| 104 Views

Penjarahan Minimarket di Sibolga, Akibat dari Uluran Bantuan yang Tak Kunjung Tiba

(Sumber: Humas Polres Sibolga)

Oleh: Ummu Nayra 

Aktivis Dakwah

Berita terbaru yang didapat dari para korban banjir dan tanah longsor, khususnya di daerah Sibolga, bahwa ternyata hampir semua minimarket yang ada di daerah tersebut dijarah oleh para korban. Hal itu terpaksa mereka lakukan karena rasa lapar akibat tidak adanya bantuan yang mereka dapat.

Dilansir dari WARTABANJAR.COM, Medan, Minggu (30/11/25), penjarahan merajalela di Sibolga, Medan, Sumatera Utara, yang merupakan salah satu wilayah terdampak banjir bandang.

Penjarahan tersebut telah ramai di media sosial dengan sasaran gudang Bulog, gerai Indomaret, dan Alfamart.

Terdapat pula unggahan dari salah satu korban yang meminta bantuan sebab kondisi mereka di sana sangat kelaparan.

Menanggapi hal ini, tentunya hati ikut terhanyut melihat kondisi mereka yang saat ini sangat memprihatinkan, sehingga apa yang mereka lakukan sudah tidak lagi berdasarkan standar halal dan haram demi mempertahankan hidup.

Dapat pula dibayangkan sulitnya kondisi mereka di tengah penampungan yang seadanya, bahkan tidak ada makanan untuk dimakan, ditambah lagi cuaca dingin sementara pakaian mereka terbatas.

Pertanyaannya, di manakah peran pemerintah saat ini?

Kalaupun segala akses terputus dikarenakan keadaan di sana tergenang air, seharusnya penguasa mencari jalan keluar agar bantuan tetap dapat sampai kepada mereka, bukannya menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Padahal musibah banjir yang saat ini mereka rasakan adalah akibat dari keserakahan para penguasa yang memberi izin para pembabat atas penebangan hutan demi berdirinya proyek-proyek mereka, sehingga daerah tersebut berpotensi besar terjadinya banjir. Akibatnya, bukan hanya manusia, bahkan hewan-hewan pun kehilangan tempat tinggalnya.

Beginilah hasil dari penerapan sistem kapitalis sekuler, di mana keuntungan menjadi tujuan utama atas setiap tindakan tanpa memikirkan dampak dan akibatnya bagi orang lain.

Islam Solusi Tuntas

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin memiliki konsep tersendiri dalam melakukan penanggulangan pasca bencana. Berbagai upaya dilakukan oleh pemimpin agar kondisi umat yang mengalami musibah tetap berada dalam keadaan baik.

Mitigasi dan penanggulangan secara sistematis akan dilakukan oleh negara. Termasuk pendanaan: negara akan menjamin ketersediaan dana untuk para korban bencana dari pos khusus Baitul Mal (seksi urusan darurat/bencana alam) yang anggarannya berasal dari pendapatan negara atau harta kaum Muslim.

Selain itu, upaya perbaikan lingkungan akan dilakukan agar bencana tidak terulang kembali, serta melaksanakan tata kelola lingkungan untuk mencegah kerusakan. Negara juga menerapkan penegakan hukum terkait tindakan yang merusak lingkungan.

Negara juga memberi arahan kepada korban bencana agar senantiasa menjaga keimanan dalam menghadapi musibah. Mengarahkan agar tetap sabar, tawakkal hanya kepada Allah, serta senantiasa memanjatkan doa-doa kepada Allah SWT.

Begitulah tata cara Islam dalam melakukan tindakan terhadap korban bencana. Segala sesuatu akan dilakukan pemimpin agar umat tetap dalam keadaan baik-baik saja.

Wallahu’alam bisshawab.


Share this article via

18 Shares

0 Comment