| 59 Views

Praktik Bisnis Ala Kapitalis Bikin Miris, Islam Solusinya

Oleh: Nurcahmala 
 
Sumber air Aqua kembali menjadi perbincangan publik setelah sidak yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik PT Tirta Investama (Aqua) di Subang viral di media sosial. Dalam inspeksi tersebut, terungkap bahwa sebagian sumber air yang digunakan berasal dari sumur bor air tanah dalam. Dikutip dari Tempo.com 24 Oktober 2025.
 
Banyak mata air di berbagai daerah kini dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan. Pengambilan air tanah dalam secara terus-menerus dan dalam skala besar tentu akan menimbulkan dampak ekologis yang serius, mulai dari penurunan muka air tanah, hilangnya mata air di sekitar lokasi, hingga tanah amblas. Kondisi ini jelas termasuk dalam kategori dhoror (bahaya) yang dilarang dalam Islam. 
 
Praktik bisnis semacam ini mencerminkan wajah kapitalisme sebagai sistem yang meniscayakan eksploitasi sumber daya alam demi keuntungan korporasi. Sementara itu, regulasi negara yang lemah membuat sumber daya publik bisa dengan mudah dikuasai oleh individu maupun perusahaan besar. Padahal, Sumber Daya Alam (SDA) adalah milik publik, bukan milik pribadi. 
 
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: 
 
⁠عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ: فِي الْمَاءِ، وَالْكَلَإِ، وَالنَّارِ" 
 
“Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api.” (HR. Abu Dawud no. 3477, Ibnu Majah no. 2472, dan Ahmad 1/314; dinilai hasan oleh Al-Albani)
 
Hadis ini menegaskan bahwa air adalah hak bersama umat, bukan komoditas yang boleh dimonopoli. Dalam sistem ekonomi Islam, pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh negara demi kemaslahatan masyarakat luas, bukan untuk memperkaya segelintir pihak. 
 
Bisnis dalam Islam pun menekankan kejujuran, keadilan, dan keberkahan, bukan manipulasi dan eksploitasi. Negara memiliki tanggung jawab memperketat regulasi pengelolaan SDA agar tidak terjadi penyalahgunaan dan kerusakan lingkungan. 
 
Semua ini hanya bisa terwujud jika Islam diterapkan secara kaffah (menyeluruh) dalam setiap aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam. 
 
Wallahu a‘lam Bishowab

Share this article via

34 Shares

0 Comment