| 54 Views

Peran Pesantren Dalam Kebangkitan Umat Islam

Oleh: Yelly

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh komponen pondok pesantren di Indonesia untuk menjadikan Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional sebagai “anak tangga pertama” menuju kembali “The Golden Age of Islamic Civilization" (Zaman Keemasan Peradaban Islam). Menag menegaskan bahwa kebangkitan kembali peradaban emas ini harus dimulai dari lingkungan pesantren. (https://kemenag.go.id/, 02-10-2025).

Menag menegaskan bahwa harus ada integrasi antara Iqra’ (kitab putih/ Ilmu umum) dan Bismirabbik (kitab kuning/ kitab turats) sebagai kunci lahirnya insan kamil yaitu manusia yang berilmu luas dan beriman sempurna, berakhlak mulia, sehat dan terampil serta memiliki kecerdasan sehingga dapat mewujudkan kembali zaman keemasan islam (The Golden Age of Islamic Civilization) yang ditandai dengan kemajuan luar biasa dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Menurut Menag kebangkitan umat islam dapat dimulai dari Indonesia selama pesantren mempertahankan lima unsur sejatinya: masjid, kiai, santri, kuat membaca kitab turats, memelihara habit pesantren.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam berbasis masyarakat di Indonesia yang mengajarkan agama dan membentuk karakter islami melalui sistem berasrama, dengan pengajaran yang berpusat pada kyai, masjid, dan kitab klasik. Peran Strategis santri adalah calon warosatul anbiya yaitu sebagai ulama penerus nabi, namun dalam kehidupan sekularisme liberal saat ini peran santri terdistraksi dan makin mengokohkan sekulerisme di dunia pesantren salah satunya dengan memposisikan santri sebagai motor penggerak perekonomian.

Padahal pesantren seharusnya menjadi harapan untuk melahirkan ulama pejuang islam yang berpegang teguh kepada hukum-hukum Allah Taala dengan menegakkan syariat islam secara kaffah. Pesantren harus menjadi tempat untuk menanamkan akidah yang kuat, membentuk keterikatan seluruh aktifitas pada syariat dan membentuk kepribadian islam yang berakhlak mulia.

Kebangkitan umat islam hanya akan tercipta apabila terciptanya relasi antara ulama dan umara yang hanya akan terwujud dalam sistem islam. Ulama sebagai penjaga akidah dan pengkoreksi penguasa sedangkan penguasa menegakan hukum Alloh dan melindungi umat sehingga umat benar-benar bersatu dalam ikatan akidah bukan ikatan nasionalisme yang semu.

Wallahu alam.


Share this article via

27 Shares

0 Comment