hidup mereka itu liberal, hedonis dan sekuler. Kurikulum pendidikan sekuler nyatanya gagal mewujudkan generasi berkualitas di semua sisi. Cerdas, tetapi pergaulannya bablas. Pintar, tetapi imannya ambyar. Lebih parah lagi, sudahlah tidak cerdas dan pintar, keimanan juga tidak karuan. Na’udzubillah.

Generasi muda harusnya di kenal dengan sebutan  Agen Of Change atau sebagai generasi perubahan. Yang artinya generasi ini harus membawa perubahan kepada yang lebih baik, bukan malah sebaliknya.

Islam bukan hanya sebagai agama saja, tapi Islam juga sebagai aturan hidup. Dan aturan hidup ini bisa di terapkan secara utuh melalui tiga pilar. Pertama ketakwaan individu dan keluarga untuk terikat kepada hukum syara. Menjadikan akidah Islam sebagai asas mendidik anak, untuk membentuk karakter iman dan ketaatan yang dapat mencegah perbuatan maksiat.

Kedua, Individu dan masyarakat. Karena tidak ada seorang manusia pun yang terlepas dari kesalahan baik besar maupun kecil. Maka manusia wajib mengontrol dirinya dan orang lain dengan melakukan perbuatan amal makruf nahi mungkar, atau saling mengingatkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Allah berfirman :

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. QS.Ali Imron 104

Ketiga, adanya negara yang menerapkan seluruh syariat Islam yaitu Khilafah. Negara akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam untuk membentuk generasi yang memiliki kepribadian Islam. Negara juga bertanggung jawab atas kebutuhan pokok masyarakat agar tidak terjadi kejahatan.

Selain itu juga Negara Khilafah wajib menghilangkan segala hal yang bersifat merusak keimanan dan ketaatan setiap muslim terutama generasi saat ini dengan melakukan pemblokiran terhadap situs porno, judi online, menutup peredaran miras dan narkoba. Negara juga melakukan sanksi tegas dan berefek jera kepada para pelaku pelanggaran hukum syara.

Ketiga pilar inilah yang menjadi landasan tegaknya penerapan hukum Islam dalam negara, masyarakat dan kehidupan individu. Tanpa salah satunya penerapan hukum Islam hanyalah angan angan saja dan sulit untuk di realisasikan. Khilafah akan melahirkan generasi unggul, cemerlang, tidak hanya dalam sainstek tapi juga bisa melahirkan generasi ulama faqih fiddin.

Keseimbangan ilmu ini terjadi karena Islam menjadi asas dan sistem yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan Khilafah, generasi terjaga dari setiap tindak kejahatan dan kemungkaran.

Wallahua'lam Bisshawab.


Share this article via

102 Shares

0 Comment